Bukan Cuma Digunakan Pasukan Infanteri, Di Cina Mortir Kaliber Berat Dioperasikan Personel Pemadam Kebakaran

Mortir ternyata bukan hanya digunakan oleh pasukan infanteri untuk menghancurkan pertahanan lawan di medan tempur. Di Cina, persenjataan artileri bertipe smoothbore yang tergolong sebagai mortir kaliber berat ini justru dialihfungsikan menjadi sarana taktis untuk memadamkan kebakaran hutan (forest firefighting) dan ancaman api di area terisolasi.
Baca juga: TNI AD Gunakan Mortir Kaliber 120mm Buatan Bosnia-Herzegovina, Ini Spesifikasinya
Dalam uji coba dan latihan operasional yang dikembangkan oleh raksasa manufaktur pertahanan Cina, Norinco (China North Industries Corporation), teknologi pelontar proyektil pemadam api berbasis mortir 120 mm dan sistem rel bom elektro-magnetik (railgun/electromagnetic launcher) diperkenalkan untuk memperkuat jajaran unit Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Cina (China Fire and Rescue Force).
Pengembangan teknologi ini difokuskan untuk unit-unit pemadam kebakaran di wilayah perbukitan dan pegunungan terjal seperti Provinsi Sichuan, Yunnan, serta daerah otonom pegunungan di Cina bagian barat daya.
Di kawasan yang mendominasi medan hutan lebat tersebut, truk pemadam kebakaran konvensional kerap kali tidak dapat melintas karena ketiadaan akses jalan, sementara helikopter pemadam (water bombing) sering kali terhalang oleh angin kencang atau asap tebal yang membahayakan penerbangan.
Training of Chinese firefighting crews: firing fire-extinguishing projectiles from 120 mm mortars. pic.twitter.com/blN5jF3ZyP
— China pulse 🇨🇳 (@Eng_china5) September 28, 2026
Secara teknis, mortir kaliber 120 mm dikategorikan sebagai mortir berat (heavy mortar) karena memiliki daya hantam dan daya muat (payload capacity) yang sangat signifikan dibanding mortir sedang (81 mm/82 mm).
Proyektil pemadam khusus 120 mm yang dikembangkan sanggup membawa muatan agen pemadam (extinguishing agent) berbasis bubuk kimia kering (dry chemical powder) atau gel penahan api seberat 10 hingga 15 kilogram per amunisi.
Proyektil ini dilengkapi fuze peledak udara (airburst proximity fuze) atau detektor ketinggian berbasis laser/radar. Begitu proyektil mencapai titik koordinat target di atas vegetasi yang terbakar, muatan bahan kimia akan diledakkan secara terukur (dispersal charge) untuk menyebarkan material pemadam hingga menutupi area seluas ratusan meter persegi dan mengisolasi oksigen secara instan.
🇨🇳🧑🚒Mortar crews of Chinese emergency services firefighters
china3army pic.twitter.com/TwgC73xk4x
— dana (@dana916) September 25, 2026
Dari segi jangkauan dan spesifikasi operasional, mortir pemadam api 120 mm ini memiliki jarak tembak efektif antara 1,5 kilometer hingga 6,5 kilometer pada mode penembakan lengkung (high-angle indirect fire). Sistem penembakannya diintegrasikan dengan radar pelacak cuaca, instrumen kendali tembak (fire control system), serta drone pengintai (UAV) yang bertugas mengunci titik panas (hotspot) dan mengirimkan koordinat GPS secara akurat ke komputer peluncur.
Selain versi mortir konvensional berkaki tiga (towed/portable), Cina juga menguji varian otomatisasi yang dipasang di atas sasis kendaraan taktis lapis baja 4×4 maupun 6×6, yang memungkinkan pasukan pemadam menggelar tembakan salvo (rapid barrage) dan langsung berpindah lokasi dalam hitungan menit untuk menghindari bahaya jilatan api.
Dislitbang TNI AD Uji Sertifikasi Mortir 81mm (MO-3) Produksi PT Pindad
Laporan mengenai adopsi persenjataan berat untuk aksi penanggulangan bencana ini turut dipublikasikan oleh berbagai media internasional dan portal militer global seperti Army Recognition, Defense Blog, hingga media resmi Cina People’s Daily.
Penggunaan sistem mortir 120 mm ini membuktikan bahwa batas antara alutsista militer dan peralatan kedaruratan sipil semakin cair (military-civil fusion), di mana presisi dan daya jangkau artileri perang dapat dikonversi secara efektif menjadi alat penyelamat lingkungan dari ancaman kebakaran besar. (Gilang Perdana)
KM-8 Gran: Mortir Pintar Kaliber 120mm dengan Sistem Pemandu Laser


