Taiwan diwartakan berencana untuk membeli tambahan 28 unit M142 High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS), serta sembilan set tambahan sistem rudal hanud National Advanced Surface-to-Air Missile Systems (NASAMS). Taiwan sebelumnya telah membeli 29 peluncur HIMARS dari AS dan menerima 11 unit peluncur pertama tahun lalu. (more…)
Dua negara bertetangga di Asia Tenggara kini tengah jual beli serangan akibat konflik di perbatasan, meski Thailand punya keunggulan air superiority dan air to ground attack, namun, Kamboja tak bisa dipandang sebelah mata, pasalnya arsenal artileri roket Angkatan Darat Kamboja lebih unggul ketimbang Thailand, dan pada eskalasi 24 Jul 2025, serangan roket MLRS Kamboja telah menelan kerugian besar disisi Thailand. (more…)
Tiga perusahaan pertahanan kampiun, KNDS Deutschland (Jerman), Elbit Systems (Israel), dan Kongsberg (Norwegia) mengumumkan telah berhasil melakukan uji tembak langsung pertama rudal anti kapal Naval Strike Missile (NSM) dari MARS 3 rocket artillery system. Perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan bahwa uji coba tersebut mengonfirmasi kemampuan MARS 3 untuk meluncurkan NSM yang meluncur di atas permukaan laut. (more…)
Popularitas M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) dalam laga perang di Ukraina, tak pelak ikut mendongkrak penjualan dari self propelled MLRS buatan AS ini. Pasar Eropa termasuk yang sukses digarap oleh Lockheed Martin Missiles and Fire Control (MFC), yang mana HIMARS telah diakuisisi Estonia, Polandia, Rumania, dan menyusul Latvia, Italia, Lithuania serta Kroasia. Rupanya pencapaian HIMARS telah menarik perhatian Perancis untuk membuat tandingannya, khusus untuk pasar Eropa. (more…)
Sejak dikirim ke Ukraina untuk membantu pasukan Rusia, nama self propelled tarcked MLRS (Multiple Lauch Rocket System) buatan Korea Utara ini menjadi dikenal luas, dengan kaliber 600 mm, KN-25 pun disebut komunitas pertahanan internasional sebagai salah satu sistem artileri bergerak terkuat di dunia. Dan lewat unggahan di media sosial, disebut Korea Utara tengah memulai produksi massal KN-25. (more…)
Tak terasa, perang Rusia versus Ukraina akan mencapai tiga tahun pada bulan Februari mendatang, dan dari berbagai aspek alutsista yang terlibat, tak bisa terbantahkan peran strategis dari Multiple Launch Rocket System (MLRS) yang dijalankan oleh Rusia dan Ukraina. Dan dari Rusia, nama Tornado-S dan Tornado-G, hingga kini dianggap sebagai duo MLRS terbaru yang paling diandalkan. (more…)
Setelah sebelumnya sukses mengintegrasikan kanon pesawat GSh-23 pada rantis ( kendaraan taktis) Humvee buatan Amerika Serikat sehingga menjelma sebagai “gun trucks”. Kini ada kabar lanjutan, yakni militer Ukraina mengitegrasikan peluncur roket multilaras pada rantis produksi AM General ini. (more…)
Meski baru digunakan secara terbatas, MLRS (Multiple Launch Rocket System) kaliber 122 mm sudah digunakan sejak lama sebagai arsenal senjata yang dipasang di kapal perang. Dengan daya hancurnya yang besar, MLRS dengan roket 122 mm dominan digunakan sebagai senjata bantuan untuk tembakan ke arah pantai atau pesisir yang dikuasai musuh. (more…)
Mengulang yang telah dilakukan pada tahun 2017, Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL diwartakan akan melakukan uji tembak MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad yang ditempatkan di atas deck kapal perang. Menjadikan alutsista dari Batalyon Roket Marinir berubah peran sebagai senjata penggebuk dari tengah laut. (more…)
Guna memenuhi elemen fire power dalam MEF (minimum essential force), satuan Artileri Medan TNI AD pada tahun 2014 mendapat sejumlah perkuatan alutsista, selain ASTROS II MK6 Self Propelled MLRS, lalu di lini meriam ada TRF-1 CAESAR Self Propelled Howitzer 155 mm yang berkaliber besar. di periode tersebut TNI AD juga mendapatkan 54 pucuk meriam KH-178 kaliber 105 mm dari Korea Selatan untuk melengkapi 3 batalyon (more…)