Tag: DCSA

Meski Jadi ‘Anak Kesayangan’, Nasib Taiwan Jadi Penunggu Terlama dalam Pembelian Alutsista dari AS

 

Berstatus sebagai ‘anak kesayangan’ yang tidak diakui, Taiwan rupanya punya kesan tersendiri dalam pengadaan persenjataan utama yang dipasok oleh Amerika Serikat. Berbeda dengan negara-negara pembeli alutsista dari AS, maka kecenderungan yang diterima oleh Taipei lebih lama ketimbang pesanan negara lain, meski dalam beberapa kasus Taiwan memesan jenis senjata yang dimaksud lebih dahulu. Sebut saja Taiwan memiliki waktu tunggu terlama kedua untuk pesanan jet tempur F-16 Block 70 Viper dari Lockheed Martin. (more…)

Yunani Borong Ranpur Amfibi AAV (LVTP-7) Bekas USMC Senilai US$268 Juta

Kilas balik ke November 2021, saat itu diwartakan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) berencana untuk menjual asetnya berupa ranpur amfibi Assault Amphibious Vehicles (AAV) atau LVTP-7 ke negara asing. Peta jalan divestasi pun telah dipersiapkan untuk dijual di bawah kesepakatan Foreign Military Sales (FMS). Dan ada kabar, rupanya Yunani menjadi negara yang akan membeli AAV bekas pakai tersebut. (more…)

Bukan Lewat FMS, Kontrak Pengadaan C-130J Super Hercules TNI AU Menggunakan Skema DCS

Berbeda dengan pengadaan alutsista dari Amerika Serikat yang kebanyakan menggunakan skema Foregn Military Sales (FMS), maka terungkap bahwa pengadaan lima unit pesawat angkut C-130J Super Hercules untuk TNI AU, menggunakan skema lain, yakni Direct Commercial Sales (DCS). Hal ini berbeda dengan skema pengadaan alutsista TNI dari AS, seperti pembelian helikopter serang AH-64E Apache Guardian, pembelian jet tempur, rudal udara ke udara dan lainnya. (more…)

AS Tawarkan Filipina 12 Unit F-16 Viper, Sanggupkah Dibeli?

Di hari yang sama dengan jatuhnya helikopter S-70i Black Hawk, nun jauh dari Amerika Serikat ada kabar yang menyebutkan bahwa US Defense Security Cooperation Agency (DCSA), lembaga di bawah Departemen Pertahanan AS, menyetujui atas potensi penjualan armada F-16 Block 70/72 Viper berikut paket persenjataannya kepada Filipina. (more…)

AGM-88B/E HARM, Lawan Tanding Rudal Anti Radar Kh-31P TNI AU

Dalam babak awal serangan udara ke permukaan, penghancuran fasilitas radar dan sarana berbasis elektronik menjadi prioritas utama untuk segera ditaklukan. Penghancuran radar, terutama radar hanud (pertahanan udara) dengan kemampuan GCI (Ground Control Intercept) menjadi mutlak dilakukan, pasalnya radar inilah yang berperan aktif ‘membimbing’ jet tempur lawan, belum lagi peran radar GCI sebagai integrator IFF (Identification Friend or Foe) pada beragam sistem senjata hanud titik (rudal/kanon) dan hanud terminal (pesawat tempur). (more…)