
Saling klaim terkait konflik perbatasan antara India dan Pakistan kerap memunculkan isu kontroversial, sebut saja dalam duel udara di atas Kashmir pada 27 Februari 2019, pihak Pakistan menyebut jet tempur JF-17 Thunder mampu menembak jatuh Sukhoi Su-30MKI milik India. (more…)

Selain unjuk kemampuan rudal jelajah dan drone kamikaze, medan perang Ukraina diwarnai dengan penggunaan proyektil artileri berpemandu, yang menjadikan proyektil (munisi) dari howitzer 155 mm dapat melesat menuju sasaran dengan akurasi tinggi laksana rudal. Lantaran ada unsur pemandu yang mengadopsi sistem elektronik, maka terbuka peluang untuk melakukan jamming alias gangguan pada proyektil pintar. (more…)

Meski pasar ekspor produk pertahanan Rusia terdampak dari perang yang berkecamuk di Ukraina. Namun, perang dalam sisi lain menjadi peluang pemasaran pada produk persenjataan terpilih, khususnya pada alutsista yang meraih predikat battle proven dengan kill probability yang tinggi. (more…)

Bocoran dokumen rahasia Pentagon yang diretas oleh Jack Douglas Teixeira, petugas Sistem Siber dari Massachusetts Air National Guard, bukan hanya mengulas tentang kekuatan militer Cina, debut operasi Amerika Serikat di Ukraina pun ikut ditelanjangi. Salah satu laporan yang menarik adalah kasus berulang kali bom pintar (smart bomb) Joint Direct Attack Munition (JDAM) yang dipasok AS ke Ukraina, yang gagal mengenai sasaran. (more…)

Berjarak sekitar 200 km dari Moskow, pada hari Minggu, 26 Maret 2023, sebuah drone kamikaze Strizh (Tupolev Tu-141) berhasil dieliminasi oleh sistem pertahanan udara Rusia di wilayah Tula. Namun, Tu-141 bukan jatuh karena ditembak, melainkan berhasil dijatuhkan berkat kemampuan jamming dari Pole-21 electronic warfare systems. (more…)

Setelah sempat melakukan negosiasi untuk memasok perangkat peperangan elektronik di frigat FREMM pesanan Indonesia, kini ada kabar terbaru dari Elettronica, dimana perusahaan penyedia perangkat elektronik pertahanan yang bermarkas di Roma, Italia, telah meraih kontrak untuk memasok komponen electronic warfare (peperangan elektronik) pada dua kapal perang jenis OPV (Offshore Patrol Vessel) 90 pesanan TNI AL yang kini sedang dibangun oleh galangan PT Daya Radar Utama (DRU). (more…)

Dengan Indonesia meraih posisi keempat, Pesta Olahraga Asia Tenggara 2019 atau South East Asian Games 2019 telah ditutup pada 10 Desember lalu, dimana posisi pertama kejuaraan dua tahun ini ditempati oleh tuan rumah Filipina. Namun, tahukah Anda, bahwa pihak keamanan SEA Games 2019 rupanya turut mengerahkan tim anti drone. Persisnya tim dikerahkan saat Upacara Pembukaan yang digelar 30 November di Philippine Arena, yaitu stadion indoor terbesar dengan kapasitas 55 ribu orang yang berlokasi di Ciudad de Victoria, Bocaue, Bulacan. (more…)

Hampir sebagian besar rudal udara ke udara jarak menengah/jauh mengandalkan pemandu berupa active radar homing. Dilepaskan dari beyond visual range, rudal udara ke udara merupakan momok menakutkan yang harus dihadapi para fighter di ketinggian langit. Dan lazimnya, guna menangkis serangan rudal udara ke udara dengan active radar homing, jet tempur mengandalkan chaff (sekam). (more…)

Meski sudah punya enam unit Boeing E-7A Wedgetail, stasiun radar terbang yang punya kemampuan peperangan elektronik (electronic warfare) tingkat tinggi dengan jamming, faktanya AU Australia/Royal Australian Air Force (RAAF) masih belum puas untuk memperkuat elemen electronic warfare-nya. Guna mengantisipasi ancaman dari ‘utara’ yang sewaktu-waktu dapat timbul, AU Australia kini telah didapuk sebagai pemilik kekuatan udara nomer satu di belahan Asia Pasifik, terkhusus untuk meladeni pernika (perang elektronika). (more…)

Sosoknya boleh dibilang kecil bahkan terlihat imut, harganya pun ditaksir hanya belasan juta, tapi siapa sangka sebuah drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) quadcopter mampu mengganggu aksi jet tempur Sukhoi Su-30MK2 TNI AU yang harganya mencapai puluhan juta dollar. Ini bukan skenario dalam latihan, tapi benar-benar terjadi pada 27 April 2017 di Kendari, Sulawesi Tenggara. (more…)