Dari sekian banyak jenis radar intai dengan kemampuan anti stealth yang dioperasikan Rusia, ada yang menarik dari Nebo-SVU (disebut juga 1L119). Radar multi fungsi dengan antena besar produksi Almaz-Antey Corporation ini adalah radar pertama dengan active electronically scanned array (AESA) yang beroperasi dalam panjang gelombang metrik (metric wavelength) pada very high frequency (VHF). Nebo-SVU juga diklaim mampu mendeteksi jet tempur stealth F-22 Raptor, F-35 Lighnting II dan pembom B-2 Spirit. (more…)
Setelah sempat melakukan negosiasi untuk memasok perangkat peperangan elektronik di frigat FREMM pesanan Indonesia, kini ada kabar terbaru dari Elettronica, dimana perusahaan penyedia perangkat elektronik pertahanan yang bermarkas di Roma, Italia, telah meraih kontrak untuk memasok komponen electronic warfare (peperangan elektronik) pada dua kapal perang jenis OPV (Offshore Patrol Vessel) 90 pesanan TNI AL yang kini sedang dibangun oleh galangan PT Daya Radar Utama (DRU). (more…)
Perusahaan pertahanan Turki Aselsan, meluncurkan radar active electronically scaned array (AESA) yang dikembangkan di dalam negeri. Radar AESA produksi dalam negeri itu rencananya akan dipasang ke jet tempur F-16 Fighting Falcon dan drone tempur (UCAV) Bayraktar Akinci. (more…)
Bagi Cina, laga Perang Ukraina bisa menjadi pelajaran, khususnya terkait teknologi satelit. Meski Rusia dan Cina mampu melakukan jamming dan spoofing pada GPS (Global Positioning System), namun lain halnya dengan satelit Starlink yang dioperasikan SpaceX. Starlink milik Elon Musk dalam Perang Ukraina, disebut telah membawa kerugian pada militer Rusia. Dan kasus Starlink boleh jadi akan merepotkan bila suatu saat Cina akan melakukan invasi ke Taiwan. (more…)
Menjulang tinggi laksana radar Giraffe AMB buatan Saab, PT Radio Telekomunikasi Indonesia (RTI) memamerkan prototipe coastal radar (radar pesisir) di pameran pertahanan Indo Defence 2022. Jenis radar mobile ini cukup menarik perhatian selama pameran, pasalnya model antena radar dengan tiang lipat ala Saab Giraffe AMB dipasang pada platform rantis pick-up 4×4, mengesankan kemudahan dalam penggelarannya. (more…)
Banyak dikerahkan TNI AL dalam misi pelayaran jarak jauh dan menjadi duta kekuatan laut Indonesia dalam UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), korvet Diponegoro Class (SIGMA 9113) dalam waktu dekat ini dikabarkan akan menjalani tahapan Mid Life Modernization (MLM), seperti yang pernah dilakukan sebelumnya pada korvet Fatahillah Class. Nah, poin-poin yang akan menjadi peningkatan pada korvet buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding ini tentu menarik untuk dicermati oleh netizen. (more…)
Amerika Serikat (AS) terus menyediakan alutsista canggih dalam mendukung operasi pertahanan sekaligus di garis depan pertempuran Ukraina dengan Rusia. Terbaru, di bawah program Presidential Drawdown dan USAI, Negeri Paman Sam memasok radar anti-artileri AN/TPQ-49 Lightweight Counter Mortar Radar (LCMR). (more…)
Sekilas mirip dengan radar Master-T buatan Thales Raytheon System, Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Kementerian Pertahanan yang melibatkan PT Len Industri, PT LAPI ITB, PT Radar Telekomunikasi Indonesia (RTI) dan PT Infoglobal, telah merilis prototipe radar Ground Controlled Interception (GCI) buatan lokal. (more…)
Berita penyerbuan pos TNI oleh kelompok separatis bersenjata di Papua telah menjadi keprihatinan bersama, terutama bagaimana pengawasan dapat dilakukan di pos terdepan dapat dilakukan secara efektif. Pasalnya dengan kontur medan yang berat, pengawasan pada sekeliling pos harus dilakukan siang dan malam terus-menerus. Jelas bukan hal yang mudah dijalani. (more…)
Radar firefinder sejatinya bukan sesuatu yang baru di lingkungan TNI AD, seperti di tahun 2013, Pusat Pendidikan (Pusdik) Armed TNI AD pernah merilis prototipe yang disebut juga sebagai weapon location radar. Namun yang diperkenalkan saat itu mengacu pada platform rantis Toyota New Hilux S-Cab 2.5 diesel. Penggunaan platform tentu berpengaruh pada kemampuan radar yang dapat digotong. (more…)