Di Balik Pembatalan Kontrak NH90 Norwegia: Mengapa Helikopter Canggih Ini Ditendang Oslo?

Keputusan Norwegia untuk membatalkan kontrak pengadaan 14 unit helikopter maritim NH90 pada pertengahan 2022 dan mengembalikan seluruh armadanya ke konsorsium NHIndustries (NHI) mencoreng reputasi salah satu program helikopter militer paling ambisius di Eropa.

Baca juga: Airbus Helicopters Serahkan Unit Pertama NH90 Standard 2 untuk Pasukan Khusus Angkatan Darat Perancis

Jika ditarik garis merah, alasan di balik pembatalan yang dilakukan oleh Oslo ternyata memiliki kemiripan yang sangat kuat dengan masalah pelik yang dihadapi Australia lewat varian MRH-90 Taipan, yakni rendahnya tingkat kesiapan operasional (operational availability), biaya pemeliharaan yang membengkak secara tidak rasional, serta keterlambatan kronis dalam jadwal pengiriman suku cadang maupun konfigurasi akhir.

Pemerintah Norwegia secara terbuka menyatakan bahwa betapapun besar suntikan dana finansial tambahan yang digelontorkan, performa dan ketersediaan suku cadang dari sistem NH90 tidak akan pernah mampu memenuhi standar operasional militer mereka yang menuntut ketahanan tinggi di lingkungan Arktik yang ekstrem.

Kendala utama terletak pada kesulitan pabrikan dalam menyediakan komponen pengganti untuk sistem-sistem krusial, termasuk perangkat peperangan anti-kapal selam (anti-submarine warfare/ASW), yang membuat tingkat siap terbang helikopter ini jauh di bawah target minimum yang ditetapkan Kementerian Pertahanan Norwegia.

Harga Khusus! NHIndustries Tawarkan Helikopter NH90 Varian Naval (eks Norwegia): Peluang Isi Geladak KRI Sriwijaya?

Meskipun secara spesifikasi di atas kertas NH90 NFH (NATO Frigate Helicopter) merupakan platform helikopter laut yang sangat canggih dan sarat teknologi modern—bahkan sebagian unit di antaranya telah selesai dirakit dan dicat menggunakan skema warna serta livery resmi Angkatan Bersenjata Norwegia—pada praktiknya proyek ini terjebak dalam masalah rantai pasok dan kerumitan teknis.

Sebelum pemutusan kontrak, catatan menunjukkan bahwa dari total 14 unit helikopter yang dipesan untuk kebutuhan penjaga pantai dan frigat kelas Fridtjof Nansen, pihak NHIndustries sebenarnya telah menyerahkan sebanyak 13 unit helikopter kepada Norwegia. Akan tetapi, karena mayoritas unit yang sudah diterima tersebut lebih sering menghabiskan waktu di hanggar perawatan daripada mengudara, Oslo akhirnya mengambil langkah drastis dengan membatalkan sisa kontrak, menuntut pengembalian dana secara penuh (full refund), yang kemudian bermuara pada kesepakatan penyelesaian hukum senilai €375 juta serta pengembalian seluruh fisik helikopter beserta suku cadangnya ke pihak pabrikan.

Nasib Tragis MRH-90 Taipan: Mengapa Australia Memilih ‘Mengubur’ Daripada Menghibahkan ke Ukraina?

Kembalinya 14 unit helikopter bekas pakai Norwegia ke tangan konsorsium NHIndustries pada akhirnya melahirkan babak baru dalam strategi pemasaran pabrikan asal Eropa tersebut.

Untuk menekan kerugian dan mengosongkan inventaris, NHI kini menawarkan unit-unit eks-Norwegia yang sudah direfurbish dan disesuaikan ulang ke pasar internasional dengan skema harga khusus (special pricing). Opsi yang ditawarkan NHI ini menjadi gambaran umum dalam dinamika industri pertahanan global, di mana sebuah alutsista berteknologi tinggi yang dianggap gagal memenuhi standar doktrin ekstrem suatu negara seperti Norwegia, dapat dialihkan kembali oleh pabrikan sebagai solusi helikopter maritim berbiaya lebih kompetitif bagi negara-negara pengguna potensial lainnya. (Bayu Pamungkas)

Helikopter NH90 RNZAF Selanda Baru Pecahkan Rekor Penerbangan Terjauh di Atas Lautan Lepas

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *