Sebagai pesawat angkut sedang, kepopuleran CN-235 tak perlu diragukann, diantara varian yang diunggulkan adalan MPA (Maritime Patrol Aircraft) dan Gunship. Namun sejauh ini belum ada varian CN-235 yang diciptakan dengan ‘menggabungkan’ antara fungsi MPA dan Gunship dalam satu platform. Tapi dari ajang Defense and Security 2019 di Bangkok, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memperlihatkan model skala CN-235 MPA yang mendapat ‘sentuhan’ Gunship. (more…)
Salah satu tantangan dalam upaya meningkatkan kapasitas muatan (payload) pada pesawat udara adalah bagaimana modifikasi yang dilakukan tidak menambah efek hambatan udara. Seperti upaya yang dilakukan Beechcraft, manufaktur pesawat yang berbasis di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Dimana Beechcraft menawarkan modifikasi ruang kargo pada pesawat turbopropeller, King Air 350. (more…)
Meski masih menanti kontrak final, namun dari Dubai AirShow 2019 ada kabar yang membuat cerah dua vendor alutsista, yaitu Saab dan Airbus. Persisnya Angkatan Udara Uni Emirat Arab telah mengumumkan proses pengadaan tambahan dua unit pesawat pengintai Saab GlobalEye dengan nilai potensial US$1,018 miliar. Tidak itu saja, juga ada order tambahan untuk tiga unit pesawat tanker Airbus A330 MRTT (Multirole Tanker Transport). (more…)
Saab GlobalEye di Dubai AirShow 2019 (Foto: David Donald)
Dubai AirShow 2019 yang dihelat hingga 21 November, resmi dibuka Minggu 17 November ini, dan salah satu yang menarik dari pameran dirgantara dua tahunan ini adalah hadirnya untuk pertama kali Saab GlobalEye AEW&C (Airborne Early Warning & Control) di hadapan publik. Uni Emirat Arab yang notabene merupakan pemesan pesawat ini menjadikan GlobalEye sebagai kebanggaan dalam arsitektur militer negeri kaya di Timur Tengah ini. (more…)
Nama pesawat angkut sedang C-295 atau dalam versi PT Dirgantara Indonesia disebut “NC-295,” lumayan lekat dalam benak netizen pemerhati alutsista di Tanah Air, lantaran pesawat angkut produksi Airbus Defence and Space (ADS) ini dibangun atas dasar penyepurnaan dari CN-235 yang legendaris. Dan langsung dari Airbus Aircraft Military Center di Manching, Jerman, Airbus untuk pertama kalinya memperlihatkan detail fitur dan kemampuan dari varian tercanggih dan juga terkuat dari keluarga C-295. (more…)
Nama pesawat intai ini terbilang kondang kala terlibat dalam Operasi SAR terbesar, yaitu pencarian bangkai pesawat Boeing 777-200 MH370 Malaysia Airlines yang hilang di Samudera Hindia pada tahun 2014. Meski upaya SAR tak membuahkan hasil, namun dengan kemampuan endurance dan terbang di ketinggian rendah, menjadikan nama Boeing P-8A Poseidon ikut terpromosikan, selain fungsi utama pesawat ini untuk patroli maritim dan anti kapal selam (AKS). (more…)
Sejak digunakan sebagai alat pendeteksi keberadaan kapal selam oleh Paul Langevin pada tahun 1915, hingga kini peran Sonar (Sound Navigation and Ranging) masih sangat diandalkan, baik oleh kapal selam maupun kapal permukaan. Namun dengan dinamika pertempuran yang berkembang di masa depan, pihak angkatan laut mungkin membutuhkan metode yang lebih cepat guna melacak keberadaan sosok kapal selam di kedalaman laut. (more…)
Saat ini, tingkat kemajuan pengembangan drone sudah sedemikian pesat, namun secara terapan, bukan perkara mudah untuk mewujudkan drone intai berkecepatan supersonik. Maklum yang jadi tantangan bukan sebatas mesin yang harus mumpuni untuk meladeni penerbangan wahana nirawak, melainkan sistem kendali yang harus match pada level kecepatan tinggi. (more…)
Latihan militer bilateral Camar Indopura 2019 antara TNI AU dan AU Singapura (RSAF) baru saja tuntas (29/8) setelah resmi dibuka pada 26 Agustus lalu di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Latihan dengan sandi Air Manuver Exercise (AMX) Latma Camar Indopura ke 16 ini melibatkan dua pesawat intai maritim andalan dari kedua negara. Dari TNI AU, dikerahkan satu unit Boeing 737-200 Surveillance dengan nomer AI-7303 dari Skadron Udara 5 dan dari RSAF satu unit Fokker F50 MPA (Maritime Patrol Aircraft). (more…)
Bukan P-8 (Poseidon) tapi ini Y-8Q, meski sama-sama mencomot identitas angka “delapan” dan mengemban peran sebagai pesawat intai maritim, namun keduanya berbeda platform, P-8 mengusung mesin jet dari basis Boeing 737, sedangkan Y-8Q mengusung mesin turboprop dari basis turunan Antonov An-12. Dan ada kabar terbaru bahwa Y-8Q belum lama ini terdeteksi keberadaanya telah dikerankan untuk mendukung Northern Theatre Command, setelah sebelumnya Cina menugaskan pesawat besutan Shaanxi Aircraft Corporation ini di Eastern and Southern Theatre Commands. (more…)