Tag: AEW&C

Changhe Z-18J AEW – Sebelum KJ-600 Beroperasi, Inilah Andalan AL Cina untuk Misi Airborne Early Warning di Lautan

AL Cina menyadari sepenuhnya, bahwa untuk mendongkrak kemampuan armada jet tempur dari kapal induk, sangat diperlukan pesawat intai Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Tanpa adanya pesawat AEW&C, maka kemampuan deteksi dan peringatan dini bagi unsur kapal induk menjadi begitu rentan dan terbatas. Dalam proyek serba cepat, kabarnya prototipe Xian KJ-600 kini telah terbang perdana. Namun, untuk bisa beroperasi dari kapal induk, faktanya masih butuh waktu panjang, mengingat KJ-600 tidak dapat lepas landas dengan teknik ski jump. (more…)

Tandingi E-2 Hawkeye, AL Cina Punya Xian KJ-600, Pesawat AEW&C yang Mampu Beroperasi dari Kapal Induk

Dalam mendukung operasi militernya, Cina sejak telah menguasai teknologi pesawat intai Airborne Early Warning and Control (AEW&C) dengan model antena rotodeome dan antena tegak. Namun apa yang tersaji saat ini adalah pesawat AEW&C untuk kebutuhan angkatan udara, sementara AL Cina yang kini telah mengoperasikan dua kapal induk, sejauh ini belum mendapatkan berkah kemampuan pesawat AEW&C. (more…)

Tak Jauh dari Natuna, Inilah Komposisi Armada Intai Maritim AL Cina di Fiery Cross Reef

Tak jauh dari Pulau Natuna, persisnya berjarak 405 mil laut (atau setara 750 km) arah utara Laut Cina Selatan, AL Cina mulai pasang kuda-kuda dengan mempersiapkan gugus pesawat dan helikopter intainya di Fiery Cross Reef. Meski belum menyertakan unsur tempur utama, komposisi pesawat anti kapal selam KQ-200, pesawat intai KJ-500 airborne early warning (AEW) dan helikopter angkut berat Changhe Z-8, menjadi penanda kian hangatnya tensi ketegangan di Laut Cina Selatan pasca mondar-mandirnya pembom strategis B-1B Lancer di kawasan tersebut. (more…)

Uni Emirat Arab Terima Unit Perdana Saab GlobalEye AEW&C

Tepat sesuai jadwal, Saab pada 29 April lalu telah mennyerahkan unit perdana pesawat intai GlobalEye AEW&C (Airborne Early Warning & Control) ke AU Uni Emirat Arab. Sebelumnya Saab pada Dubai AirShow, November 2019, telah mengirimkan satu unit GlobalEye, namun pesawat intai tersebut didatangkan dalam rangka dipamerkan ke publik dan memperlihatkan bahwa GlobalEye mampu beroperasi optimal pada suhu gurun. (more…)

Kamov Ka-31 AEW&C – Helikopter Intai Maritim Spesialis Peringatan Dini

Bicara tentang Airborne Early Warning and Control (AEW&C), maka di belahan Asia Selatan, nama India adalah yang paling mencuat. Betapa tidak, setelah memiliki radar terbang Netra yang menggunakan platform jet Embraer ERJ 145, Negeri Anak Benua ini masih merasa belum cukup, sebagai buktinya ada keinginan dari India untuk mengakuisisi Airbus A330 MRTT (Mulltirole Tanker Transport) AEW&C dengan kemampuan menggotong radar dengan rotodome. Tapi itu rupanya belum dirasa cukup untuk negara yang berkonflik dengan Pakistan ini. (more…)

AU India Inginkan Airbus A330 MRTT dengan Kemampuan AEW&C

Meski telah memiliki pesawat intai jenis AEW&C (Airborne Early Warning & Control), yaitu Netra yang mengusung platform jet ERJ 145 buatan Embraer dengan radar AESA (Active Electronically Scanned Array), rupanya itu masih dipandang belum cukup untuk melindungi ruang udara India. Sebagai buktinya, pada Januari 2018, AU India membuka tender untuk pengadaan pesawat tanker MRTT (Multirole Tanker Transport) yang punya kemampuan plus plus. (more…)

Indonesia Akuisisi Pesawat AEW&C, Pilih Model Antena Rotodome atau Antena Tegak?

Cepat atau lambat, pada akhirnya Indonesia akan memiliki pesawat intai dengan kemampuan Airborne Early Warning and Control (AEW&C), paling tidak hal tersebut didasarkan atas cetak biru yang dituangkan dalam Minimum Essential Force II (2015 – 2019). Meski belum jelas jenis pesawat atau platform teknologi apa yang nantinya akan diakuisisi, namun menarik dibahas tentang pengadaan alutsista yang bernilai strategis ini. (more…)

Saling Intip Dalam Pengembangan Teknologi Radar AEW&C AESA Antena Tegak

Kemandirian alutsista sudah barang tentu menjadi hak setiap negara, meski terkadang lompatan teknologi yang dihasilkan membuat sebagian dari kita menjadi tercengang. Seperti Cina yang merilis pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) terbaru, KJ-200. Dibangun dari platform Shaanxi Y-8 yang ditenagai empat mesin turbo propeller, KJ-200 membetot perhatian lantaran mengadopsi radar airborne model tegak dengan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA). (more…)

Saab Resmi Perlihatkan Pesawat AEW&C GlobalEye Pesanan Uni Emirat Arab

Setelah menanti sejak 2015, untuk pertama kalinya hari ini (23/2/2018), Saab resmi memperlihatkan sosok pesawat intai terbaru dengan teknologi AEW&C (Airborne Early Warning & Control), GlobalEye di Linköping, Swedia. Sebelum ini desain Saab GlobalEye memang telah banyak dipublikasikan dalam wujud grafis. Seperti yanhg terlihat dalam foto di atas, GlobalEye yang diperlihatkan adalah pesanan Uni Emirat Arab. (more…)

DRDO Netra AEW&C Tidak Terkait Teknologi Radar AESA dari Saab

Jelang berakhirnya periode MEF (Minimum Essential Force) II di tahun 2019, hingga kini Kementerian Pertahanan (Kemhan) belum juga diputuskan jenis pesawat AEW&C (Airborne Early Warning & Control) yang bakal diakuisisi, padahal waktu yang dibutuhkan untuk membangun platform pesawat baru AEW&C tidak bisa singkat. Dan belum lama berselang, muncul kabar bahwa Indonesia menyatakan minat pada salah satu pesawat AEW&C. Di luar prediksi, ternyata yang diminati Indonesia justru pesawat AEW&C DRDO Netra buatan India.

(more…)