
Dalam babak awal serangan udara ke permukaan, penghancuran fasilitas radar dan sarana berbasis elektronik menjadi prioritas utama untuk segera ditaklukan. Penghancuran radar, terutama radar hanud (pertahanan udara) dengan kemampuan GCI (Ground Control Intercept) menjadi mutlak dilakukan, pasalnya radar inilah yang berperan aktif ‘membimbing’ jet tempur lawan, belum lagi peran radar GCI sebagai integrator IFF (Identification Friend or Foe) pada beragam sistem senjata hanud titik (rudal/kanon) dan hanud terminal (pesawat tempur). (more…)

Bagi Anda penggemar dunia kemiliteran, boleh jadi obyek yang paling ingin Anda kunjungi adalah Pangkalan Udara (lanud) Iswahjudi di Madiun, Jawa Timur. Namun sebagai instalasi militer strategis, bertandang ke lanud Iswahjudi pastinya perlu prosedur keamanan yang amat ketat, jangankan masuk ke lanud, pesawat sipil yang melintas di atas lanud pun dilarang keras. (more…)

Tupolev adalah legenda besar bagi TNI AU, namanya begitu masyur mewakili kehadiran pembom jet jarak jauh Tu-16 pada dekade 60 dan 70-an di Indonesia. Meski terkesan terlupakan, namun sejarah telah mencatat tak hanya Tu-16 yang dirilis Tupolev di Indonesia, justru jauh sebelum hadirnya Tu-16, TNI AU (d/h AURI) telah mengoperasikan pembom medium Tu-2, yang oleh NATO diberi kode Bat. (more…)

Militer Indonesia tempo dulu memang digdaya, seperti di lini alutsista udara dahulu mengenal segmen pesawat pembom. Dan, bila bicara pembom maka asosiasi kebanyakan orang di Republik ini langsung mengarah pada sosok Tu-16 Badge dan Il-28 Beagle. Tidak salah memang, karena pembom besutan Uni Soviet adalah yang tecanggih pada jamannya, dan jelas ada kebangaan tersendiri tatkala Indonesia mempunyai pembom jarak jauh sekelas Tu-16. (more…)