EagleStrike: Debut Drone Kamikaze Produksi Singapura Siap Sasar Pasar Global

Gelaran Singapore Airshow 2026 (3 – 8 Februari 2026) menjadi panggung pembuktian bagi ST Engineering bahwa Singapura kini menjadi pemain kunci dalam inovasi senjata otonom. Melalui perkenalan EagleStrike, Singapura secara resmi memasuki pasar munisi loitering atau drone kamikaze yang kini tengah menjadi primadona di berbagai konflik global.

Baca juga: Inggris Masuk Pasar Drone Kamikaze: Luncurkan ‘Hammer’, Mampu Tembus Baja 600 Milimeter

Dirancang sebagai sistem senjata presisi tinggi, EagleStrike hadir untuk menjawab kebutuhan misi pencarian dan penghancuran target di balik garis pandang (beyond line-of-sight) dengan efisiensi yang mematikan.

Berbeda dengan sistem panggul konvensional, EagleStrike dirancang sebagai platform yang diluncurkan dari kendaraan (vehicle-launched), memberikan fleksibilitas tinggi bagi unit kavaleri untuk melepaskan serangan udara secara instan.

Drone berpenggerak baling-baling ini mengandalkan sensor elektro-optik komersial yang dipadukan dengan algoritma keterlibatan (engagement algorithms) buatan internal ST Engineering. Teknologi ini terbukti tangguh; sejak memulai uji terbang pada tahun 2025 di lokasi yang dirahasiakan, EagleStrike telah mendemonstrasikan tingkat akurasi yang “tajam” dalam menghantam sasaran.

Pasar Drone Kamikaze Diprediksi Melonjak 400% di 2030, Ini Kata Rosoboronexport 

Secara performa, EagleStrike memiliki jarak jangkau hingga 20 kilometer (12 mil) dengan durasi terbang (endurance) hingga 30 menit. Di udara, drone ini mampu melesat dengan kecepatan maksimal mencapai 30 meter per detik (sekitar 108 km/jam). Saat ini, sistem tersebut telah mencapai Technology Readiness Level (TRL) 7, yang berarti prototipenya telah sukses didemonstrasikan dalam lingkungan operasional yang nyata.

Kedepannya, ST Engineering tengah menyiapkan pengembangan tahap berikutnya, yaitu konsep serangan kelompok (swarming) yang memungkinkan koordinasi antar-unit drone untuk menjebol pertahanan lawan.

ST Engineering (Singapura) Luncurkan “NGPV 4×4”: Rantis MRAP Bertenaga Hibrida

Meskipun saat ini belum ada launch customer secara resmi, arah pengembangan EagleStrike sangat jelas. Chua Jin Kiat, petinggi ST Engineering, menyatakan bahwa misi utama perusahaan tetaplah mendukung kebutuhan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF). Namun, melalui interaksi aktif dengan militer internasional, ST Engineering terus menyerap pelajaran dan persyaratan teknis global untuk mengembangkan sistem senjata yang tidak hanya mumpuni secara kapabilitas, tetapi juga kompetitif di pasar ekspor.

Masuknya Singapura ke pasar drone kamikaze melalui EagleStrike menandai ambisi strategis untuk mandiri dalam teknologi senjata masa depan. Dengan menggabungkan desain peluncuran kendaraan yang praktis, status pengembangan yang sudah matang (TRL 7), dan potensi teknologi swarming, EagleStrike bukan sekadar alat tempur baru, melainkan pernyataan bahwa industri pertahanan Singapura kini memiliki “taring” teknologi yang siap bersaing di kancah global. (Gilang Perdana)

Perkuat Pasukan Infanteri, Korps Marinir AS Gandeng Anduril untuk Pengadaan Drone Kamikaze Bolt-M

No Comments