Ikuti Langkah Angkatan Darat dan Udara, Angkatan Laut Thailand Resmi Pesan Dua Unit Airbus C-295

Pengumuman resmi dari Airbus Defence and Space tertanggal 27 Mei 2026 mengenai pemesanan dua unit pesawat C-295 oleh Angkatan Laut Thailand (Royal Thai Navy/RTN) menandai babak baru dalam modernisasi kekuatan udara matra laut negeri gajah putih. Langkah strategis ini sangat menarik untuk dicermati, mengingat belum lama ini Angkatan Udara Thailand (RTAF) juga mengumumkan penandatanganan kontrak untuk dua unit tambahan C-295.
Bagi Angkatan Laut Thailand sendiri, akuisisi dua unit C-295 dengan konfigurasi transportasi tingkat lanjut (advanced transport configuration) ini dipastikan menjadi sejarah baru karena merupakan akuisisi perdana mereka untuk tipe pesawat taktis legendaris tersebut.
Kehadiran C-295 di tubuh RTN sekaligus melengkapi adopsi pesawat ini di seluruh matra angkatan bersenjata Thailand, setelah Angkatan Darat Thailand (RTAM) menjadi operator pertama yang menerbangkan tiga unit C-295 untuk misi kargo dan angkut pasukan sejak tahun 2016 silam.
Meskipun ketiga matra angkatan bersenjata Thailand kini menjatuhkan pilihannya pada platform pesawat yang sama, terdapat perbedaan spesifikasi dan varian yang sangat krusial antara armada milik Angkatan Udara (RTAF) dan Angkatan Laut (RTN). Varian C-295 yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Thailand difokuskan murni sebagai pesawat angkut taktis (tactical transport) standar yang dioptimalkan untuk misi logistik militer, penerjunan pasukan payung, serta pengiriman kargo berat ke wilayah-wilayah dengan landasan pacu pendek atau belum dipersiapkan.

Sebaliknya, varian C-295 yang dipesan oleh Angkatan Laut Thailand mengusung konfigurasi yang jauh lebih kompleks dan canggih. Pesawat pesanan RTN didesain sebagai pesawat multi-misi yang tidak hanya andal untuk operasi logistik, tetapi juga diberkati kemampuan mutakhir untuk menjalankan misi pengawasan maritim (maritime surveillance) serta misi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR).
Perbedaan paling mencolok pada varian Angkatan Laut Thailand terletak pada integrasi perangkat sensor mutakhir berupa kubah sensor Elektro-Optik dan Infra-Merah (EO/IR) yang terpasang pada badan pesawat. Keberadaan integrasi sistem optronik canggih ini memberikan kemampuan deteksi superior bagi RTN untuk melacak, mengklasifikasikan, serta mengidentifikasi berbagai jenis target secara presisi, baik yang berada di permukaan laut maupun di daratan, dalam kondisi siang hari yang terik hingga malam hari yang gelap gulita.
Berbeda dengan varian RTAF yang lazimnya mengandalkan navigasi visual standar untuk pemantauan darat, varian maritim RTN yang nantinya akan berbasis di Pangkalan Udara U-Tapao, Sattahip ini, bertindak sebagai mata udara yang tangguh untuk mengawasi zona ekonomi eksklusif dan merespons kedaruratan di perairan Thailand. Rangkaian pesawat pesanan ini akan dirakit langsung di fasilitas kedirgantaraan Airbus di Seville, Spanyol, dengan jadwal pengiriman unit pertama ditargetkan rampung pada akhir tahun 2028. (Bayu Pamungkas)


