
Demi kepentingan strategis, kebijakan standar ganda lazim dilakukan oleh Amerika Serikat dari waktu ke waktu, yang paling baru dan membuat Turki ‘sakit hati’ adalah terkait tawaran dari AS ke India untuk membeli jet tempur stealth F-35 Lightning II. Padahal, India adalah pengguna sistem rudal hanud (pertahanan udara) S-400 Triumf dari Rusia. (more…)

Meski Rusia tak menyatakan mundur dari Suriah, namun kehadiran militer Rusia telah dikurangi drastis pasca tumbangnya rezim Bashar al-Assad, yang atas pertimbangan geopolitik, kemungkinan Rusia akan bergeser pangkalan udara (Lanud) Al Khadim di Libya, yaitu untuk mempertankan kepentingannya di Mediterania dan Afrika Utara. (more…)

Pangkalan Udara (Lanud) Khmeimim (Hmeimim) di kota Latakia berperan strategis bagi kepentingan Rusia, bukan hanya di kawasan Suriah, namun menjadi bukti eksistensi militer Rusia di Timur Tengah. Namun, pasca kejatuhan rezim Bashar al-Assad, maka semua berubah 180 derajat, basis militer Rusia di Suriah, termasuk pangkalan angkatan laut di Tartus menjadi sangat rawan untuk diserang pemberontak. (more…)

Setelah Aleppo, kini kota terbesar di Suriah, Damaskus jatuh ke tangan pemberontak, yang sekaligus mengakhiri kekuasaan rezim Bashar al-Assad. Kejatuhan Bashar al-Assad tak pelak berpengaruh langsung pada eksistensi Rusia yang memiliki dua basis militer di Suriah, yakni Pangkalan Udara Khmeimim dan Pangkalan Angkatan Laut di kota pelabuhan Tartus. (more…)

Dengan sikap keras Turki yang menentang invasi Israel di Jalur Gaza, maka bukan tidak mungkin Negeri Ottoman akan terseret konflik di Timur Tengah. Meski tidak terkait langsung dengan kegaduhan tersebut, ada kabar terbaru bahwa Turki telah meluncurkan sistem pertahanan udara berlapis yang disebut “Steel Dome.” (more…)

Ketika Amerika Serikat dan sekutunya nekad membanjiri Ukraina dengan berbagai jenis persenjataan, maka sebagai balasan, Rusia juga berikar untuk memasok negara-negara sekutunya dengan persenjataan canggih. Dalam konteks konflik di Timur Tengah, maka Iran saat ini menjadi ‘anak emas’ yang akan atau telah menerima pasokan beragam alutsista first tier produksi Rusia. (more…)

Pengiriman batch sistem rudal hanud S-400 dari Rusia ke India sempat dibayang-bayangi keterlambatan, sebabnya apalagi kalau bukan karena perang di Ukraina. Namun, di tengah negara pemasok yang kini sedang berjuang atas kebutuhan rudal hanud, ada kabar bahwa India untuk pertama kalinya sukses melakukan uji coba peluncuran rudal di sistem hanud S-400. (more…)

Dua negara Petro Dollar di Timur Tengah, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) ternyata punya kesamaan selera dalam pilihan sistem hanud rudal jarak sedang, yakni sama-sama telah menetapkan pilihan pada KM-SAM (Korean Medium-range Surface-to-Air Missile) Block II atau disebut Cheongung II. (more…)

Bagi Rusia sangat penting untuk mempertahankan Kerch Bridge, atau juga dikenal sebagai Jembatan Krimea, pasalnya inilah akses utama yang menghubungkan antara Semenanjung Taman di Rusia dengan Semenanjung Kerch di Krimea, menyediakan jalur transportasi darat langsung antara Rusia dan Krimea. Sebelum jembatan ini dibangun, akses utama ke Krimea dari Rusia adalah melalui jalur laut atau udara, yang kurang efisien dan lebih mahal. (more…)

Northwestern Polytechnical University (NPU) yang berlokasi Xi’an, Provinsi Shaanxi, telah dikenal sebagai salah satu universitas teknik terkemuka di Cina, terutama dalam bidang kedirgantaraan, teknik mesin, dan teknik material. Setelah sebelumnya meluncurkan drone “Loyal Wingman” LJ-1 dari pembom strategis Xian H-6K, kini para peneliti dari NPU kembali membuat gebrakan, yakni dengan mengembangkan rudal antipesawat atau rudal hanud (pertahanan udara) dengan jangkuan yang tidak lazim, yakni 2.000 km. (more…)