
Tak ingin insiden brutal “Northern Limit Line” di tahun 2002 terulang, yaitu saat kapal patroli Angkatan Laut Korea Selatan PKM-357 terlibat kontak senjata dengan kapal patroli Angkatan Laut Korea Utara di Laut Kuning, maka Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN) kini menghadirkan kapal patroli Chamsuri class dengan persenjataan yang jauh lebih canggih dan mematikan, yang dikenal sebagai Chamsuri class Batch II. (more…)

Selain kemunculan rudal udara udara ke udara yang mirip rudal IRIS-T (InfraRed Imaging System – Tail/Thrust vector controlled) buatan Jerman, saat peninjauan alutsista oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di HUT ke-80 Angkatan Udara Korea Utara, juga nampak rudal jelajah jarak jauh yang secara desain mirip Taurus KEPD 350, yang selama ini menjadi andalan Korea Selatan. (more…)

Meski tak semasif Cina, Korea Utara mulai sering memperlihatkan alutsista barunya yang secara desain mirip dengan produk buatan AS dan Barat. Seperti pada perayaan 80 tahun berdirinya Angkatan Udara Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un diperlihatkan jenis udara udara ke udara yang secara desain mirip rudal IRIS-T (InfraRed Imaging System – Tail/Thrust vector controlled) buatan Diehl Defence, Jerman. (more…)

Korea Selatan telah menangguhkan siaran radio puluhan tahun ke Korea Utara dalam langkah terbaru guna meredakan ketegangan. Langkah ini menandai kemenangan simbolis bagi Pyongyang dengan memutus sumber informasi langka tanpa sensor bagi warganya. (more…)

Dengan posisi magasin ada di atas receiver, desain senapan mesin ringan (Light Machine Gun/LMG) atau di Indonesia kerap disebut Senapan Mesin Regu (SMR), Bren, memang sudah ketinggalan zaman. Namun, pasukan infanteri Korea Utara sampai saat ini masih menggunakannya, tapi dalam varian yang diproduksi secara lokal, dengan label Type 73, termasuk digunakan secara aktif dalam perang di Ukraina. (more…)

Bagi Kim Jong Un, harga diri bangsa adalah segala-galanya, dan ketika ‘dipermalukan’ dengan kegagalan peluncuran unit kedua kapal perusak (destroyer) Choe Hyon class pada awal bulan Mei lalu, maka kemurkaan Kim dan bayang-bayang hukuman berat telah membuat segala yang tak mungkin menjadi mungkin. (more…)

Kemarahan luar biasa Kim Jong Un, plus ancaman hukuman berat, rupanya membuat proses recovery atas unit kedua kapal perusak (destoyer) terbaru Korea Utara, Choe Hyon class, berlangsung cepat, bahkan di luar prediksi banyak pengamat pertahanan global. (more…)

Berita kegagalan peluncuran unit kedua kapal perusak (destroyer) Choe Hyon class milik Korea Utara rupanya masih menjadi topik bahasan menarik, kali ini ada temuan dari citra satelit, yakni dugaan adanya kawanan balon udara di atas kapal perang yang ditutupi terpal biru. (more…)

Ada yang menarik dari latihan pencegatan dan penghancuran drone di Korea Utara, selain menggunakan wahana helikopter, yang berhasil mencuri perhatian adalan helikopter serang yang digunakan adalah dari jenis MD 500, buatan Amerika Serikat. (more…)

Terkenal sadis dalam memberi ganjaran hukuman, murkanya pemimpin Korea Utara Kim Jong Un atas kegagalan peluncuran unit kedua kapal perusak (destroyer) Choe Hyon class masih mengemuka dalam pemberitaan global. Dan lewat citra satelit, kini dapat dianalisis tingkat kerusakan dan kerugian yang terjadi atas kegagalan peluncuran di Chongjin, yang oleh Kim Jong Un disebut sebagai “tindakan kriminal yang disebabkan oleh kecerobohan mutlak.” (more…)