Gandeng Mitsubishi Electric, AS Sepakati Lini Perakitan Lokal Rudal AIM-120 AMRAAM di Jepang

Amerika Serikat dan Jepang secara resmi menyepakati kerja sama strategis baru untuk membangun fasilitas perakitan akhir (Final Assembly and Check-Out/FACO) bagi rudal jelajah udara-ke-udara AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) di wilayah Jepang.

Baca juga: Meteor vs AMRAAM: Mana Rudal Udara-ke-Udara Terbaik untuk Rafale dan F-16 Indonesia?

Kesepakatan penting ini dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Cebu, Filipina, di sela-sela Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM-Plus). Fasilitas FACO ini nantinya bertugas merakit komponen-komponen utama yang telah selesai dibuat menjadi unit rudal utuh sekaligus melakukan pengujian kualitas secara menyeluruh sebelum diserahterimakan kepada unit pengguna.

Proyek perakitan lokal ini melibatkan pabrikan pertahanan terkemuka asal AS, Raytheon (RTX), yang bermitra langsung dengan raksasa teknologi dan pertahanan lokal Jepang, Mitsubishi Electric. Berdasarkan studi kelayakan yang digarap bersama oleh Badan Logistik, Teknologi, dan Akuisisi (ATLA) Kementerian Pertahanan Jepang, partisipasi industri lokal Jepang akan mencakup pembuatan circuit card assembly (papan sirkuit elektronik utama) sebelum rudal masuk ke lini perakitan akhir.

Fasilitas di Jepang ini direncanakan untuk merakit varian rudal AMRAAM paling modern saat ini, yaitu AIM-120C-8 dan AIM-120D-3, yang dirancang untuk menguatkan armada jet tempur siluman F-35A/B milik Angkatan Udara dan Angkatan Laut Jepang (JASDF/JMSDF), serta mendukung kesiapan armada F-15J milik mereka.

Selain proyek perakitan AIM-120 AMRAAM, kedua menteri pertahanan juga menyepakati perluasan berbagi data teknis untuk menggenjot kapasitas produksi rudal pencegat balistik Sea-Based Upper Tier SM-3 Block IIA. Rudal pencegat yang ditembakkan dari kapal perang ber-sistem Aegis ini memiliki rekam jejak pengembangan bersama (joint development) antara Raytheon dan Mitsubishi Heavy Industries (MHI). Menyusul kesepakatan sebelumnya untuk melipatgandakan produksi SM-3 Block IIA di fasilitas MHI Jepang, integrasi teknis yang lebih dalam ini diharapkan mampu mempercepat pengiriman rudal guna merespons dinamika ancaman rudal balistik yang kian meningkat di kawasan Asia-Pasifik.

Peningkatan kerja sama industri pertahanan ini bertepatan dengan langkah Jepang yang tengah mengesahkan pembelian besar-besaran hingga 1.200 unit rudal AMRAAM senilai US$3,64 miliar dari Amerika Serikat.

Jelang Kedatangan F-35B Lightning II, Singapura Dapat ‘Lampu Hijau’ Borong Rudal AIM-120C8 AMRAAM

Bagi sekutu terdekat di Pasifik ini, keberadaan fasilitas FACO di dalam negeri tidak hanya memangkas ketergantungan logistik lintas samudra, tetapi juga memperkuat pilar denial defense (pertahanan penangkalan) dan daya gentar kolektif.

Dalam pertemuan tersebut, Menhan Koizumi juga menegaskan komitmen Tokyo untuk memperbarui tiga dokumen strategis keamanan nasionalnya guna memperkuat ketahanan siber serta meningkatkan intensitas latihan tempur bersama dengan militer Amerika Serikat. (Bayu Pamungkas)

Drone Tempur (Loyal Wingman) Anduril YFQ-44A Sukses Luncurkan Rudal AIM-120 AMRAAM Pertama Kali

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *