Jiplakan MQ-9 Reaper Milik Korea Utara: Saetbyol-9 Lakukan Uji Tembak Rudal Jelajah Taktis

Menindaklanjuti gelaran pameran kekuatan tak berawak “Unmanned Aviation Technology Development-2026” di Pyongyang, Korea Utara kini mempublikasikan bukti nyata peningkatan kapabilitas tempur armada drone serangnya. Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, merilis dokumentasi perdana demonstrasi penembakan live-fire di mana drone tempur (UCAV) Saetbyol-9— yang desainnya mirip MQ-9 Reaper buatan Amerika Serikat—sukses melepaskan rudal jelajah taktis udara-ke-darat terbaru di hadapan Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un.

Baca juga: Kegagalan Teknis di Udara, USAF Terpaksa Tembak Jatuh Drone (UCAV) MQ-9 Reaper Sendiri di Perairan Korea

Dalam foto yang diambil secara presisi dari bagian sayap Saetbyol-9, terlihat sebuah rudal jelajah berwarna hitam dengan hidung runcing dan garis kuning terpasang di di bawah pylon sayap. Foto sekunder merekam momen saat rudal jelajah kedua meluncur deras menembus lapisan awan menuju sasaran.

Menariknya, fuselage drone tersebut mencantumkan tanda pengenal resmi Angkatan Darat Korea Utara (KPA Ground Force) lengkap dengan nomor seri 2101003 di bagian hidung. Identitas ini mengindikasikan bahwa unit UCAV tersebut dialokasikan langsung untuk mendukung operasi intai dan gempuran taktis satuan darat, alih-alih beroperasi eksklusif di bawah naungan Angkatan Udara.

Pihak KCNA mengklaim seluruh rudal yang dilepaskan dari UCAV maupun rudal jelajah berbasis darat berhasil menghantam target berupa pulau fiktif dengan tingkat akurasi mencapai 100 persen. Kendati klaim keberhasilan ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak luar, analisis teknis dari pakar pertahanan Korea Selatan di Korea Defense and Security Forum mengonfirmasi bahwa alutsista yang dilepaskan Saetbyol-9 merupakan varian rudal jelajah taktis udara-ke-darat yang dilengkapi pemandu otomatis (seeker) pada bagian hidung untuk mengunci sasaran secara presisi.

Unmanned Aviation Technology Development 2026: Kim Jong Un Pamerkan Supremasi Teknologi Drone dan AI

Kemunculan rudal jelajah baru ini menandai lompatan doktrin yang cukup signifikan bagi armada UCAV Pyongyang. Pada debut perdananya di bulan Juli 2023, Saetbyol-9 (yang berarti Bintang Fajar-9) sempat terekam menguji peluncuran sepasang rudal berukuran lebih kecil yang bentuknya menyerupai AGM-114 Hellfire buatan Amerika Serikat.

Namun, penggunaan rudal jelajah berbasis dorongan mesin dan sayap pada uji coba terbaru ini memberi keunggulan teknis tersendiri. Berbeda dari rudal roket berjangkauan pendek seperti Hellfire, rudal jelajah sanggup terbang lebih jauh dengan memanfaatkan dorongan konstan selama fase jelajah, memungkinkan Saetbyol-9 mengeksekusi gempuran dari jarak aman di luar jangkauan sistem pertahanan udara (stand-off range) lawan.

Misi Senyap di Laut Kuning: AS Angkat Bangkai Drone MQ-9 Reaper yang Mengalami Malfungsi

Secara fisik dan dimensi geometris, Saetbyol-9 sangat identik dengan MQ-9 Reaper, terutama pada propeller belakang dan bentang sayap yang diperkirakan mencapai 20 meter. Kehadirannya dipamerkan berdampingan dengan Saetbyol-4, drone intai jarak jauh bernavigasi strategis yang meniru desain RQ-4 Global Hawk milik AS.

Meski militer Korea Selatan sempat meragukan efektivitas tempur Saetbyol-9 dan menganggapnya sekadar tiruan visual tanpa menyamai sistem avionik canggih milik AS, bukti rekaman lini produksi massal yang ditinjau Kim Jong Un pada September lalu menggarisbawahi tekad bulat Pyongyang untuk memproduksi armada UCAV dan drone intai ini dalam skala besar. (Gilang Perdana)

Drone Intai Saebyeol-4 “RQ-4B Global Hawk” Korea Utara Gunakan Landing Gear Jet Tempur Chengdu J-7

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *