Bom Udara Latih BNL-250 Buatan PT Sari Bahari Raih Penghargaan Rekayasa Bergengsi Tingkat ASEAN

Industri pertahanan swasta nasional Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Bom udara latih buatan PT Sari Bahari, Malang, Jawa Timur, berhasil meraih penghargaan bergengsi ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award untuk kategori Project. Keberhasilan bom berkode BNL-250 ini merupakan pengakuan nyata atas kemampuan rekayasa teknik dalam negeri yang mampu bersaing di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: BNL-250/BNT-250 – Kelak Gantikan Pasokan Kebutuhan Bom MK82 untuk TNI AU
Penghargaan yang diberikan oleh ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) ini diserahkan langsung oleh Chairman AFEO, Ilham Akbar Habibie, kepada Vice President Director PT Sari Bahari, Putra Prathama Nugraha Egam, dalam acara puncak Conference of The ASEAN Federation of Engineering Organization (CAFEO) ke-44 yang berlangsung di Bandung, Kamis (22/10/2026).
“Kami sangat bersyukur bahwa usaha kita selama ini untuk melakukan penelitian dan pengembangan senjata bagi TNI Angkatan Udara, mendapatkan pengakuan dari federasi organisasi profesi insinyur, bahkan levelnya di kawasan Asia Tenggara. Jadi ini adalah sebuah penghargaan yang sangat patut kami syukuri,” ujar Putra Egam usai menerima penghargaan.
PT Sari Bahari adalah satu dari empat perusahaan Indonesia yang menerima penghargaan malam itu, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama rekayasa teknologi dan pembangunan berkelanjutan di ASEAN. Pengakuan ini juga didorong oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang melihat keseriusan Sari Bahari dalam memajukan kemandirian industri pertahanan lokal.
Jet Tempur F-16 Skadron Udara 3 TNI AU Sukses Luncurkan Bom Tajam BNT-250 Produksi PT Sari Bahari
Inovasi Desain Low-Drag dan Akurasi Tinggi Bom BNL-250 (Bom Nusantara Latih) bukan sekadar amunisi biasa. Bom ini memiliki nilai kebaruan yang signifikan, terutama pada sisi desain. Mengadopsi konsep Low-drag Design dengan bentuk yang sangat streamline, bom ini dirancang untuk meminimalkan hambatan udara, memastikan efisiensi dan jangkauan optimal saat dilepaskan dari pesawat tempur.
Salah satu keunggulan teknis utamanya adalah kompatibilitas dengan pesawat tempur standar NATO yang dioperasikan TNI AU, seperti F-16 Fighting Falcon, EMB-314 Super Tucano, dan BAE Hawk. Meskipun memiliki bentuk yang benar-benar baru hasil desain mandiri PT Sari Bahari, BNL-250 mampu terintegrasi sempurna dengan sistem persenjataan pesawat (synchronize), memungkinkannya dijatuhkan dengan presisi dan aman. Inovasi ini telah diverifikasi oleh Dinas Penelitian Pengembangan TNI AU, yang mengonfirmasi stabilitas tinggi bom saat dilepaskan dari ketinggian antara 1.800 hingga 10.000 kaki.
Dari sisi operasional, bom ini mendukung sistem penjatuhan modern seperti CCIP (Continuously Computed Impact Point), di mana HUD pesawat menampilkan titik jatuh secara real-time untuk dive attack, serta CCRP (Continuously Computed Release Point), di mana komputer pesawat menghitung otomatis waktu pelepasan bom saat pilot menjaga jalur penerbangan. Pada uji coba, deviasi akurasinya tercatat sangat mengesankan, yaitu kurang dari 30 meter dari target.
Menuju Kemandirian dan Solusi Kawasan Keberhasilan BNL-250 yang telah memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 70% ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bom impor, seperti MK82 buatan AS. Varian latihnya mengeluarkan asap putih untuk penanda visual, sementara varian tajam (BNT-250) menggunakan bahan peledak TNT hasil kolaborasi dengan PT Dahana.
PT Sari Bahari menegaskan akan terus mengembangkan desain dasar BNL-250 ini ke kaliber yang lebih besar sesuai kebutuhan pengguna, TNI AU. Selain itu, Putra Egam melihat peluang pasar di kawasan ASEAN.
“Secara geopolitik juga karena ini buatan Indonesia, dan secara tradisional Indonesia dan negara ASEAN sangat bersahabat, maka ini bisa menjadi alternatif solusi bagi militer-militer di sekitar kawasan, negara-negara sahabat dari Indonesia. Terutama di ASEAN,” tegas Putra Prathama Nugraha. (IM)
MK82 High Drag Bomb Parachute: Bom Spesialis Penghancur Sasaran Tertutup dan Sulit
Spesifikasi Teknis BNL-250:
– Berat Total: 250–270 kg
– Panjang: 2.165–2.300 mm
– Diameter: 273 mm
– Varian Latih: White smoke (penanda asap).
– Varian Tajam (BNT-250): Hulu ledak TNT destruktif.
– Nomor NSN: 1325450007031 (varian practice).
– Kompatibilitas: F-16, EMB-314 Super Tucano, BAE Hawk.
– Sistem Pemandu: CCIP & CCRP pesawat.
– Deviasi Akurasi: <30 meter. – TKDN: >70%.


