Korea Utara Gelar Latihan Serangan Rudal Jelajah Cluster dan Uji Sistem Hanud Berteknologi S-400

Suhu militer di Semenanjung Korea kembali berada di tingkat mengkhawatirkan. Lembaga Administrasi Rudal Korea Utara (Missile Administration) resmi menggelar unjuk kekuatan ganda pada Rabu, yang dikonfirmasi oleh kantor berita negara KCNA pada Kamis (5/11/2026).
Dalam latihan tersebut, Pyongyang tidak hanya menguji coba sistem rudal pertahanan udara (surface-to-air missile / SAM) generasi baru, melainkan juga meluncurkan rudal jelajah strategis jarak jauh yang menghantam simulasi pangkalan udara di wilayah timur.
Berdasarkan laporan KCNA, pengujian sistem hanud anyar ini memverifikasi keandalan material baru, spesifikasi teknis, serta multiple guidance modes (mode pemandu ganda). Uji coba tersebut juga mengonfirmasi kemampuan sistem dalam mendeteksi, mengidentifikasi, serta melacak target multi-objek secara presisi. Secara terpisah, subunit rudal jelajah strategis jarak jauh di wilayah timur meluncurkan amunisi yang sukses menghantam sasaran simulasi lapangan terbang.
Pihak Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengonfirmasi telah mendeteksi beberapa peluncuran proyektil dari kawasan Sondok di pantai timur menuju Laut Timur (Laut Jepang). Ini menjadi aksi peluncuran senjata keempat yang dilakukan Pyongyang dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Data deteksi dini Seoul menunjukkan bahwa proyektil yang dilepaskan terdiri dari beberapa jenis rudal yang berbeda.
The new, large NK SAM (without booster) is reminiscent of Japan’s Type 03 SAM (both have 2 sets of 4 control surfaces presumably to enhance maneuverability), the wings in the middle also make it look like a S-75 after discarding booster. https://t.co/D8sEr1i457
— Taepodong (@stoa1984) November 4, 2026
Para pengamat pertahanan memberikan sorotan khusus terhadap desain fisik dan kapabilitas kedua jenis persenjataan ini:
Sistem Hanud Anyar Berteknologi S-400
Rudal pertahanan udara (hanud) berukuran besar tanpa booster tambahan ini pertama kali diperlihatkan ke publik pada November 2025. Analis militer mencatat keberadaan dua set Sirip Kendali (control surfaces) yang terdiri dari empat sirip di dua bagian badan rudal—sebuah konfigurasi peningkat kelincahan manuver yang mirip dengan rudal Type 03 milik Jepang.
Selain itu, keberadaan sayap di bagian tengah memberikan impresi visual menyerupai rudal legendaris S-75 saat telah melepas booster-nya. Menariknya, Sekjen Korea Defense & Security Forum, Shin Jong-woo, menilai bagian pemandu (guidance section) rudal ini tampak mengadopsi desain yang menyerupai sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Russia.
Rudal Jelajah Strategis dengan Hulu Ledak Cluster
Berdasarkan analisis foto-foto resmi yang dirilis Pyongyang, Shin Jong-woo mengidentifikasi bahwa rudal jelajah yang diuji tampaknya mengusung hulu ledak kluster (cluster warhead). Latihan penyerangan ke simulasi pangkalan udara ini disinyalir kuat bertujuan untuk menguji efektivitas sebaran sub-munisi (payload dispersion) di area target yang luas guna melumpuhkan landasan pacu serta fasilitas pendukung udara musuh secara serentak.
Secara doktrin taktis, kombinasi pengujian sistem hanud berorientasi manuver tinggi dan serangan rudal jelajah berhulu ledak kluster ini memperlihatkan strategi dua arah Pyongyang: membangun perisai udara yang lebih tangguh untuk melindungi aset vital dari serangan balasan, sembari mengasah kemampuan menetralisir pangkalan udara lawan pada fase awal konflik. (Gilang Perdana)
Targetkan Lapangan Udara, Rusia Upgrade Rudal Jelajah Jarak Jauh Kh-101 dengan Hulu Ledak Cluster



“Sekjen Korea Defense & Security Forum, Shin Jong-woo, menilai bagian pemandu (guidance section) rudal ini tampak mengadopsi desain yang menyerupai sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Russia.”
Ada kata ‘mengadopsi desain’ brarti proses mengambil prinsip, elemen estetika atau fungsi dari suatu karya atau produk lalu mengembangkannya kembali bukan mendapat transfer ilmu dari produsennya kan ya? 🤔