Sebagai dua negara yang bersekutu abadi, Amerika Serikat dengan kemampuan adidaya, lazimnya yang memasok sistem persenjataan ke Israel. Namun, rupanya ada yang berbeda dalam kasus rudal hanud (pertahanan udara), dimana Angkatan Darat AS (US Army) justru menjatuhkan pilihan untuk mengakuisisi Iron Dome besutan Israel. Meski sebatas mendatangkan dua baterai (kompi), adopsi Iron Dome untuk operasional US Army adalah sebuah loncatan dan kecepercayaan besar bagi industri militer Negeri Yahudi. (more…)
Setiap negara punya pilihan tersendiri atas sistem pertahanan udara (hanud) yang menjadi tumpuannya. Bila Indonesia telah menjatuhkan pilihan pada sistem hanud NASAMS sebagai perisai wilayah Jakarta, maka Filipina rupanya ingin mengikuti jejak Singapura, yaitu mengadopsi sistem hanud Spyder (Surface-to-air PYthon and DERby) buatan Rafael dan Israel Aircraft Industries (IAI). Pilihan atas Spyder pun telah mendapatkan pengesahan oleh Departemen Pertahanan Filipina dengan anggaran senilai US$48,4 juta. (more…)
Sejak serangan drone atas fasilitas kilang minyak Aramco dan bandara komersial di Arab Saudi, mata dunia menjadi terbuka atas seriusnya serangan oleh kawanan drone. TNI AU dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Intelijen TNI AU 2020 di Mabesau, Cilangkap (10/2/2020) juga telah menganggap drone sebagai ancaman yang signifikan dan masif. Drone terbukti telah dimanfaatkan untuk melakukan serangan udara terhadap sasaran terpilih dan bernilai strategis. Upaya penangkal serangan drone tentu juga sudah menjadi agenda yang disiapkan, utamanya dalam melindungi obyek vital nasional. (more…)
Sebelum rudal Mica terpasang di PKR Martadinata Class dan korvet Bung Tomo Class, maka sistem rudal hanud tercanggih yang ada di arsenal kapal perang TNI AL masih dipegang rudal bergenre SHORAD (Short Range Air Defence) Mistral, terkhusus lagi pada rudal Mistral dengan peluncur Tetral yang mengadopsi teknologi multiple launcher dan RCWS (Remote Control Weapon System). (more…)
Sebagai negara pulau dengan luas daratan hanya 716 km2, Singapura dikenal sebagai pemilik kekuatan militer termodern di kawasan Asia Tenggara. Dengan dukungan AS dan Israel, Singapura juga mendapat predikat sebagai negara dengan sistem pertahanan udara (hanud) terkuat. Secara teori, nyaris tiada ‘ruang’ untuk menerobos pertahanan udara Singapura. Apalagi doktrin pada hanud terminal Singapura bakal menangkal setiap potensi serangan udara sebelum memasuki teritori udara. (more…)
Namanya Spyder (Surface-to-air PYthon and DERby) buatan Rafael dan Israel Aircraft Industries (IAI), inilah sistem peluncur rudal pertahanan udara (hanud) titik (point defence) yang paling jadi andalan Negeri Pulau Singapura. Dalam satu platform peluncur, Sypder dapat memuat dua jenis rudal hanud yang berbeda, dirancang untuk menggasak sasaran yang terbang rendah dan sasaran dalam medium range. Soal battle proven, pembom intai Tupolev Tu-22MR Backfire dan pesawat serang darat Sukhoi Su-25 Rusia telah menjadi korban keganasan Spyder. (more…)