Rupanya ada risiko tersendiri bila membeli pesawat tempur yang lisensi produksinya dipegang oleh beberapa negara. Pasalnya bila satu negara anggota konsorsium menolak penjualan, maka otomatis penjualan kepada negara tertentu tidak dapat dijalankan, terlebih bila negara penolak tak sekedar punya hak veto, melainkan juga menguasai sektor komponen penting dalam produksi pesawat tersebut. Dan hal ini telah menjadi polemik antara Inggris dan Jerman dalam penjualan Eurofighter Typhoon ke Arab Saudi. (more…)
Kementerian Pertahanan Inggris dalam waktu dekat akan menyodorkan kontrak ke Rolls-Royce untuk memasok mesin EJ200 ke jet tempur Eurofighter Typhoon. Bila tak ada perubahan, perusahaan multinasional dalam negeri itu akan menyokong mesin tersebut selama enam tahun dari 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2029 dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai £500 juta atau sekitar Rp8 triliun.
Ada kabar baru dari Angkatan Udara Negeri Britania, yakni di tahun-tahun mendatang, armada jet tempur Eurofighter Typhoon RAF (Royal Air Force) akan mendapatkan paket upgrade berupa instalasi jenis radar baru ECRS (European Common Radar System) Mk2 yang dijuluki “Active Electronically Scanned Array (AESA) World Class Radars”. (more…)
Kilas balik ke pertengahan tahun 2020, kala itu trending topic alutsista di Indonesia diwarnai dengan kabar minta dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk membeli 15 unit jet tempur Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Austria. Saking seriusnya, Menhan Prabowo pun di tahun itu sampai terbang ke Austria untuk melobi mitranya, Menhan Austria Klaudia Tanner. (more…)
Proyek pengadaan alutsista selain mengedepankan modernisasi serta kemampuan tempur suatu negara, juga tak bisa dilepaskan dari pemberdayaan industri. Yang jika sudah bicara industri maka akan terkait dengan potensi ekonomi serta tenaga kerja yang ada di dalamnya. Nun jauh di Benua Biru, proyek Eurofighter Typhoon disebut bakal mengamankan 26.000 pekerjaan di Spanyol hingga tahun 2060. (more…)
5 November mendatang Indo Defence 2014 akan digelar di Kemayoran, Jakarta. Khusus pada proyek pengganti jet tempur F-5 E/F Tiger II TNI AU, para manufaktur dirgantara global sudah siap pasang kuda-kuda untuk membetot perhatian publik dan kalangan pengambil keputusan guna mendapatkan tender pengadaan jet tempur multirole generasi 4+. (more…)
Ajang pameran militer tahunan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Indo Defence, kali ini akan berlangsung lebih menarik. Pasalnya beberapa manufaktur jet tempur dari manca negara akan bertarung untuk memperebutkan kontrak pengadaan jet multirole baru sebagai pengganti armada F-5 E/F Tiger II Skadron 14 yang akan masuk masa purna tugas. Pemerintah memang berketetapan untuk segera memilih jet anyar pengganti F-5 E/F, agar pada Rencana Strategis (Renstra) II 2015-2020 dapat dilakukan pembelian sehingga pesawat yang dimaksud datang tepat pada waktunya. (more…)