Kisruh seputar pengadaan kapal selam nuklir dan pembatalan pesanan kapal selam diesel listrik oleh Australia masih menjadi topik hangat di level global. Bukan sebatas pernyataan kekecewaan semata, Pemerintah Perancis dalam beberapa hari terakhir telah mengambil sikap tegas, mulai dari menarik duta besarnya dari Amerika Serikat dan Australia, sampai pembatalan beberapa agenda penting yang terkait anggota pakta AUKUS (Australia, United Kingdom and United States). (more…)
Saat Australia memutuskan untuk mengakuisisi delapan unit kapal selam nuklir, maka peta strategi pertahanan di regional dipercaya akan mengalami perubahan cepat atau lambat. Namun, harus diketahui bahwa kedatangan kapal selam nuklir yang dibeli baru Australia akan memakan waktu yang lama. Bila proses tender dan negosiasi lancar, maka Negeri Kanguru baru akan menerima unit perdana kapal selam nuklir pada tahun 2040-an. (more…)
Pemerintah Perancis dan perusahaan galangan Naval Group kini sedang meradang, pasalnya Pemerintah Australia menyatakan menghentikan program pembangunan 12 unit kapal selam Attack Class yang nilainya mencapai Aus$90. Padahal lewat negosiasi yang alot, kedua negara pada Maret 2021 telah menyepakati guna melanjutkan program pembangunan kapal selam diesel listrik turunan dari Shortfin Barracuda Block 1A tersebut. (more…)
Meski menyimpan sejumlah keraguan akibat pembengkakan biaya, hubungan antara Australia dan Perancis telah melunak, khususnya dalam proyek pembangunan kapal selam Attack Class, dimana kedua negara menyepakati pembangunan kapal selam dari Naval Group akan mulai diterima Angkatan Laut Australia pada pertengahan tahun 2030. (more…)
Sesuai dengan komitmen Pemerintah Australia untuk membantu proses SAR kapal selam KRI Nanggala 402, maka dua kapal perang milik Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy) telah diperintahkan untuk merapat ke Perairan Bali. Dua kapal perang itu, yakni HMAS Ballarat dan HMAS Sirius, dilaporkan berlayar dengan kecepatan penuh menuju lokasi. (more…)
Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN) kembali membuat berita, pasalnya dalam waktu dekat ini akan memensiunkan kapal patroli cepat yang dikenal sebagai penjaga teritorialnya, yaitu Armidale Class. Bisa dibilang mengejutkan, lantaran kapal patroli Armidale Class terbilang canggih, punya desain modern dan usianya relatif muda. (more…)
Efisiensi dalam desain kapal perang yang diterapkan oleh Angkatan Laut Australia (RAN), rasanya bisa menjadi acuan yang layak dipertimbangkan untuk TNI AL. Seperti diketahui, Australia kini tengah menggarap kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV), Arafura Class. Dirancang oleh Lürssen Australia, saat ini sudah empat unit yang dalam proses pembangunan di ASC Shipbuilding, Osborne. Lepas dari itu, ada sisi lain yang menarik dari Arafura Class, apa itu? (more…)
Sengkarut pengadaan kapal selam rupanya bukan cuma dialami oleh Indonesia, pun negara dengan anggaran besar dan terkenal makmur, yaitu Australia, juga menghadapi masalah, yang tentu kasusnya beda dengan Indonesia. Seperti telah diwartakan beberapa media global, Pemerintah Australia nyaris frustasi atas program pengadaan 12 unit kapal selam diesel listrik Attack Class. (more…)
Masih butuh 10 tahun lagi bagi AL Australia (RAN) untuk menerima unit perdana kapal selam negerasi terbarunya, Attack Class. Berdasarkan kontrak senilai Aus$50 miliar, AL Australia akan menerima unit perdana dari 12 unit kapal selam diesel listrik yang teknologinya dipasok oleh Naval Group. Mengingat masih sangat lama untuk menanti Attack Class, maka upaya peningkatan kemampuan pada armada kapal selam Collins Class tak bisa ditawar lagi. (more…)
Sudah lumrah bila menjelang dilaksanakannya operasi amfibi, baik berupa pendaratan tempur atau misi bantuan kemanusiaan, maka unsur yang melibatkan kapal pendarat perlu melakukan survei pendahulu pada wilayah yang dimaksud, terlebih bila lokasi ‘pendaratan’ benar-benar asing. Nah, untuk keperluan survei taktis, AL Australia (RAN) belum lama ini telah memperkenalkan sosok Polaris. (more…)