Gadget dibawa ke medan tempur, nampaknya bukan sesuatu yang asing. Dengan dukungan operating system seperti iOS dan Android, gadget berupa smartphone dapat berdaya guna untuk prajurit, mulai pada fungsi kalkulasi sasaran, sampai komunikasi dalam lingkup Battlefield Management System (BMS) dapat diolah dari smartphone. Dari pabrikan pun, standar ketahanan IP67 untuk water dan dust proof sudah berhasil diwujudkan sejak lama. (more…)
Kilas balik ke tahun 2016, tepatnya saat ajang Euronaval 2016 di Paris, Perancis, saat itu telah terjadi kesepakatan kontrak mid-life modernization (MLM) untuk korvet KRI Malahayati 362. Persisnya dua perusahaan asal Spanyol, Indra dan Navantia mengumumkan telah memenangkan kontrak senilai US$18 juta (Euro 15,7 juta) untuk menambah kemampuan elektronik pada korvet Fatahillah Class buatan Wilton-Fijenoord, Belanda. (more…)
Sistem komunikasi personal pada prajurit merupakan tantangan tersendiri yang harus dipenuhi guna mewujudkan konsep future soldier. Bicara tentang hal tersebut, kebutuhan radio militer model genggam (handheld) tak bisa lagi dikesampingkan lagi, dari unit radio handheld yang kini sudah digunakan pada level regu misalnya, dipandang tak mencukup untuk mendukung kelengkapan prajurit yang secara kuantitas cukup besar. (more…)
Potensi terjadinya salah tembak yang mengakibatkan salah sasaran ke kawan sendiri (friendly fire), tak melulu jadi momok di matra darat dan udara. Dalam skenario peperangan di laut lepas, potensi salah tembak menjadi hantu yang menakutkan. Terlebih dalam birunya cakrawala, ditambah dengan warna dan desain antar kapal perang yang mirip satu sama lain, terjadinya salah tembak amat mungkin terjadi, terutama bila identifikasi visual dalam jarak jauh atau cuaca buruk bisa memperberat tugas identifikasi tersebut. (more…)
Perangkat yang satu ini kerap terdengar dalam dunia penerbangan sipil, bahkan Kementerian Perhubungan RI telah mewajibkan setiap pesawat komersial yang beroperasi di Indonesia untuk dilengkapi dengan apa yang disebut Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B). Karena dianggap penting, data dari Direktorat Navigasi Penerbangan menyebutkan sudah terdapat 30 unit ADS-B Groundstation yang telah dipasang di seluruh Indonesia dan dioperasikan oleh Airnav. (more…)
Ada tiga unit ranpur Alvis Stormer yang dihadirkan Batalyon Kavaleri 9 Satya Dharma Kala saat Pameran Alutsista di Lapangan Monas pada 27 – 29 September 2018. Ketiganya terdiri dari Stormer APC, Stormer Recovery dan Stormer Command Post. Dan diantara ketiganya, Stormer Recovery dan Stormer Command Post, mempunyai sisi menarik tersendiri. (more…)
Beberapa waktu lalu Indomiliter.com pernah mengulas Sapta Pangrungu, yakni fire finder alias pelacak lokasi datangnya tembakan artileri lewat teknologi rambatan suara. Ditangan Dislitbangad dan Laboratorim Sistem Kendali & Komputer Institut Teknologi Bandung (ITB), Sapta Pangrungu dipasang pada platform rantis intai buggy Komodo KIT 250AT. Dan hampir serupa dengan Sapta Pangrungu, TNI AL lewat Dislitbangal juga merilis apa yang disebut Gun Fire Locator. (more…)
Smartphone Caterpillar B15Q dengan armband sebagai unit terminal BMS infanteri.
Selain satuan kavaleri, satuan infanteri TNI AD kedepan juga akan dimaksimalkan kemampuan operasi tempurnya dengan mengadopsi Battlefield Management System (BMS). Merujuk instruksi dari KSAD Jenderal TNI Mulyono, BMS CY-16H yang kini telah digunakan pada ratusan ranpur Anoa 6×6, MBT Leopard dan IFV Marder 1A3, juga akan diarahkan penerapannya pada level Batalyon Infanteri, khususnya untuk Infanteri Raider. (more…)
Saat mendengar seputar kemandirian industri alutsista, tentu ada rasa bangga dalam benak hati. Diantara bentuk kemandirian tersebut tercermin pada teknologi Battlefield Management System (BMS) yang dirilis perusahaan swasta nasional asal Bandung, PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE). Bila di tahun 2015 serangkaian prototipe BMS baru diuji coba dan diperlihatkan ke media, maka kini ratusan ranpur lapis baja kavaleri TNI AD sudah mengadopsi teknologi BMS produksi dalam negeri. (more…)
Selain membawa 18 unit Self Tracked Propelled Howitzer alias Howitzer Gerak Sendiri (GS) M109A4 BE 155 mm, pada 9 Juli lalu kapal kargo kargo berbedera Norwegia, MV Hoegh Chiba dilaporkan turut membawa empat unit tank commando dan satu mobile crane. Dan dari foto yang tersebar di jagad netizen, Nampak sosok yang diduga M992A2 Fire Direction Center Vehicle (FDCV) yang tengah diangkut dengan trailer di Pelabuhan Tanjung Priok. (more…)