Sang Naga kembali mengirimkan pesan yang sangat jelas ke Washington mengenai peningkatan drastis proyeksi kekuatan udara mereka di kawasan Pasifik Barat. Melalui unggahan video terbaru di saluran media sosial militer mereka, Angkatan Udara Cina (PLAAF) secara terbuka memamerkan kemampuan pesawat tanker strategis Xian YY-20A (varian tanker dari pesawat angkut berat Y-20) saat melakukan latihan pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling) secara simultan dengan jet tempur siluman, Chengdu J-20 Mighty Dragon. (more…)
Dunia penerbangan militer internasional mendadak digemparkan oleh sinyalemen terbaru yang dirilis oleh Angkatan Udara Angkatan Cina (PLAAF). Melalui sebuah video resmi terbaru yang dirilis untuk memperingati 10 tahun operasional pesawat angkut berat Xian Y-20, Beijing untuk pertama kalinya secara dramatis memberikan petunjuk kuat mengenai keberadaan proyek jet tempur generasi keenam mereka. (more…)
Saat melihat pesawat terbang komersial melintas di langit malam dengan lampu berkedip merah dan hijau adalah hal yang biasa karena fungsi lampu navigasi tersebut sangat krusial untuk menjaga keselamatan penerbangan. Namun, pemandangan berbeda akan terlihat jika yang melintas adalah armada jet tempur militer yang sedang menjalankan operasi malam hari. (more…)
Militer Amerika Serikat secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima setidaknya enam unit jet tempur F-35 Lightning II untuk Korps Marinir AS (USMC) dalam kondisi tanpa radar. Kondisi yang terdengar ironis untuk jet tempur siluman generasi kelima ini merupakan imbas langsung dari keterlambatan pengembangan radar generasi terbaru, AN/APG-85, yang menjadi bagian dari rentetan masalah teknis di dalam program modernisasi jet tempur tersebut. (more…)
Kemampuan Lockheed Martin F-22 Raptor dalam menguasai lapisan stratosfer di atas ketinggian 60.000 kaki (lebih dari 18 kilometer) memang kerap mengundang decak kagum. Namun, di panggung geopolitik dirgantara global, sang pemangsa udara asal Amerika Serikat ini ternyata tidak sendirian. (more…)
Mayoritas jet tempur generasi keempat dan kelima dirancang untuk beroperasi secara optimal pada ketinggian di bawah 50.000 kaki (sekitar 15 kilometer). Namun, ada satu penempur yang mampu melenggang dengan sangat mudah di lapisan stratosfer ekstrem, menembus ketinggian di atas 60.000 kaki (lebih dari 18 kilometer). Pesawat tersebut adalah Lockheed Martin F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS (USAF). (more…)
General Atomics FQ-42 (atas) dan Anduril FQ-44 (bawah).
Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force/USAF) resmi mengumumkan langkah revolusioner dalam modernisasi kekuatan udara mereka dengan memberikan kontrak manufaktur dan produksi awal untuk program Collaborative Combat Aircraft (CCA). Dalam pengumuman, USAF resmi menunjuk dua kontraktor utama, yaitu General Atomics dengan platform FQ-42 dan Anduril Industries melalui platform FQ-44. (more…)
Di tengah perlombaan adopsi teknologi jet tempur generasi kelima yang belum sepenuhnya merata di tingkat global, jagat dirgantara militer kembali dihangatkan mengenai proyek jet tempur generasi keenam Rusia, Mikoyan MiG-41. (more…)
Perkembangan desain jet tempur siluman generasi kelima terus menunjukkan pergeseran prioritas, di mana manajemen jejak radar, pengurangan bobot, serta simplifikasi manufaktur kini jauh lebih diutamakan ketimbang konfigurasi warisan era Perang Dingin. (more…)
Peta persaingan jet tempur masa depan Eropa mengalami guncangan setelah proyek ambisius Future Combat Air System (FCAS) bentukan Berlin dan Paris resmi dinyatakan berakhir pada 8 Juni 2026. Keputusan dramatis ini menjadi puncak dari perselisihan bertahun-tahun antara Jerman dan Perancis terkait pembagian porsi kerja (work shares) dan perebutan dominasi kepemimpinan dalam program senilai 100 miliar Euro, yang awalnya digadang-gadang sejak tahun 2017 sebagai tulang punggung kedirgantaraan Eropa. (more…)