Perkuat Pertahanan Pasifik Selatan, Selandia Baru Akuisisi Lima Helikopter AKS MH-60R Seahawk

Lingkar kerja sama pertahanan erat antara Selandia Baru dan Australia kembali menampakkan wujud nyatanya melalui modernisasi alutsista strategis lini penerbangan Angkatan Laut. Pemerintah Selandia Baru secara resmi telah meneken kesepakatan pengadaan senilai NZ$1,65 miliar dengan Pemerintah Amerika Serikat untuk mendatangkan lima unit helikopter maritim multifungsi MH-60R Seahawk lengkap beserta sistem persenjataan, suku cadang, dan perangkat pendukungnya.

Baca juga: Beli 12 Lagi, AL Australia Total Bakal Operasikan 36 Unit Helikopter AKS MH-60R Seahawk

Berdasarkan konfirmasi resmi Angkatan Pertahanan Selandia Baru, pembelian armada helikopter pemburu – anti kapal selam (AKS) dan anti-permukaan ini menjadi salah satu perolehan tunggal terbesar di bawah kerangka Defence Capability Plan, di mana total proyeksi anggaran secara keseluruhan diperkirakan mencapai NZ$2,75 miliar selama satu dekade jika ditambah biaya operasional tahunan.

Kehadiran helikopter Seahawk diproyeksikan untuk menggantikan armada helikopter Seasprite milik Angkatan Laut Selandia Baru yang sudah berusia senja. Nantinya, helikopter-helikopter canggih berawak tiga orang dengan kecepatan maksimal 333 kilometer per jam ini akan ditempatkan di atas kapal-kapal fregat Anzac class serta kapal patroli lepas pantai (offshore patrol vessels) milik Royal New Zealand Navy, guna mendampingi operasi lintas laut secara terintegrasi.

Dengan kemampuan jelajah mencapai 963 kilometer serta daya angkut persenjataan mematikan seperti torpedo Mk 54, rudal Hellfire, senapan mesin, dan sistem roket berpemandu laser, kehadiran Seahawk di atas dek kapal perang diyakini mampu melipatgandakan jangkauan pengawasan serta daya gempur ofensif maupun defensif frigate secara signifikan.

Lockheed Martin Serahkan Unit Ke-350 MH-60R Seahawk: Tulang Punggung Helikopter AKS Angkatan Laut AS

Dari sisi pangkalan dan logistik, pengiriman unit pertama dijadwalkan mulai berdatangan pada tahun 2030 mendatang dan akan berbasis di Pangkalan Angkatan Udara RNZAF Auckland di Whenuapai, di mana para penerbang helikopter berasal dari unsur Angkatan Laut sementara perawatan rutinnya diemban oleh personel Angkatan Udara.

Pemilihan helikopter MH-60R Seahawk ini juga didasarkan pada faktor interoperabilitas yang erat dengan Australia, yang telah lebih dulu mengoperasikan tipe helikopter serupa. Bagi negara dengan kekuatan militer terbatas, mengoperasikan alutsista yang sama dengan mitra terdekat membuka peluang besar untuk berbagi jalur pelatihan, pasokan suku cadang terintegrasi, serta fleksibilitas kru untuk beroperasi lintas dek kapal di kawasan Indo-Pasifik. (Gilang Perdana)

Helikopter NH90 RNZAF Selanda Baru Pecahkan Rekor Penerbangan Terjauh di Atas Lautan Lepas

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *