Lantaran dianggap sebagai pasar besar yang menciptakan keuntungan jangka panjang, maka Dassault Aviation mengambil langkah strategis untuk memenangkan proyek pengadaan jet tempur (lanjutan) Rafale di India. Mendukung strategi “Make in India” atau ‘Atmanirbhar’ dalam manufaktur pertahanan lokal, Dassault Aviation mengumumkan rencana untuk mendirikan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan, atau maintenance and overhaul (MRO) di India. (more…)
Salah satu ciri khas jet tempur Dassault Rafale adalah sebagian besar komponennya merupakan produksi dari industri pertahanan dalam negeri, yang artinya Perancis punya kemandirian cukup besar ketika menangani jalur produksi Rafale. Meski, radar, mesin, avonik dan persenjataan adalah produksi Perancis. Namun, ada satu komponen penting Rafale yang ternyata bukan dibuat oleh Perancis. (more…)
Di bawah bayang-bayang serangan nuklir yang menyasar kawasan Eropa Barat, Direktorat Jenderal Persenjataan (DGA) Perancis, pada 22 Mei 2024 mengumumkan keberhasilan peluncuran evaluasi pertama dari rudal strategis udara-ke-permukaan jarak menengah ASMPA-R yang telah ditingkatkan. Rudal tanpa hulu ledak ini diluncurkan dari jet tempur Rafale milik Angkatan Udara Perancis selama penerbangan yang mensimulasikan sebuah misi serangan. (more…)
Tidak semua negara yang punya duit dan berkawan dengan Perancis mendapat lampu hijau untuk bisa membeli jet tempur Rafale. Kadang karena sandungan masalah politik, negeri penjual alutsista bisa ‘ogah-ogahan’ alias menolak halus untuk menjual alutsista primadona. Hal ini belakangan dialami oleh Serbia yang punya niat untuk membeli 12 unit Dassault Rafale dalam kondisi baru. (more…)
Menegaskan penyataan pada Maret 2022, Chief Executive Officer (CEO) Dassault Aviation, Eric Trappier akan meningkatkan kapasitas produksi jet tempur Rafale menjadi tiga unit per bulan pada tahun ini, setelah pada tahun sebelumnya kapasitas produksi Rafale hanya dua unit per bulan. Peningkatan kapasitas produksi Rafale terkait dengan bertambahnya backlog pesanan yang signifikan. (more…)
Angkatan Udara dan Luar Angkasa Perancis rupanya bergerak cepat, sejak menerima unit perdana Rafale F4.1 pada 2 Maret 2023, maka pada 24 Februari 2024, Angkatan Udara dan Luar Angkasa Perancis mengumumkan bahwa Rafale F4.1 telah mencapai tahap Full Operational Capability (FOC). Rafale F4.1 merupakan varian hasil upgrade dari Rafale F3R, yang saat ini mendominasi varian Rafale yang ada di Angkatan Udara Perancis. (more…)
Memahami biaya pengadaan alias akuisisi jet tempur ibarat susah-susah gampang, terlihat gampang dari total nilai kontrak tapi mungkin menjadi rumit setelah melihat item yang ada di dalamnya. Seperti belum lama ini, Kementerian Pertahanan Perancis mengumumkan order resmi 42 unit jet tempur Rafale F4 senilai 5 miliar euro (US$5,5 miliar). Sementara Indonesia yang mengorder dalam jumlah yang sama, tapi diganjar kontrak US$8,1 miliar. (more…)
Satu hari pasca debat Capres yang membahas tema alutsista, ada kabar dari Perancis, bahwa Dassault Aviation mengumumkan kontrak efektif tahap ketiga atas pesanan jet tempur Rafale dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah berjalan. Dari markasnya di Saint-Cloud, Dassault Aviation menyatakan kontrak tahap akhir untuk 18 unit Rafale untuk Indonesia resmi berlaku mulai 8 Januari 2023. (more…)
Sengkarut rencana pembelian 48 jet tempur Eurofighter Typhoon rupanya telah membuat gerah pemerintah Arab Saudi. Meski mendapat dukungan dari Inggris dan Spanyol, penjualan Typhoon ke Negeri Raja Salman tak bisa dilakukan akibat veto “Hak Asasi Manusia” dari Jerman. Dan kini ada kabar bahwa Arab Saudi tengah bernegosiasi dengan Dassault Aviation dari Perancis. (more…)
Berbanding terbalik dengan berita sebelumnya yang menyebut Kazakhstan ingin membeli jet tempur Rafale, yakni mengikuti jejak Uzbekistan yang menyatakan ingin membeli 24 unit jet tempur buatan Perancis, maka kabar terbaru dari Astana (ibu kota Kazakhstan), mengonfirmasi bahwa Kazakhstan tidak akan membeli pesawat tempur dari Perancis. (more…)