Untuk pertama kalinya, dua ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) roda rantai yang tengah berkompetisi dalam program Land 400 Phase 3, ditampilkan di muka publik. Tepatnya pada 12 Maret 2021 di Canberra, Lynx KF41 buatan Rheinmetall Defence dan Redback buatan Hanwha Defence diperlihatkan secara statis. Posisi dua ranpur yang sudah di cat loreng khas gurun Australia itu dipisahkan oleh satu unit ranpur M113 yang nanti akan digantikan oleh salah satu dari keduanya. (more…)
Ada yang unik saat Cina tak ada dalam daftar nama pengguna ranpur amfibi BMP-3 series, pasalnya BMP-3 termasuk IFV (Infantry Fighting Vehicle) terbaik di pasaran, dan dibuat oleh Rusia, yang notabene produk Rusia ‘rajin’ dibeli oleh Cina. (more…)
Pengembangan teknologi kendaraan hybrid (hibrida) tak hanya getol dilakukan sektor otomotif sipil, sektor militer sesuai porsinya pun ikut mengembangkan rantis dan ranpur dengan pasokan tenaga hybrid. Seperti belum lama ini, perusahaan asal Jerman – Flensburger Fahrzeugbau Gesellschaft (FFG), memperkenalkan prototipe ranpur lapis baja yang mengadopsi teknologi hybrid, yaitu mengusung apa yang disebut fully hybrid diesel-electric drive system.(more…)
Kilas balik ke tahun 2002, Kavaleri Korps Marinir pernah diperkuat 12 unit panser amfibi BTR-80A. Bahkan panser 8×8 ini seolah menjadi ikon kavaeri Marinir, terlebih saat BTR-80A Korps Marinir ditugaskan sebagai komponen dalam batalyon mekanik Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Dari 12 unit yang didatangkan, satu unit diantaranya mengalami rusak berat akibat terjangan Tsunami di Aceh. Dan saat ini, kesemua unit BTR-80A yang tersisa dikabarkan masih berada di Lebanon. Dengan kondisi tersebut, sudah selayaknya Korps Marinir mendapatkan ranpur pengganti di lini panser 8×8. (more…)
Tanggal 12 April 2019 menjadi momen penting bagi pengadaan alutsista nasional, selain ada penandatanganan kontrak pembelian tiga kapal selam, helikopter, dan beragam jenis munisi, dari segmen ranpur (kendaraan tempur) juga ada kabar yang menggembirakan, pasalnya PT Pindad meriah order untuk pengadaan medium tank Harimau dan panser Cobra 8×8. (more…)
China North Industries Group Corporation atau yang akrab dikenal dengan sebutan Norinco, sudah kondang dikenal sebagai pemasok alutsista papan atas, tidak hanya di luar negeri, produk lansiran Norinco cukup banyak dari jenis dan kuantitas pada arsenal persenjataan TNI. Meski Norinco tak memasok ranpur lapis baja (panser) berpenggerak 8×8 di Indonesia, namun manufaktur dari Negeri Tirai Bambu ini punya produk panser 8×8, yang boleh dikata setanding dengan panser jenis Pandur II, AV8 Gempita atau AV81 Terrex. (more…)
Saat Indonesia masih mempertimbangkan siapa mitra yang bakal jadi pemberi lisensi untuk produksi ranpur (panser) 8×8, maka negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sudah melangkah di depan. Singapura sudah tersohor dengan produksi panser yang disebut paling canggih di Asia Tenggara, yakni AV81 Terrex 8×8. Sementara Malaysia sudah mendapat lisensi untuk memproduksi AV8 Gempita 8×8 dari FNSS Savunma Sistemleri, manufaktur persenjataan dari Turki, (more…)
Sesuai tuntutan jaman, taktik dan strategi kemiliteran mengalami dinamika yang menarik untuk dicermati, bila sebelum tahun 2000, TNI AD masih berkutat pada pengembangan light infanteri atau infanteri berjalan, maka kini perlahan namun pasti, TNI AD mulai melengkapi unit tempur infanterinya dengan elemen yang lebih modern, yakni Infanteri Mekanis, atau dalam terminologi saat ini kondang disebut Batalyon Infanteri Mekanis (Yonif Mekanis). (more…)
Bila di darat dikenal jenis ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle), yakni wahana transport personel yang dipersenjatai dengan kanon kaliber menengah, sehingga cukup efektif untuk menyerang sasaran secara langsung, di lingkup TNI AD bisa dicontohkan dengan hadirnya Marder 1A3. Nah, dalam wujud yang lain, kavaleri udara TNI AD juga punya The “Flying IFV.” Punya kehandalan dan kegarangan setara Marder, tapi IFV yang satu ini wujudnya adalah helikopter. (more…)
Patut disyukuri bahwa militer Indonesia lumayan punya pengalaman dalam mengoperasikan ranpur kelas IFV (Infantry Fighting Vehicle), diantaranya ada BVP-2, BTR-80A, AMX-10P, dan yang paling baru BMP-3F. IFV memang punya kemiripan dengan peran APC (Armoured Personnel Carrier), yaitu sama-sama bertugas menghantarkan prajurit yang diangkutnya ke wilayah operasi yang telah ditentukan. Tapi IFV punya kemampuan ‘lebih’ dibanding APC. (more…)