
Sebagai bagian dari modernisasi alutsista, pada tahun ini TNI AU akan menerima 25 unit radar pertahanan udara. Persisnya 12 unit radar akan menggantikan radar eksisting, sedangkan 13 unit radar lainnya akan ditempatkan di lokasi baru. Nah, salah dua di antara lokasi baru yang dimaksud adalah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (more…)

Meski belum ada kabar seputar kontrak pengadaan, namun, ada potensi satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Korps Marinir akan diperkuat dengan rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence System) Starstreak, mengikuti langkah Arhanud TNI AD yang lebih dulu mengadopsi rudal hanud produksi Thales Air Defence itu. Pengadaan rudal hanud untuk Arhanud Korps Marinir menjadi kebutuhan, mengingat jenis rudal hanud yang ada sudah berusia tua (Strela). (more…)

Thales Air Defence adalah salah satu manufaktur persenjataan di Inggris yang paling sibuk sejak dua tahun belakangan, pasalnya produk yang dihasilkan Thales punya peranan penting dalam perang di Ukraina. Seperti rudal anti tank NLAW (Next Generation Light Anti-tank Weapon) sampai rudal hanud MANPADS Starstreak dan LMM (Lightweight Modular Missiles) Martlet, adalah produk andalan Thales UK, yang menjadi lambang kehandalan alutsista produksi Negeri Tanah Britania. (more…)

Guna meningkatkan kemampuan pengawasan udara di wilayah perbatasan, pada 8 Desember 2023, Kementrian Pertahanan Malaysia menyepakati kontrak dengan Thales untuk pengadaan radar intai jarak jauh – long range surveillance radar GM (Ground Master) GM400α (Alpha) untuk kebutuhan Angkatan Udara Malaysia. (more…)

Lewat email yang diterima redaksi Indomiliter.com, pihak Schiebel Elektronische Geraete GmbH selaku manufaktur drone copter Schiebel Camcopter S-100, memberikan klarifikasi atas artikel di Indomiliter.com yang menyebut drone asal Austria ini dapat dipersenjatai. Pihak Schiebel mengatakan bahwa S-100 tidak pernah menjadi drone tempur, meski diakui bahwa pada tahun 2008, salah satu mitra Schiebel pernah menampilkan konsep S-100 yang dipersenjatai rudal LMM (Lightweight Multirole Missile) produksi Thales Air Defence. (more…)

Nama rudal Martlet sudah lumayan dikenal di Indonesia, selain digunakan oleh satuan Arhanud TNI AD, rudal Martlet juga telah menampilkan debutnya dalam perang Ukraina, terutama digunakan pasukan Ukraina untuk menembak sasaran di ketinggian rendah. Dan belum lama ini ada kabar anyar terkait rudal buatan Inggris tersebut, bahwa Martlet sukses diuji coba sebagai ‘rudal udara ke udara.’ (more…)

Melihat jenis alutsista yang juga digunakan oleh TNI dalam laga perang di Ukraina, menjadi menarik untuk diperhatikan. Setelah debut rantis Bushmaster MRAP 4×4, VAB, BTR-4, BMP-3 sampai meriam hanud S-60, ada lagi satu jenis alutsista radar yang bakal beraksi di Ukraina, dan tentunya selama ini jenis yang sama telah dioperasikan Arhanud TNI AD. Yang dimaksud adalah radar GroundMaster 200 (GM 200) produksi Thales. (more…)

Bertetangga dengan Indonesia, maka Malaysia diprediksi juga bakal terimbas jika meletus konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Cina. Dari serangkaian antisipasi yang dilakukan oleh pihak militer, maka kesiapan unsur satuan radar menjadi yang paling vital guna mendeteksi ancaman sedari dini dan meningkatkan kesadaran situasional. Dan dua wilayah Malaysia yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan, yaitu Negara Bagian Sabah dan Sarawak di Pulau Kalimantan, beberapa waktu ini telah mengoptimalkan kemampuan sistem radar intai hanud dan peringatan dini. (more…)