
Iran kini berada dalam pusaran krisis ganda yang mengancam stabilitas nasionalnya. Sejak awal Januari 2026, gelombang unjuk rasa besar-besaran kembali meletus di berbagai kota utama, namun kali ini dengan intensitas yang lebih destruktif. Teheran secara resmi menuding bahwa gejolak politik ini bukanlah sekadar gerakan akar rumput, melainkan hasil dari operasi intelijen tingkat tinggi yang dirancang secara sistematis oleh Amerika Serikat (CIA) dan Israel (Mossad). (more…)

Memasuki awal tahun 2026, peta kekuatan udara di kawasan Mediterania Timur berada di ambang perubahan drastis. Laporan diplomatik yang memuncak pada Januari 2026 menunjukkan niat serius Presiden Erdogan untuk mengaktifkan kembali kontrak F-35 Lightning II yang sempat dibekukan oleh Amerika Serikat. (more…)

Center for Analysis of World Arms Trade (CAWAT), lembaga riset pertahanan non-pemerintah yang berbasis di Moskow, menyebut bahwa sistem rudal pertahanan udara (hanud) S-400 Triumf secara signifikan mengungguli sistem hanud Amerika Serikat, khususnya dalam hal kecepatan pengerahan dari barisan hingga formasi tempur. (more…)

Anomali kembali terjadi dalam dunia alutsista, kali kabar datang dari Negeri Ottoman, setelah Rusia disebut telah menghubungi Turki untuk membeli kembali (repurchasing) sistem pertahanan udara (hanud) S-400 Triumph yang dijualnya ke Ankara pada tahun 2019. Permintaan tersebut dilaporkan muncul saat Turki mengembangkan sistem hanud terintegrasi lokal “Steel Dome” yang memanfaatkan kemampuan domestik. (more…)

Perang di Ukraina diibaratkan sebagai ajang pembuktian atas kemampuan berbagai jenis alutsista. Salah satu yang menarik dicermati adalah bagaimana kemampuan sistem rudal hanud (pertahanan udara) darat ke udara ‘papan atas’ untuk meladeni atau menangkal serangan atau ancaman dari udara. (more…)

Punya ancaman berperang dengan militer terkuat di Timur Tengah, ditambah pelajaran dari apa yang dialami Iran ketika hanudnya dibuat tak berdaya saat menghadapi serangan udara dari Israel, maka Mesir untuk perlu meracik komposisi sistem rudal pertahanan udara (hanud) yang berbeda, dan setidaknya dapat membuat Tel Aviv segan. (more…)

Bila klaim Pakistan yang telah menghancurkan sistem rudal hanud (pertahanan udara) S-400 “Sudarshan” milik India benar, maka boleh jadi hubungan antara Cina dan Rusia menjadi ‘tak enak hati’, pasalnya S-400 yang merupakan produksi Rusia, diklaim telah dihancurkan oleh rudal jelajah udara ke permukaan hipersonik CM-400AKG yang tak lain adalah produksi Cina yang disebut telah diluncurkan ke sasaran perbatasan dengan jet tempur JF-17 Thunder. (more…)

Selain pengerahan perdana jet tempur Rafale dalam Operasi Sindoor, Angkatan Udara India juga untuk pertama kalinya mengerahkan sistem rudal hanud (pertahanan udara) buatan Rusia, S-400 Triumf dalam menghalau serangan balik jet tempur Pakistan. Pada malam 7 Mei 2025, pertahanan udara India menghadapi ujian saat Pakistan meluncurkan rentetan serangan drone dan rudal yang menargetkan instalasi militer di India utara dan barat. (more…)

Demi kepentingan strategis, kebijakan standar ganda lazim dilakukan oleh Amerika Serikat dari waktu ke waktu, yang paling baru dan membuat Turki ‘sakit hati’ adalah terkait tawaran dari AS ke India untuk membeli jet tempur stealth F-35 Lightning II. Padahal, India adalah pengguna sistem rudal hanud (pertahanan udara) S-400 Triumf dari Rusia. (more…)

Meski Rusia tak menyatakan mundur dari Suriah, namun kehadiran militer Rusia telah dikurangi drastis pasca tumbangnya rezim Bashar al-Assad, yang atas pertimbangan geopolitik, kemungkinan Rusia akan bergeser pangkalan udara (Lanud) Al Khadim di Libya, yaitu untuk mempertankan kepentingannya di Mediterania dan Afrika Utara. (more…)