Polandia Resmi Sewa Kapal Selam AIP Swedia ‘HMS Sodermanland’ Guna Sambut Armada A26 Blekinge Class

Angkatan Laut Polandia mengambil langkah berani dan strategis untuk menyelamatkan kemampuan tempur bawah air mereka dari ancaman kepunahan total. Pada tanggal 2 June 2026, Angkatan Laut Swedia secara resmi mengonfirmasi bahwa Polandia akan menyewa kapal selam HMS Södermanland dari Angkatan Bersenjata Swedia.
Baca juga: Produksi Dalam Negeri, Polandia Sukses Uji Terbang Jet Drone MTJD-15 Jarak Jauh 1000 Km
Langkah darurat ini diambil sebagai bagian dari paket kesepakatan kapal selam yang lebih luas, menyusul keputusan resmi Warsawa pada November 2025 yang memilih tiga unit kapal selam siluman canggih Saab A26 generasi terbaru di bawah program pengadaan bertajuk Orka.
Melalui skema sewa ini, personel kapal selam Polandia dijadwalkan akan segera memulai pelatihan formal di Karlskrona pada Agustus 2026, dengan target serah terima fisik HMS Södermanland pada tahun 2027 mendatang. Kapal selam ini nantinya akan terus dioperasikan oleh Polandia hingga unit pertama kapal selam masa depan A26 mereka resmi masuk kedinasan aktif.
Langkah penyewaan ini dipicu oleh situasi kritis dan mendesak yang sedang dihadapi oleh armada bawah air Polandia saat ini. Saat ini, praktis hanya ORP Orzeł yang menjadi satu-satunya kapal selam operasional yang tersisa di dinas aktif Angkatan Laut Polandia. Celakanya, ORP Orzeł merupakan kapal selam tua buatan Uni Soviet dari keluarga Proyek 877E Kilo class yang ditugaskan sejak dekade 1980-an, sehingga nilai operasional taktisnya terus merosot tajam di hadapan teknologi peperangan modern.
Photos from July 1, 2024 of ORP Orzel, the oldest Kilo-class (pr. 877E) submarine in active service today and the only operational submarine in the @MarWojRP. By @LukasBlaszczak. pic.twitter.com/zyHIWl9huQ
— Naval Analyses (@D__Mitch) July 7, 2024
Ditambah lagi dengan pensiunnya empat kapal selam eks-Norwegia dari Kobben class, Polandia kehilangan ruang pelatihan operasional, posisi instruktur, dan kesempatan pemeliharaan yang sangat krusial untuk mempertahankan kompetensi jangka panjang. Mengingat mencetak komandan, perwira teknik, operator sonar, dan spesialis senjata membutuhkan waktu bertahun-tahun dan pengalaman nyata yang tidak bisa digantikan oleh simulator darat, kehadiran HMS Sodermanland bertindak sebagai juru selamat yang mencegah rontoknya keahlian navigasi taktis personel Polandia sebelum armada baru mereka tiba.
Menariknya, HMS Södermanland yang akan diterima Polandia bukanlah kapal selam peninggalan era Perang Dingin yang usang. Meski pertama kali masuk dinas aktif Swedia pada 21 April 1989 sebagai kapal ketiga dari Västergötland class, kapal selam ini telah menjalani rekonstruksi total yang sangat masif antara tahun 2000 hingga 2004 hingga melahirkan kelas baru tersendiri.
🔴Polonya, ilk Saab A26 denizaltısı teslim edilene kadar İsveç’ten HMS Södermanland denizaltısını kiralamaya hazırlanıyor. pic.twitter.com/PuybLnknKw
— Savunma Plus (@savunmaplus) June 5, 2026
Lambung bertekanannya dipotong dan diperpanjang sekitar 12 meter menjadi 60,5 meter, yang mendongkrak bobot selamnya menjadi 1.500 ton. Rekonstruksi besar-besaran ini mengintegrasikan sistem Air-Independent Propulsion (AIP) berbasis dua unit mesin Kockums Stirling.
Berkat teknologi AIP ini, HMS Sodermanland memiliki lompatan teknologi yang jauh lebih dekat dengan calon kapal selam masa depan Polandia, A26 Blekinge class, ketimbang Kilo class milik mereka yang masih bergantung pada sistem diesel-elektrik konvensional yang wajib melakukan snorkeling berkala di permukaan laut untuk mengisi ulang baterai. Kemampuan menyelam selama berminggu-minggu tanpa muncul ke permukaan ini akan mengubah total doktrin patroli, pengumpulan intelijen, serta manajemen energi para kru Polandia sejak dini.
Selain menjadi laboratorium hidup untuk penguasaan teknologi AIP, HMS Södermanland juga menawarkan ekosistem yang ideal bagi pelatihan sistem persenjataan dan sensor standar Barat. Kapal selam ini dilengkapi dengan enam tabung peluncur torpedo kaliber 533 mm dan tiga tabung kaliber 400 mm, yang bahkan memberikan kapasitas angkut persenjataan lebih besar dari desain dasar A26. Keunggulan operasional ini didukung dengan kapasitas kru antara 24 hingga 28 personel untuk menjalankan misi perang anti-kapal permukaan, anti-kapal selam, pengintaian, hingga penggelaran ranjau laut.
Sweden updates two Blekinge-class A26 submarine agreement with Saab,securing long-term naval capability,The A26 programme & the refurbishment of the Gotland-class submarines at Saab’s shipyard in Karlskrona form part of a wider effort to rebuild & secure this strategic competence pic.twitter.com/tnZRA7aOc4
— Valhalla (@ELMObrokenWings) October 13, 2025
Bagi Swedia sendiri, keputusan meminjamkan kapal selam andalannya ini membawa konsekuensi operasional yang tidak sedikit bagi pertahanan dalam negerinya. Pasca pensiunnya HMS Östergötland pada tahun 2021, armada kapal selam aktif Swedia kini hanya menyisakan tiga unit Gotland class dan satu unit Södermanland class.
Dengan menyewakan HMS Sodermanland, Stockholm rela memangkas postur tempur bawah airnya dari empat menjadi hanya tiga unit operasional hingga kapal selam baru HMS Blekinge dan HMS Skåne rampung dibangun pada tahun 2031 dan 2033.
Pengorbanan ini terasa kian signifikan mengingat pada September 2022, Swedia baru saja mengucurkan dana perpanjangan usia pakai (life-extension) senilai 470 juta Krona (SEK) untuk merombak total baterai dan sistem HMS Sodermanland agar tetap prima hingga akhir dekade. Kendati demikian, Stockholm menilai dukungan integrasi bagi Polandia—sebagai pelanggan ekspor pertama A26—jauh lebih bernilai demi menciptakan ekosistem logistik, pelatihan, dan perawatan bersama yang solid di antara dua kekuatan utama penjaga keamanan Laut Baltik. (Gilang Perdana)


