
Lewat kontrak senilai US$3 miliar, India langsung menggeser posisi Indonesia sebagai operator terbesar pesawat angkut C-295 di Asia Pasifik. Bahkan dengan pesanan total 56 unit, maka India otomatis menjadi operator C-295 terbesar di dunia. Varian untuk India pun diberi kode khusus C-295MW. Dan belum lama berselang ada kabar bahwa unit perdana C-295MW telah dikirimkan oleh Airbus ke Angkatan Udara India. (more…)

Penerjunan kargo dengan menggunakan parasut adalah kemampuan standar bagi skadron angkut TNI AU. Namun, selama ini penerjunan kargo menggunakan parasut hanya dilakukan dengan pesawat angkut C-130 Hercules. Padahal selain C-130, masih ada jenis pesawat TNI AU yang mampu melaksanakan penerjukan kargo dengan parasut, yang salah satunya adalah dengan C-295M dari Skadron Udara 2. (more…)

Setelah penandatanganan kontrak pada September 2021, kini unit pertama pesawat angkut sedang C-295 produksi Airbus Defence and Space pesanan Angkatan Udara India, telah sukses terbang perdana pada 5 Mei 2023. India meneken kontrak senilai US$3 miliar untuk akuisisi 56 unit C-295MW (varian India). Yang menobatkan India sebagai operator terbesar C-295, setelah menggeser posisi Indonesia. (more…)

Setelah lama redup kabar beritanya, rencana pengadaan pesawat intai peringatan dini – Airborne Early Warning and Control (AEW&C) untuk TNI AU kembali mencuat, khususnya setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberi persetujuan untuk pencarian pinjaman luar negeri dalam realisasi pengadaan AEW&C dengan pagu US$800 juta untuk dua unit AEW&C. (more…)