Meski tak ada keterlibatan Indonesia dalam proses produksi HC-144 Ocean Sentry, namun, saat menyebut nama pesawat intai/SAR milik Penjaga Pantai Amerika Serikat – United States Coast Guard (USCG), terlintas rasa bangga, lantaran salah satu pesawat andalan USCG itu mengambil basis platform dari CN-235, pesawat angkut medium yang tak lain adalah hasil rancangan Indonesia dan Spanyol pada dekade 80-an. Dan, ada kabar bahwa USCG telah menerima 8 unit HC-144 yang telah mendapatkan upgrade. (more…)
Bila merujuk ke artikel kami sebelumnya, disebutkan AU Malaysia (TUDM) akan melakukan konversi pada dua unit CN-235 220 di fasilitas PT Dirgantara Indonesia (DI), yakni dari varian angkut multirole ke varian intai maritim – MPA (Maritime Patrol Aircraft). Namun, ada informasi lanjutan, ternyata bukan dua unit yang akan dikonversi, melainkan ada tiga unit. (more…)
Menghadapi dua lawan sekaligus adalah tantangan berat bagi militer India, pasalnya Negeri Anak Benua ini punya potensi untuk berperang langsung di perbatasan dengan Cina dan Pakistan. Menghadapi kenyataan itu, tak ada kata lain bagi India untuk terus waspada dan siaga di level tertinggi. Dan ketika bicara tentang kewaspadaan, maka sangat dimaklumi bila India mengoperasikan beberapa armada pesawat dan helikopter intai dengan kemampuan AEW&C (Airborne Early Warning & Control). (more…)
AL Cina menyadari sepenuhnya, bahwa untuk mendongkrak kemampuan armada jet tempur dari kapal induk, sangat diperlukan pesawat intai Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Tanpa adanya pesawat AEW&C, maka kemampuan deteksi dan peringatan dini bagi unsur kapal induk menjadi begitu rentan dan terbatas. Dalam proyek serba cepat, kabarnya prototipe Xian KJ-600 kini telah terbang perdana. Namun, untuk bisa beroperasi dari kapal induk, faktanya masih butuh waktu panjang, mengingat KJ-600 tidak dapat lepas landas dengan teknik ski jump.(more…)
Banyak jalan untuk mengukur tingkat kesiapan tempur pertahanan udara dari suatu negara. Salah satu yang lazim dilakukan sedari dulu hingga saat ini adalah dengan menerbangkan pesawat masuk ke zona identifikasi pertahanan udara dari negara yang dituju. Dari aksi terbang ‘nyelonong’ tersebut, maka dapat diketahui tingkat kecepatan respon unsur hanud dalam menghadapi serangan udara yang kelak akan dilakukan. Dan belum berlangsung lama setelah aksi jet tempur AU Cina yang masuk ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ/Air Defense Identification Zone) Taiwan pada 9 Juni 2020, kini dikabarkan, sebuah pesawat intai ‘spy plane’ jenis Y-9 juga telah masuk ke ADIZ Korea Selatan pada awal minggu ini. (more…)
Di Indonesia, pelibatan unsur militer dalam misi bantuan tugas penegakan hukum sipil dikenal dengan istilah BKO (Bawah Kendali Operasi), dimana militer mendapat mandat untuk mendukung tugas pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian. Tapi lain halnya di Amerika Serikat, pelibatan unsur militer untuk mengatasi masalah sipil, memicu kontroversi. Selain keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengerahkan ribuan Pasukan Garda Nasional untuk meredam kerusuhan rasial yang meluas di berbagai kota, kini parlemen kembali mempertanyakan pengerahan pesawat intai ‘mata-mata’ selama aksi unjuk rasa dan kerusahan rasial akibat tewasnya George Floyd. (more…)
High Altitude Platform Station (HAPS) atau di Indonesia akrab disebut Wahaha Dirgantara Super, telah digadang sebagai instrumen strategis multifungsi, dimana kegunaannya dapat berperan penting dalam lingkup komunikasi sipil dan militer. Bila di Indonesia HAPS baru sebatas wacana, maka Departemen Pertahanan Australia pada 9 Juni lalu merilis, bahwa pihaknya telah sukses meluncurkan apa yang disebut sebagai high altitude balloon ke ketinggian stratosfer. (more…)
Aksi saling intai dari udara di masa damai bukan lagi hal yang tabu, asalkan dilakukan dengan santuy dan halus, rasanya tidak akan menimbulkan gejolak antar negara bertetangga. Sebut saja di pada dekade 80/90-an, dimana teknologi analog dalam penerbangan masih dominan, baik Singapura dan Malaysia kala itu sudah menggunakan jet tempur spesialis intai pemotretan udara RF-5E Tigerye. Sementara Indonesia, lebih memilih menggunakan pod Vicon 70 yang dipasang pada A-4E Skyhawk dan Hawk series. (more…)
Pandemi Covid-19 rupanya berdampak langsung pada PT Dirgantara Indonesia (DI), dimana diskusi final pengadaan CN-235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) pesanan AU Senegal terpaksa ditunda. Padahal serangkaian diskusi telah dicapai saat Singapore AirShow 2020 di bulan Februari lalu. Negosiasi terpaksa ditunda lantaran adanya larangan perjalanan (travel bans) sebagai dampak dari Covid-19. (more…)
Meski bukan platform terbaru di lini AEW&C (Active Early Warning and Control), rupanya sistem radar intai dan peringatan dini Erieye masih punya pasar. Setelah dioperasikan Swedia, Thailand, Brasil, Yunani, Meksiko, Pakistan dan Uni Emirat Arab, ada kabar terbaru bahwa Saab telah mendapatkan pesanan untuk Erieye yang akan dipasang pada pesawat turbopop Saab 2000. Yang menarik, Erieye merupakan solusi AEW&C yang selama ini gencar ditawarkan Saab ke Indonesia. (more…)