
Ini bukan pertama kali rudal Mistral diuji tembak, namun pada ajang Latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat) yang berlangsung Rabu (26/9/2018) di Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, untuk pertama kalinya dua rudal Mistral yang diluncurkan dari dua platform berbeda ditembakkan. Seperti diketahui, Arhanud TNI AD mengoperasikan Mistral dalam kendaraan Pindad Komodo 4×4 Missile Launcher dan Mistral pada Multi Purpose Combat Vehicle (MPCV) yang diluncurkan dengan RCWS (Remote Control Weapon Station). (more…)

Ekspos seputar rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) Mistral terbilang sudah banyak, lantaran rudal ini tak hanya digunakan oleh Arhanud TNI AD, melainkan juga diadopsi oleh frigat dan korvet TNI AL sebagai elemen SHORAD (Short Range Air Defence). Namun, biacara tentang rudal Mistral berpeluncur Atlas pada Arhanud TNI AD, maka tak bisa dilepaskan dari kendaraan peluncurnya, yakni rantis Komodo 4×4 Missile Launcher produksi PT Pindad. (more…)

Karena merupakan hajatan besar berskala internasional, urusan pengamanan dalam Asian Games 2018 menjadi perhatian utama dari pemerintah. Dan diantara elemen pengamanan yang melekat pada event yang berlangsung dari 18 Agustus sampai 2 September tersebut adalah keterlibatan elemen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). (more…)

Sebelum rudal Mica terpasang di PKR Martadinata Class dan korvet Bung Tomo Class, maka sistem rudal hanud tercanggih yang ada di arsenal kapal perang TNI AL masih dipegang rudal bergenre SHORAD (Short Range Air Defence) Mistral, terkhusus lagi pada rudal Mistral dengan peluncur Tetral yang mengadopsi teknologi multiple launcher dan RCWS (Remote Control Weapon System). (more…)

Mistral Coordination Post (MCP) dikenal sebagai sistem mobile radar bagi satuan tembak (satbak) rudal Mistral. MCP punya peran sebagai wahana surveillance, command dan control dari baterai Mistral yang tersebar di sekitaran obyek pengamanan. Meski wujudnya hanya berupa kontainer kecil dalam platform truk Unimog, namun MCP dilengkapi radar X band yang mampu melakukan target detection, identification dan tracking pada sasaran sejauh 30.000 meter dengan ketinggian 4.000 meter. (more…)

Pasca pensiunnya rudal hanud Sea Cat di frigat Van Speijk Class TNI AL, maka untuk mengisi kekosongan arsenal pertahanan udara di frigat buatan Belanda tersebut dipilihkan rudal Mistral buatan MBDA, Perancis. Persisnya rudal Mistral di Van Speijk mengusung platform (firing post) Simbad, yang terdiri dari dua peluncur. Di setiap frigat Van Speijk Class setidaknya ada dua pucuk platform Simbad yang ada di atas area hanggar. (more…)

Di awal dekade 80-an, Saab Bofors Dynamincs (d/h Bofors Defence) menjadi salah satu manufaktur MANPADS (Man Portable Air Defence System) yang sukses menempatkan peluncur rudal RBS-70 pada dudukan kendaraan jip Land Rover 4×4. Meski sistem kendali penembakkan tetap manual, namun pemasangan RBS-70 pada platform jip membawa keunggulan mobilitas tersendiri. Dan di kemudian hari jejak Saab diikuti oleh Thales Air Defence yang merilis Starstreak dengan Lightweight Multiple Launcher (LML), yang juga mengadopsi platform Land Rover. (more…)

Bila pada dekade silam, ikon senjata Paskhas TNI AU adalah kanon triple gun, maka saat ini ada dua ikon senjata Paskhas yang terbilang populer, yaitu rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) QW-3 dan kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) Oerlikon Skyshield. Dan bila sebelumnya rudal QW-3 terlihat selalu disuguhkan dalam moda dipanggul, kini QW-3 andalan Korps Baret Jingga juga ditampilkan dalam platform twin launcher. (more…)

Arhanud TNI AD nampak optimal dengan deployment rudal penangkis serangan udara Mistral besutan MBDA. Selain memasang rudal Mistral pada platform rantis Pindad Komodo dan Renault Sherpa Light, melengkapi operasional rudal berpemandu infra red tersebut, juga di datangkan perangkat mobile radar sebagai pendukung kesiapan rudal berkategori MANPADS (Man Portable Air Defence System) tersebut. (more…)
Alih-alih mengikuti harapan banyak orang agar Arhanud (Artileri Pertahanan Udara) TNI punya rudal anti serangan udara jarak menengah, justru Arhanud di ketiga matra masih berkutat di level SAM (surface to air missile) SHORAD (short range air defense). Bahkan elemen SAM SHORAD, khususnya di Arhanud TNI AD kian diperkaya dengan platform peluncur yang menggunakan basis rantis (kendaraan taktis) lapis baja dari beberapa jenis. (more…)