Pangkalan Udara (Lanud) Khmeimim (Hmeimim) di kota Latakia berperan strategis bagi kepentingan Rusia, bukan hanya di kawasan Suriah, namun menjadi bukti eksistensi militer Rusia di Timur Tengah. Namun, pasca kejatuhan rezim Bashar al-Assad, maka semua berubah 180 derajat, basis militer Rusia di Suriah, termasuk pangkalan angkatan laut di Tartus menjadi sangat rawan untuk diserang pemberontak. (more…)
Setelah Aleppo, kini kota terbesar di Suriah, Damaskus jatuh ke tangan pemberontak, yang sekaligus mengakhiri kekuasaan rezim Bashar al-Assad. Kejatuhan Bashar al-Assad tak pelak berpengaruh langsung pada eksistensi Rusia yang memiliki dua basis militer di Suriah, yakni Pangkalan Udara Khmeimim dan Pangkalan Angkatan Laut di kota pelabuhan Tartus. (more…)
Northwestern Polytechnical University (NPU) yang berlokasi Xi’an, Provinsi Shaanxi, telah dikenal sebagai salah satu universitas teknik terkemuka di Cina, terutama dalam bidang kedirgantaraan, teknik mesin, dan teknik material. Setelah sebelumnya meluncurkan drone “Loyal Wingman” LJ-1 dari pembom strategis Xian H-6K, kini para peneliti dari NPU kembali membuat gebrakan, yakni dengan mengembangkan rudal antipesawat atau rudal hanud (pertahanan udara) dengan jangkuan yang tidak lazim, yakni 2.000 km. (more…)
Dengan pengaruh politik yang kuat, Amerika Serikat kini tengah memberi ‘angin segar’ kepada Turki, yakni dengan peluang untuk diajak bergabung kembali ke dalam program Joint Strike Fighter (JSF), yang artinya Turki dapat mengakuisisi jet tempur stealth F-35A Lightning II, yang menjadikan kekuatan udaranya dapat mengimbangi Yunani yang sebelumnya telah mendapat lampu hijau untuk membeli F-35A. (more…)
Setelah tertunda satu tahun, Komando Pertahanan Angkatan Udara Turki dikabarkan akan mulai mengoperasikan sistem rudal hanud jarak jauh Siper pada akhir tahun 2024. Siper digadang untuk dapat mengimbangi sistem hanud S-400 yang telah eksis digunakan arhanud Turki. Dalam beberapa tahun terakhir, Turki telah mengembangkan dan memperoleh berbagai sistem pertahanan udara, termasuk Gürz, Korkut, Sungur, dan Hisar. (more…)
Turki dan Yunani memang unik, dua negara anggota NATO yang berseteru ini adalah pengguna sistem hanud buatan Rusia. Dan kedua negara tersebut belum lama ini dilaporkan bergabung dalam European SkyShield Initiative (ESSI) atau Inisiatif Perisai Langit Eropa yang dipimpin oleh Jerman. (more…)
Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, inilah gambaran yang dialami Turki dalam proyek pengadaan jet tempur stealth F-35A Lightning II. Setelah terkena Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) yang berujung didepaknya Turki dari proyek pengadaan F-35A, maka Turki masih mendapat tuntutan, yakni ‘keharusan’ untuk membayar kompensasi biaya pemeliharaan atas enam unit F-35A Turki yang ironisnya tidak pernah diterima oleh Turki. (more…)
Para petinggi pertahanan Turki mungkin kini tengah bimbang pada tawaran dari AS, yakni untuk kembali bergabung dalam program akuisisi dan pengembangan jet tempur stealth F-35 Lightning II, dengan syarat Turki harus meninggalkan sistem hanud S-400, atau yang lebih sadis, mungkin harus menyerahkan S-400 ke AS atau Ukraina. (more…)
Dari segi kemampuan, sistem hanud S-400 Triumph digadang sebagai pengusung rudal anti serangan udara jarak jauh. Sebut saja di arsenal hanud S-400 ada rudal 9M96E dengan jangkauan 40 km, rudal 9M96E2 dengan jangkauan 120 km, rudal 48N6 dengan jangkauan 250 km dan rudal 40N6E dengan jangkauan 400 km. Itu artinya sistem hanud S-400 secara teori dapat menghancurkan setiap jet tempur dan helikopter Ukraina yang berada di dalam teritorial mereka. Namun, untuk mendeteksi sasaran dalam jarak sejauh, sistem hanud S-400 perlu mendapat bantuan. (more…)
Salah satu dampak dari pecahnya perang Ukraina adalah potensi keterlambatan pengiriman alutsista produksi Rusia. Hal itu bisa dipahami, mengingat konsentrasi manufaktur persenjataan akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan perang. India selaku importir terbesar persenjataan dari Rusia, pernah menyatakan kekhawatiran akan potensi keterlambatan pengirim sistem hanud jarak jauh S-400. (more…)