Inggris Pamerkan Foxhound MK2 4×4 Sebagai Rantis Terbaru Peluncur Rudal Hanud Starstreak

Setelah dipasang pada platform ranpur lapis baja Alvis Stormer, rantis VAMTAC (Vehículo de Alta Movilidad Táctico) ST5 4×4 dan rantis jip Land Rover Defender – LML (Lightweight Multiple Launcher), rudal hanud (pertahanan udara) Starstreak pada pameran pertahanan DSEI (Defence and Security Equipment International) 2025 di London, Inggris (9 – 12 Septembe 2025), ditampilkan dalam platform baru.
Persisnya, Moog dan General Dynamics Land Systems UK (GDLSUK) meluncurkan konfigurasi pertahanan udara jarak pendek – short-range air defense (SHORAD) baru untuk kendaraan patroli Foxhound MK2 4×4 milik Angkatan Darat Inggris.
Foxhound juga dikenal dengan nama produsennya, Ocelot, dan dikembangkan oleh General Dynamics Land Systems UK. Foxhound dirancang khusus untuk melindungi tentara dari berbagai ancaman di medan tempur modern, termasuk ranjau, IED (Improvised Explosive Devices), dan tembakan senjata ringan.
FOXHOUND MK2 (the new standard proposed as part of getting it to 2045) here in SHORAD configuration. Moog turret with 30×112, STARSTREAK/LMM and coaxial. pic.twitter.com/nNwklSdDKh
— Gabriele Molinelli (@Gabriel64869839) September 9, 2025
Ciri khas rantis ini adalah lambung berbentuk V yang inovatif. Desain ini berfungsi untuk mengalihkan ledakan ranjau atau IED dari kendaraan, sehingga meningkatkan daya tahan awak secara signifikan.
Kendaraan ini kini dilengkapi dengan Moog Reconfigurable Integrated-weapons Platform (RIwP), sebuah sistem turret modular yang sudah digunakan Angkatan Darat AS untuk misi anti drone dan SHORAD.
Foxhound yang diperbarui ini menggabungkan keandalan operasional selama satu dekade dengan daya mematikan yang dimodernisasi. Menurut kedua perusahaan, integrasi ini akan memberikan Angkatan Darat Inggris solusi yang handal dan teruji dalam pertempuran untuk pertahanan udara jarak pendek, dengan potensi pengiriman yang cepat.
Foxhound yang dipamerkan di DSEI 2025 dilengkapi dengan kanon 30×113 mm dan senapan mesin coaxial 7,62 mm, dan delapan peluncur rudal Starstreak milik Angkatan Darat Inggris yang sedang beroperasi, dan rangkaian sensor elektro-optik. Desain modular RIwP memungkinkan perubahan konfigurasi senjata yang cepat, sehingga mudah beradaptasi untuk berbagai misi di luar SHORAD—seperti anti-tank dan pengawasan pertempuran jarak dekat.
https://www.indomiliter.com/vamtac-st5-4×4-rapidranger-rantis-pengusung-rudal-starstreak-rcws-arhanud-tni-ad/
Sasis modular Foxhound, yang dipadukan dengan basis turret RIwP yang dapat dikonfigurasi ulang, memungkinkan adaptasi cepat terhadap kebutuhan operasional baru. Sebagaimana dicatat oleh GDLSUK, hal ini membuka kemungkinan ekspor bagi berbagai mitra yang mencari solusi hanud mobile multi-peran matang yang sepenuhnya dibangun di Inggris.
Kedua perusahaan menekankan pentingnya manufaktur dan kendali Inggris atas rantai pasokan, dengan menyebutnya sebagai faktor kunci dalam kesiapan dan kemandirian sistem.
Alvis Stormer HVM: Kasta Tertinggi Peluncur Rudal Hanud Starstreak
Pengumuman ini merupakan kelanjutan dari integrasi RIwP sebelumnya di berbagai platform General Dynamics, termasuk Stryker milik Angkatan Darat AS dalam program Mobile Low, Slow, Unmanned Aircraft Integrated Defeat System (MLIDS), Tracked Robot 10-ton (TRX), dan GDELS Pandur 6×6.
Keunggulan Starstreak bukan hanya terletak pada soal kecepatan yang spektakuler (Mach 4). Starstreak dikemas dalam tabung tersegel yang bebas perawatan sepanjang umur pakainya (maintenance free). Artinya, rudal tidak perlu diinspeksi secara berkala, cukup disimpan sesuai petunjuk pabrikan hingga tanggal kadaluwasa, dalam hal ini masa pakai Starstreak hingga 15 tahun. (Gilang Perdana)
Korps Marinir Berpotensi Gunakan Rudal Starstreak dan Martlet, Ikuti Jejak Arhanud TNI AD?


