
BUMN Strategis, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kembali membuat kejutan pada produk eksistingnya. Bukan tentang pesawat angkut medium NC-295, melainkan pada sosok CN-235 220. Setelah beberapa unit terbaru diserahkan dalam varian MPA (Maritime Patrol Aircraft) untuk kebutuhan TNI AU dan TNI AL, kini justru ada kabar yang membetot perhatian jagad alutsista nasional, yakni PT DI tengah mengembangkan CN-235 220 dalam varian Gunship. (more…)

Jika ditakar dari usia, siapa pun sepakat menyebut bahwa Douglas DC-3 adalah pesawat yang teramat tua, terbang perdana pada 17 Desember 1935, pesawat angkut sedang yang versi militernya disebut C-47 Skytrain ini begitu kental kiprahnya dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. (more…)

Ambisi Soekarno untuk menyatukan Nusantara pada kenyataan membuat Indonesia bersitegang langsung dengan Inggris, Belanda, dan kemudian menyeret Australia. Menyadari menghadapi ‘lawan’ negara-negara besar, jauh-jauh hari pun sudah terpikirkan untuk melindungi kawasan obyek vital nasional, terutama Ibukota Jakarta bila suatu waktu menjadi target serangan udara. Maka tak heran kemudian bila Jakarta sempat dilindungi oleh tiga skadron peluncur rudal hanud (SAM) jarak jauh SA-2. (more…)

Setelah Oktober 2017 lalu muncul kabar bahwa pembom strategis supersonic Xian H-6K tengah meronda di kawasan Laut Cina Selatan (LCS), kini ada kabar lagi yang lebih mengejutkan, yakni militer Cina telah merilis video dan informasi bila Xian H-6K telah mampu mendarat dan lepas landas dari salah satu pulau terumbu yang ada di Laut Cina Selatan. (more…)

Dalam kunjungan selama lima hari (5 sampai 9 Desember 2017) di Lanud Manuhua, Biak, Papua, kehadiran pembom strategis Tu-95MS membawa arti penting dalam ikatan kerjasama antara Indonesia-Rusia. Karena dalam misi latihan navigasi lintas internasional, kedua pembom yang terbang dari Vladivostok langsung ke Biak tidak membawa bekal kamera pengintai dan persenjataan. (more…)

Untuk pertama kali dalam sejarah, pesawat pembom legendaris AU Rusia Tu-95 Bear mendarat secara resmi di Indonesia. Pembom turboprop ini sangat layak disebut legendaris, pasalnya dibangun di awal-awal era Perang Dingin dan sampai saat ini pamornya tak pudar, bahkan masih jadi andalan kekuatan pembom dari Negeri Tirai Besi. Dan pada Selasa siang (5/12/2017), dua unit Tu-95 mendarat di Bandara Frans Kaisiepo, Biak. (more…)

Di Dubai AirShow 2017, Airbus Defence and Space (ADS) menampilkan pesawat C-295 versi Armed ISR (Intelligence Surveillance & Reconnaissance), karena ada embel-embel kata “armed” maka bisa dipastikan inilah gunship terbaru yang dirilis pihak ADS. Namun flashback ke tahun 2011, titisan dari senior C-295, yakni C/N-235 sudah mengangkasa sebagai gunship yang eksis di Timur Tengah, persisnya menyandang label AC-235. (more…)

Banyak cara bagi militer Cina untuk menunjukkan tajinya di kawasan Laut Cina Selatan (LCS), mulai dari penggelaran kapal induk, drone penyerang (UCAV), kapal selam nuklir, dan kapal perusak dapat dikerahkan sewaktu-waktu untuk ‘menakut-nakuti’ negara yang berselisih dengan Beijing. Seperti baru-baru ini muncul kabar bahwa pembom strategis supersonic Xian H-6 tengah meronda kawasan LCS. (more…)

Suatu hari ada seorang kawan yang bertanya, apakah jenis pesawat intai milik asing yang paling sering wara-wiri di atas udara Indonesia? Jawaban pastinya tentu ada di tangan pihak yang berwenang seperti Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional), namun bila ditakar dari kehadiran pesawat intai yang mampir dan melintas secara ‘resmi’ dengan pemberitahuan, maka sosoknya akan mengerucut pada P-3C Orion, jenis pesawat intai maritim jarak jauh, sekaligus pembasmi kapal selam produksi Lockheed Martin. (more…)

Jumat, 1 Juni 2017, perhatian kita sejenak beralih ke Marawi, kawasan konflik di Pulau Mindanau, Fililpina. Pasalnya dalam babakan ground attack yang dilakukan AU Filipina atau Philippine Air Force (PAF) muncul sosok yang amat lekat dalam legenda pesawat COIN (Counter Insurgency) Indonesia. Ya, PAF mengerahkan OV-10 Bronco untuk serangan udara ke permukaan ke basis perkubuan kelompok Maute pro ISIS di Marawi. Bronco milik PAF dengan cat cocor merah pada moncongnya terlihat jelas melepaskan bom MK82 untuk direct target.
(more…)