
Penggunaan sinar laser di lautan untuk kegiatan provokasi kembali terjadi, setelah pada Mei 2019, yaitu saat awak helikopter militer Australia dari kapal induk HMAS Canberra mendapat serangan laser saat terbang di kawasan Laut Cina Selatan. Awak helikopter Australia mendapatkan paparan sinar laser dari dari kapal nelayan Cina. (more…)

Bukan P-8 (Poseidon) tapi ini Y-8Q, meski sama-sama mencomot identitas angka “delapan” dan mengemban peran sebagai pesawat intai maritim, namun keduanya berbeda platform, P-8 mengusung mesin jet dari basis Boeing 737, sedangkan Y-8Q mengusung mesin turboprop dari basis turunan Antonov An-12. Dan ada kabar terbaru bahwa Y-8Q belum lama ini terdeteksi keberadaanya telah dikerankan untuk mendukung Northern Theatre Command, setelah sebelumnya Cina menugaskan pesawat besutan Shaanxi Aircraft Corporation ini di Eastern and Southern Theatre Commands. (more…)

Lepas dari kecanggihan perangkat yang ada di dalamnya, salah satu kunci sukses pemasaran pesawat intai maritim P-8 Poseidon dan AEW&C (Airborne Early Warning and Control System) E-7A Wedgetail adalah pemilihan platform pesawatnya. Dengan basis pesawat narrow body Boeing 737-700/800, negara pengguna akan lebih mudah dalam melakukan perawatan dan ketersediaan suku cadang yang melimpah. Tapi di pasar commercial narrow body, Boeing 737 series faktanya tak melenggang sendiri, dari Eropa ada Airbus A320 series yang populasinya juga sangat besar, termasuk di Indonesia, dan tentunya bersaing keras dengan penjualan Boeing 737. (more…)

Usianya tergolong sepuh untuk kelas alutsista strategis, pengadaannya boleh dikata seumuran F-5 E/F Tiger II yang kini sudah di grounded oleh TNI AU. Meski sudah hadir sejak awal tahun 80-an, pesawat Intai Maritim Boeing 737-200 (2X9) Camar Emas Skadron Udara 5 TNI AU faktanya masih terus dioperasikan, kesaktian pesawat yang terkenal dengan teknologi SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar) justru mendapat peningkatan kemampuan yang signifikan, bahkan sensor terbaru yang dipasang membuatnya punya kehandalan setara pesawat intai maritim tercanggih, Boeing P-8 Poseidon. (more…)

Keberadaan tiga unit Boeing 737-200 SLAMMR (Side-Looking Airborne Modular Multi-Mission Radar) Skadron 5 Patmar TNI AU telah menjadi kebutuhan strategis dalam misi intai maritim. Di masanya, pesawat tersebut cukup mumpuni dalam meronda laut. Tapi seiring perkembangan jaman dan kondisi pesawat yang telah menua, (didatangkan pada tahun 1982), maka menjadi agenda pemerintah guna memodernisasi jenis pesawat strategis ini, khususnya yang bermesin jet dengan kecepatan dan endurance memadai. (more…)

Dalam suatu perjumpaan dengan penerbang Boeing 737 Surveillance Skadron 5 di Jakarta, sang pilot menyebut harapannya agar pesawat intai maritim penerus Boeing 737 Surveillance adalah dari keluarga Boeing, yang bila ditelusur maksudnya adalah P-8 Poseidon, jet bermesin dua yang juga mengusung platform Boeing 737-800ER. (more…)