TNI AU terlihat punya perlakuan khusus pada armada jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin, Makassar. Setelah menjadi lini jet tempur yang pertama dibekali rudal udara ke udara dan udara ke permukaan jenis BVR (Beyond Visual Range). Sang Flanker dari Rusia ini juga bakal menjadi jet tempur pertama TNI AU yang dilengkapi perangkat ECM (Electronic Countermeasure) pod, dalam bahasa yang yang populer, ECM pod adalah perangkat jammer yang dipasang secara optional pada pesawat tempur. (more…)
Bicara tentang perang elektronika (electronic warfare) itu ibarat ilmu setan, tidak ada wujudnya namun bisa langsung dirasakan dampaknya. Dengan basis teknologi elektromagnet, implementasi peperangan elektonik dapat diwujudkan dalam banyak hal, bahkan ke sesuatu yang belum dibayangkan sebelumnya. (more…)
Karena punya fungsi untuk mengejar dan menghancurkan pesawat tempur, maka tak heran bila rudal hanud (pertahanan udara) diciptakan untuk melesat dengan kecepatan supersonic, sebagian dari Anda mungkin sudah mahfum dengan nama-nama rudal hanud, terlebih dengan yang telah dioperasikan oleh TNI. Dan untuk lebih mengenal tentang rudal hanud, pada artikel kali ini kami kupas tentang dua mahzab sistem pemandu yang berlaku dalam dunia rudal hanud. Masing-masing punya karakter dan keunggulan tersendiri, bergantung pada situasi, kondisi, dan jenis sasaran yang dihadapi. (more…)
Jalur komunikasi dengan enkripsi yang kuat menjadi kunci keberhasilan dalam jalannya operasi militer. Masih ingat bagaimana armada U-Boat NAZI sukses dalam babak awal Perang Dunia II, salah satunya berkat penggunaan mesin penyandi kode Enigma. Meski akhirnya penyandian Enigma dapat dipecahkan, kerugian Pasukan Sekutu akibat enkripsi Enigma sangat besar, pasalnya jalur komunikasi dari kapal selam ke pusat komando tak bisa diurai lawan. Kisah Enigma tinggal sejarah, tapi soal enkripsi dan dekripsi pada kode elektronik masih menjadi poin penting, terlebih pada komunikasi di kapal perang. (more…)
Urusan intai mengintai jamak dilakukan oleh setiap kapal perang, sembari melakukan patroli dengan kecanggihan olah gelombang elektromagnetik, setiap informasi yang berasal dari sinyal radar lawan dapat dikumpulkan dan dianalisa, tujuannya tak lain agar dapat mengetahui obyek-obyek yang berdekatan, baik di permukaan dan udara. Output dari analisa tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebetuhan informasi taktis dan peran intelijen. Dalam dunia militer, perangkat pendukung intai dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik disebut sebagai Electronic Support Measure (ESM). (more…)
Meski punya peran seperti halnya radar, namun cara kerja perangkat intai ini tak seperti radar konvensional, bahkan pihak manufaktur menyebut solusinya sebagai next generation surveillance and flight tracking. Beberapa orang menyebutnya sebagai radar anti pesawat, inilah Vera-NG, sistem intai udara besutan Era (Omnipol Group) dari Republik Ceko. Apa yang khas dari Si Vera? Dengan pola kerja layaknya radar pasif, Vera-NG digadang mampu mengendus keberadaan pesawat tempur/pembom dengan kemampuan stealth. (more…)
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah menunjuk Airbus Defence and Space (ADS) untuk menggarap proyek satelit militer untuk Indonesia. Dan jika tiada aral melintang, di tahun 2019 tiga unit satelit sudah rampung dan selajutnya dapat diorbitkan ke luar angkasa. Namun pertanyaanya, tipe satelit apakah yang diakuisisi untuk kebutuhan strategis pertahanan militer Indonesia? (more…)
Ajang Euronaval 2016 yang berlangsung di Paris, Perancis 17 – 21 Oktober nampak punya arti khusus dalam pengembangan teknologi maritim di Indonesia. Selain Terma yang mengumumkan kontrak pengadaan radar SCANTER 6000 oleh Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan RI, di Euronaval 2016 dua perusahaan asal Spanyol, Indra dan Navantia juga mengumumkan telah memenangkan kontrak senilai US$18 juta (Euro 15,7 juta) untuk kelanjutan program mid-life modernization (MLM) di frigat Fatahillah Class. (more…)
Condongnya pengadaan alutsista TNI AL ke poros manufaktur Cina membawa pengaruh pada teknologi Combat Management System (CMS). Pasalnya meski sistem senjata modern umumnya menyajikan kompatibilitas antar vendor, namun paket integrasi alutsista yang ditawarkan bakal lebih efektif dan efisien bila berasal dari pemasok asal negara yang sama. Contohnya seperti pada jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) Sampari Class dan Clurit Class.
Dalam fakta di lapangan, bukan perkara mudah bagi pilot tempur untuk melaksanakan misi ground attack, terlebih bila sasaran tembakan berada di area hutan dan perbukitan yang rapat. Bila arah tembakan kurang presisi, yang jadi korban bisa jadi malah kawan sendiri (friendly fire). Guna mengatasi problem diatas, dalam misi BTU (Bantuan Tembakan Udara) kerap dikenal istilah ground FAC (forward air control). (more…)