Masih lekat dalam ingatan tentang operasi pembebasan sandera MV Sinar Kudus di Teluk Aden tahun 2011, saat itu Satuan Tugas (Satgas) Duta Samudera I yang terdiri dari dua frigat Van Speijk Class, KRI Abdul Halim Perdanakusuma 355 dan KRI Yos Sudarso 353 diperintahkan menuju lokasi penyanderaan. Berangkat dari Tanjung Priok pada 23 Maret 2011, bila ditarik garis lurus jarak yang bakal ditempuh kedua frigat TNI AL mencapai 6.500 km dari Indonesia, sementara jarak jelajah frigat Van Speijk adalah 4.000 km. Dari perhitungan diatas kertas, maka kedua kapal perang era 60-an ini memerlukan bekal ulang dan pengisian bahan bakar lanjutan sebelum tiba di TKP. (more…)
Meski saat ini terus berdatangan kapal perang Eskorta baru untuk TNI AL, seperti korvet SIGMA Class dan korvet Bung Tomo Class, tapi identitas kekuatan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL masih begitu lekat pada sosok frigat Van Speijk Class. Usia frigat ini memang tak muda lagi, karena diproduksi pada kurun waktu 1967 – 1968. Tapi untuk urusan penugasan dan operasional tempur, justru Van Speijk Class dipercaya jadi maskot unjuk kekuatan TNI AL. Eksistensi Van Speijk Class saat operasi pembebasan MV Sinar Kudus dari tangan perompak Somalia pada Maret 2011, serta kemampuannya sebagai platform peluncuran rudal Yakhont, menjadikan nama Van Speijk masih amat diperhitungkan. (more…)