
Tepat sesuai jadwal, Saab pada 29 April lalu telah mennyerahkan unit perdana pesawat intai GlobalEye AEW&C (Airborne Early Warning & Control) ke AU Uni Emirat Arab. Sebelumnya Saab pada Dubai AirShow, November 2019, telah mengirimkan satu unit GlobalEye, namun pesawat intai tersebut didatangkan dalam rangka dipamerkan ke publik dan memperlihatkan bahwa GlobalEye mampu beroperasi optimal pada suhu gurun. (more…)

Faktanya bukan perkara mudah untuk meraih sertifikasi kelayakan bagi sebuah pesawat udara, terlebih bila pesawat yang dimaksud punya kemampuan khusus, misalnya seperti pesawat amfibi. AG-600 Flying Boat bisa jadi contoh menarik. Sejak diluncurkan oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC) pada Juli 2016, baru setahun kemudian, AG-600 berhasil uji terbang perdana pada 24 Desember 2017. Namun itu pun belum tuntas, pasalnya pesawat amfibi terbesar di dunia ini belum pernah dijajal lepas landas alias take-off dari air. (more…)

Rabu, 8 April 2020, sempat ada insiden yang menegangkan di atas langit Alaska, saat sebuah pesawat intai maritim Rusia, jenis Ilyushin IL-38N Rusia terdeteksi di Air Defence Identification Zone (ADIZ) Amerika Serikat di wilayah Alaska. Dan tak ingin mengambil risiko, North American Aerospace Defense Command (NORAD) lantas mengirimkan jet tempur stealth F-22 Raptor, dan terjadilah insiden intercept Raptor pada Il-38. Meski tak berujung pada panasnya tensi politik Washington-Moskow, yang jadi menarik disini adalah sosok Il-38 yang tergolong pesawat intai legendaris sejak era Perang Dingin. (more…)

Meski telah memiliki pesawat intai jenis AEW&C (Airborne Early Warning & Control), yaitu Netra yang mengusung platform jet ERJ 145 buatan Embraer dengan radar AESA (Active Electronically Scanned Array), rupanya itu masih dipandang belum cukup untuk melindungi ruang udara India. Sebagai buktinya, pada Januari 2018, AU India membuka tender untuk pengadaan pesawat tanker MRTT (Multirole Tanker Transport) yang punya kemampuan plus plus. (more…)

Penggunaan sinar laser di lautan untuk kegiatan provokasi kembali terjadi, setelah pada Mei 2019, yaitu saat awak helikopter militer Australia dari kapal induk HMAS Canberra mendapat serangan laser saat terbang di kawasan Laut Cina Selatan. Awak helikopter Australia mendapatkan paparan sinar laser dari dari kapal nelayan Cina. (more…)

Sejak desain perdananya diperlihatkan ke publik, sudah muncul dugaan bahwa pesawat angkut ringan N-219 akan ideal bila dijadikan sebagai pesawat intai maritim. Rancangan N-219 yang mirip DHC-6 Twin Otter dengan desain sayap tinggi (high wing) tanpa ramp door, menjadikan desain N-219 punya peluang besar difungsikan sebagai maritime patrol aircraft (MPA), meneruskan tugas yang dahulu pernah diemban N22/N24 Nomad Puspenerbal TNI AL. (more…)

Malaysia nampaknya ingin mengikuti jejak Indonesia sebagai negara pengguna CN-235 MPA (Maritime Patrol Aircraft), diwartakan dua dari enam unit CN-235 milik AU Malaysia (TUDM) akan dikonversi menjadi varian MPA. Konversi tersebut mendapat dukungan pendanaan oleh Amerika Serikat lewat program Maritime Security Initiative. (more…)

Kabar duka datang Angkatan Udara Amerika Serikat, kamis pagi, 27 Januari 2020, sebuah pesawat komunikasi udara, E-11A BACN (Battlefield Airborne Communications Node) dengan nomer registrasi 11-9358 dilaporkan telah jatuh dan terbakar di Ghazi, Afghanistan, dimana wilayah tersebut dikuasai oleh milisi Taliban. Meski belum ada keterangan resmi dari AU AS, beberapa media internasional menyebut pesawat yang total lost tersebut turut menewaskan seluruh awaknya. (more…)

AU Australia (RAAF) mungkin kini tengah sumringah, setelah digdaya lewat show of force dalam aksi “elephant walk” pada armada pesawat tanker KC-30A di Lanud Amberley, Queensland, kini dari Lanud Edinburgh, 25 km sebelah utara kota Adelaide, diwartakan pada 13 Desember 2019 RAAF telah menerima kedatangan unit terakhir dari pesawat intai maritim Boeing P-8A Poseidon. Poseidon ke-12 tersebut menjadikan jumlah P-8A Australia kini lengkap menjadi satu skadron dalam Wing 92, yang juga menjadi rumah bagi pesawat intai AP-3C Orion. (more…)

Bukan rahasia bila Cina dengan gigih berusaha mengekor pencapaian militer Amerika Serikat. Dalam perspektif pesawat angkut sedang/berat turboprop misalnya, Amerika Serikat jelas telah tersohor dengan keberadaan keluarga Lockheed C-130 Hercules. Ternyata Cina punya tandingannya, yaitu Shaanxi Y-8 yang mencomot desain Antonov An-12. Dan ketika varian Hercules bertransformasi menjadi C-130J Super Hercules, lantas apa tandingan yang dipersiapkan oleh Beijing? (more…)