Sebuah plot twist terbesar dalam sejarah industri pertahanan modern global saat ini tengah berlangsung sengit di Kanada. Korea Selatan, sebuah negara yang pada medio 1980-an baru belajar dasar-dasar merancang bangun kapal selam dari galangan kapal legendaris Jerman, HDW (kini bernama ThyssenKrupp Marine Systems – TKMS), lewat perakitan lisensi kapal selam kelas Jangbogo (Type 209), kini berbalik arah menjadi rival paling mematikan bagi sang guru. (more…)
Hanya beberapa saat setelah pernyataan provokatif Donald Trump yang mengancam akan mengakuisisi Greenland secara paksa, Rusia merespons dengan pamer kekuatan militer yang signifikan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pesawat pemburu kapal selam jarak jauh Rusia, Tupolev Tu-142MK, sukses melaksanakan latihan pengisian bahan bakar di udara (in-flight refueling) tepat di atas kawasan Kutub Utara. (more…)
Raksasa industri pertahanan Jerman, thyssenkrupp Marine Systems (TKMS), melalui anak usahanya Atlas Elektronik, secara resmi mengamankan kontrak pengadaan torpedo berat terbesar dalam sejarah perusahaan. (more…)
Selain torpedo dan rudal anti kapal, pada kapal selam modern juga lazim meluncurkan sinyal dan umpan (signal and decoy) dari bawah permukaan laut. Bila decoy diluncurkan untuk mengecoh serangan torpedo lawan dengan bubbles dan gema palsu, maka perangkat sinyal (submarine signaling device) berupa tabung berukuran kecil diluncurkan ke permukaan untuk tujuan non lethal (more…)
Bila melihat sosok kapal selam, hampir dipastikan bagian yang paling menarik perhatian adalah bentuk menara (conning tower). Alasannya karena menara adalah struktur kapal selam yang muncul paling dominan saat kapal berlayar di permukaan. Selain menyiratkan identitas jenis dan tipe kapal selam, menara kapal selam punya fungsi yang teramat penting. (more…)
Pada artikel sebelum ini, diwartakan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) akan diperkuat dengan dua drone bawah laut atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Hugin produksi Kongsberg Discovery, dari tipe Endurance dan Superior. Terkhusus pada Hugin Endurance, drone bawah laut ini punya daya tahan beroperasi selama 15 hari dengan kedalaman selam hingga 6.000 meter. (more…)
Menyikapai potensi konflik dengan Cina maka akan terkait langsung dengan aspek kekuatan maritim, dan bagi Amerika Serikat dan sekutunya tak bisa mengesampingkan keunggulan sistem senjata pada kapal selam. Seperti pada 24 Februari lalu, Departemen Pertahanan AS telah memberikan dua kontrak untuk mendukung program Torpedo Kelas Berat – Heavyweight Torpedo MK 48 Mod 7. (more…)
Korps Hiu Kencana belum lama ini ketambahan fasilitas baru, yakni berupa Submarine Fire Damage Control Trainer (SFDCT) yang diresmikan operasionalnya oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali di Komando Latihan (Kolat) Koarmada II Surabaya. Peresmian SFDCT sekaligus melengkapai fasilitas latihan awak kapal selam yang sebelumnya telah beroperasi, seperti Submarine Control Simulator (SCS), Submarine Command Team Trainer (SCTT) dan Submarine Sonar Simulator (SSS). (more…)
Bahwa kapal mata-mata (spy ship) Cina menguntit aktivitas maritim Australia dan Amerika Serikat di kawasan Pasifik, sudah menjadi hal yang tak asing didengar. Umumnya setiap digelar latihan militer bilateral dan multilateral di sekitaran Pasifik, maka lazim ada ‘utusan’ tak resmi dari Beijing yang berkedok kapal riset tak jauh-jauh dari lokasi latihan. Namun, ada sesuatu yang baru terkait aksi spy ship dari negeri Tirai Bambu. (more…)
Merujuk ke Minimum Essential Force (MEF), harapan untuk menjodohkan rudal anti kapal sebagai sistem senjata di kapal selam Nagapasa Class terasa amat berat. Namun, tahukah Anda, bahwa di tahun 1962 justru ada kapal selam milik Indonesia yang pernah melontarkan rudal anti kapal, bahkan kelasnya jauh diatas UGM-84 Harpoon atau SM39 Exocet, yakni sosok alutista yang masuk segmen rudal jelajah (cruise missile) SS-N-3c Shaddock. (more…)