
Airbus Defense and Space secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk meningkatkan laju produksi pesawat angkut taktis bermesin ganda (twin-turboprop), C-295. Keputusan ini diambil guna memenuhi lonjakan permintaan yang tinggi, baik untuk memenuhi kebutuhan domestik Spanyol maupun pesanan dari berbagai pelanggan internasional. (more…)

Industri penerbangan militer India menorehkan tinta emas dalam sejarah modernnya. Angkatan Udara India (IAF) secara resmi mengumumkan keberhasilan penerbangan perdana (maiden flight) pesawat angkut taktis C-295 pertama yang sepenuhnya dirakit di dalam negeri pada 14 Juni 2026. (more…)

Pengumuman resmi dari Airbus Defence and Space tertanggal 27 Mei 2026 mengenai pemesanan dua unit pesawat C-295 oleh Angkatan Laut Thailand (Royal Thai Navy/RTN) menandai babak baru dalam modernisasi kekuatan udara matra laut negeri gajah putih. Langkah strategis ini sangat menarik untuk dicermati, mengingat belum lama ini Angkatan Udara Thailand (RTAF) juga mengumumkan penandatanganan kontrak untuk dua unit tambahan C-295. (more…)

Angkatan Udara Thailand (Royal Thai Air Force / RTAF) secara resmi mengumumkan langkah modernisasi alutsista terbarunya dengan memesan dua unit pesawat angkut taktis Airbus C-295 langsung dari pabrikan Airbus Defence and Space di Getafe, Spanyol. Pengadaan dua pesawat angkut dalam konfigurasi taktis ini ditargetkan untuk mendongkrak kapabilitas pertahanan serta mobilitas udara militer Negeri Gajah Putih secara signifikan. (more…)

Kementerian Pertahanan Spanyol telah mengakuisisi 18 pesawat angkut Airbus C-295 untuk menggantikan armada CN-235 dan C-212 yang dikhususkan untuk pelatihan pilot dan penerjunan pasukan payung (lintas udara) Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol. (more…)

Guna menjangkau korban yang akses wilayahnya terputus total akibat bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), TNI AU diwartakan menerjunkan helibox sebagai bagian dari solusi LCLA (Low Cost Low Altitude). Meski tak lazim didengar, namun, helibox bukan sesuatu yang baru dalam lingkup airdrop di dunia kemilliteran. (more…)

Pada 12 Maret 2024, Airbus mengumumkan pencapaian pesanan ke-300 unit pesawat angkut sedang C-295, atau ada yang menyebutnya CN-295 di Indonesia. Di momen pencapaian pesanan ke-300 unit, Airbus menyebut bahwa C-295 telah sukses beroperasi dari Samudera Pasifik hingga gurun Arab, dari hutan tropis hingga Sahel dan padang rumput Kazakh, C-295 dan pangsa pasarnya telah menjadi kisah sukses bagi industri dirgantara Eropa dan Spanyol. (more…)

Meski tidak selalu, umumnya pemberian manfaat alih teknologi atau transfer of technology (ToT) berupa pembangunan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) terkait dengan produk yang dibeli oleh suatu negara. Sebut saja dalam proyek pengadaan pesawat angkut Airbus C-295, untuk pasar Asia Tenggara idealnya adalah Indonesia yang mendapatkan manfaat pembangunan fasilitas hub MRO, lantaran Indonesia pembeli terbesar C-295 di kawasan Indo Pasifik, khususnya Asia Tenggara. (more…)

Mengikuti jejak Indonesia, Thailand, Filipina dan Vietnam, Brunei Darussalam kini resmi menjadi operator pesawat angkut sedang C-295 di Asia Tenggara. Batch pengiriman perdana yang terdiri dari dua unit C-295 telah tiba di Brunei Darussalam pada 16 Februari 2024. (more…)

Di penghujung akhir tahun ini, Airbus Defence and Space (ADS) meraih kontrak senilai 1,695 miliar untuk pengadaan 16 unit pesawat intai Airbus C-295 pesanan Kementerian Pertahanan Spanyol untuk kebutuhan Angkatan Udara dan Angkatan Laut Negeri Matador. Pesanan tersebut akan dibagi ke dalam dua konfigurasi, yakni Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan Maritime Surveillance Aircraft (MSA). (more…)