
Para pembaca yang budiman tentu pernah mendengar nama seperti pesawat tanpa awak NASA Helios, Facebook Aquila, Thales Stratobus, Airbus Zephyr sampai balon udara Google Loon. Kesemuanya adalah wahana yang dirancang untuk mengangkasa di ketinggian stratosfer, yaitu di rentang 15.000 – 40.000 meter di atas permukaan bumi. Seperti telah dikupas dalam beragam literasi, peran wahana-wahana tadi adalah untuk mendukung akses komunikasi dan data, khususnya di area-area yang kurang tersentuh akses broadband dari operator. (more…)

Sejatinya bukan hanya operator seluler yang mengoperasikan perangkat BTS (Base Transceiver Station), pihak TNI faktanya juga punya perangkat BTS. Namun yang digunakan TNI, khususnya TNI AD adalah jenis BTS mobile dan bukan diperuntukan untuk menyalurkan akses dan koneksi jaringan 3G/4G seperti yang Anda nikmati sehar-sehari. (more…)

Adopsi teknologi Battlefield Management System (BMS) tak pelak menjadikan ranpur (kendaraan tempur) konvensional menjelma laksana ‘ranpur pintar.’ Tak hanya terkoneksi secara data, namun sistem ranpur dan persenjataannya dapat terintegrasi dengan unit komando yang lebih luas, menjadikan pola pergerakan unit kavaleri mampu berjalan efektif dan terpadu antar elemen. (more…)

Akses berbasis radio taktis tak pelak menjadi tumpuan komunikasi bagi kelompok prajurit yang mendapat penugasan di pos terpencil. Meski dapat terhubung dengan level komando di atas, namun bagaimana dengan psikis para prajurit tersebut? Mungkin mereka berada di pedalaman hutan, daerah perbatasan atau berlayar dalam waktu lama, maka memperoleh akses informasi dan hiburan menjadi sesuatu yang diharapkan. (more…)

Guna meningkatkan presisi pengenaan pada penembakan sasaran dari udara ke permukaan, umumnya pilot pesawat tempur mendapatkan panduan dari ground FAC (Forward Air Control). Panduan ini mulai dari informasi koordinat dan kondisi real sasaran sebelum eksekusi penembakan, ini penting guna menghindari terjadinya friendly fire dan collateral damage. Jalur komunikasi yang digunakan antara pilot dan prajurit pemandu sampai saat ini masih tergolong secure, hanya saja platform yang digunakan adalah voice based dengan radio VHF (Very High Frequency). (more…)

Kelengkapan pasukan infanteri kian maju dan canggih, terutama dalam konsep battlefield management system (BMS), pergerakan infanteri dalam unit kecil dapat langsung terintegrasi secara komunikasi dengan unit tempur lainnya. Infanteri dalam konsep tersebut lumrah menyandang beragam gadget mumpuni yang unggul dalam komunikasi suara dan data secure berkecepatan tinggi. Satelit disini masih memegang peranan kunci, dan menngingat yang dibutuhkan adalah transmisi data berkecepatan tinggi, maka teknologi yang jadi rujukan yaitu broadband battlefield manpack. (more…)

Desain dan lekuknya boleh dikata bak pinang dibelah dua dengan ranpur BTR-80 buatan Rusia, namun ini adalah BTR-3, yang asli buatan Ukraina dengan mesin besutan Jerman, serta usia yang masih terbilang baru, lantaran baru masuk fase produksi pada tahun 2001. Mengikuti garis keturunan BTR-80 yang terkenal laris, BTR-3 dalam beberapa varian juga sukses di ekspor ke 10 negara. Dan pada 15 April 2019, Kiev Armoured Plant, anak perusahaan Ukroboronprom mengumumkan varian terbaru BTR-3 yang diberi label BTR-3KS. (more…)

Smartphone outdoor dengan fitur keamanan ekstra, rasanya sudah bukan sesuatu yang baru, pasalnya hampir setiap vendor punya lini tersendiri untuk kelas smartphone tersebut, bahkan ‘saking’ outdoor-nya, ada vendor yang menyebut produknya sudah berstandar militer. Namun, belum lama ini ada gebrakan dari ajang IDEX2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, persisnya setelah DarkMatter Group memperkenalkan Katim R01, yang terang-terangan diproklamirkan sebagai world’s first ultra secure smartphone.
(more…)

Bagi sebuah kapal perang, mengetahui keberadaan lawan dan kemampuan memberikan reaksi atas serangan yang diarahkan adalah kunci utama dalam setiap misi tempur. Semisal dalam peran anti serangan udara yang dikumandangkan oleh komandan, maka selain awak mempersiapkan alutsista hanud (pertahanan udara), dari Pusat Informasi Tempur (PIT) juga dilakukan upaya penangkalan datangnya serangan rudal anti kapal yang dilepaskan pesawat tempur lawan. (more…)

Sampai artikel ini ditulis, dari total enam pesanan, sudah lima CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) yang diserahkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kepada Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan Puspenernal TNI AL. Unit kelima dengan serial number N067, alias yang paling baru, belum lama ini diserahkan pada 24 Januari 2019 di Hanggar Rotary Wing PT DI. Dari segi penampakan, fitur dan kemampuan, boleh disebut unit kelima CN-235 MPA TNI AL adalah serupa dengan empat unit sebelumnya yang sudah beroperasi penuh. (more…)