Setelah melihat kondisi di Timur Tengah dan adanya tekanan keras dari serikat pekerja industri dirgantara yang terdampak pada rantai produksi, pemerintahan Kanselir Jerman Olaf Scholz mengisyaratkan pihaknya siap untuk membalikkan arah dan mendukung penjualan 48 unit jet tempur Eurofighter Typhoon pesanan tambahan) ke Arab Saudi, meski mungkin diperlukan waktu beberapa tahun untuk mengirimkannya. (more…)
Meski dengan bangga tengah menantikan penerbangan perdana jet tempur stealth KAAN pada 27 Desember mendatang, namun kekuatan udara Turki justru sedang dilanda kegalauan, yakni terkait program pengadaan jet tempur generasi keempat yang mendapat ‘ganjalan’ dari dua negara sekutunya dalam NATO, yakni Amerika Serikat dan Jerman. (more…)
Sengkarut rencana pembelian 48 jet tempur Eurofighter Typhoon rupanya telah membuat gerah pemerintah Arab Saudi. Meski mendapat dukungan dari Inggris dan Spanyol, penjualan Typhoon ke Negeri Raja Salman tak bisa dilakukan akibat veto “Hak Asasi Manusia” dari Jerman. Dan kini ada kabar bahwa Arab Saudi tengah bernegosiasi dengan Dassault Aviation dari Perancis. (more…)
Di tengah ramainya berita penolakan penjualan jet tempur Eurofighter Typhoon oleh pemerintah Jerman, yang kemudian menyulut protes keras dari serikat pekerja penerbangan, namun Jerman justru baru saja merilis hadirnya varian baru yang disebut Eurofighter Typhoon EK (Elektronischer Kampf)/ EC (Electronic Combat) atau varian peperangan elektronika. (more…)
Kanselir Jerman Olaf Scholz bisa saja menolak rencana penjualan jet tempur Eurofighter Typhoon ke Turki, maklum Jerman adalah bagian dari empat negara konsorsium yang ikut merancang dan memproduksi komponen Typhoon. Namun niatan Scholz rupanya harus mendapat ‘perlawanan’ dari kelompok pekerja penerbangan di Jerman. (more…)
Meski pada akhirnya kandas, rencana pengadaan jet tempur Eurofighter Typhoon untuk memperkuat TNI AU pernah ramai diberitakan, sebut saja niatan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Oktober 2020 untuk memborong jet tempur Typhoon bekas dari Angkatan Udata Austria. Disamping jauh sebelum itu, yakni pada tahun 2015 – 2016, jet tempur ini pernah aktif ditawarkan oleh konsorsium empat negara Eropa yang tergabung dalam Eurofighter GmbH. (more…)
Terlepas dari polemik atas ‘keraguan’ Jerman atas rencana penjualan 40 unit Eurofighter Typhoon ke Turki, menarik untuk dicermati bahwa Turki lewat Menteri Pertahanan Yaşar Güler menyebut bahwa yang diinginkan Turki bukan jet tempur bekas dan yang dibeli Turki harus berupa Typhoon varian terbaru, yang berarti Eurofighter Typhoon Tranche 4. (more…)
Setelah F-15E Eagle dan F-16 Fighting Falcon, maka Eurofighter Typhoon akan menjadi jet tempur pertama di luar produksi AS yang akan dipasangi perangkat Digital GPS Anti-jam Receiver (DIGAR). Upgrade pemasangan DIGAR pada jet tempur Typhoon terkait dengan peningkatan kapabilitas tempur dalam program Phase 4 Enhancements (P4E). (more…)
Seperti diulas pada artikel kami di bulan Juli lalu, Inggris dan Jerman berbeda pendapat dalam penjualan jet tempur Eurofighter Typhoon ke Arab Saudi. Inggris menyetujui penjualan Typhoon ke Negeri Raja Salman, sebaliknya Jerman menentang penjualan, lantaran ada isu hak asasi manusia. Nah, rupanya pesanan Eurofighter Typhoon untuk Arab Saudi yang berstatus ‘menggantung’ akan dibeli oleh Turki. (more…)
Spanyol berbeda dengan sekutu Amerika Serikat yang umumnya ‘latah’ memesan jet tempur stealth F-35 Lightning II, padahal tiga negara lain berstatus bagian dari konsorsium Eurofighter Typhoon, seperti Jerman, Inggris dan Italia, telah menjatuhkan pilihan akuisisi pada varian F-35. Tapi Spanyol punya sikap berbeda dengan menolak tawaran akuisisi F-35 dan memilih fokus pada order dan pengembangan Eurofighter Typhoon yang notabene buatan Eropa dan produksinya dapat mencipakan lapangan pekerjaan di dalam negeri. (more…)