Nyata Terpasang di USV Tesco, Proyek Rudal Jelajah Cakir di Indonesia Masuki Babak Baru

Rencana adopsi dan manufaktur lokal rudal jelajah Cakir buatan Roketsan Turki yang sempat ramai diulas—salah satunya terkait integrasi pada kapal tempur seperti KCR Stealth Trimaran—kini memasuki babak baru yang kian nyata. Foto terbaru yang beredar memperlihatkan wujud fisik sebuah Unmanned Surface Vehicle (USV) rakitan galangan swasta nasional, PT Tesco Indomaritim, nampak sudah dipasangi empat canister (peluncur) rudal Cakir di geladak belakangnya.
Penampakan empat tabung peluncur siap tembak ini menegaskan bahwa pengembangan platform nirkawak nasional tidak lagi berhenti pada wacana, melainkan telah menjelma menjadi kapal penyerang tanpa awak (strike USV) berkemampuan pemukul jarak jauh.
Sistem persenjataan canggih ini mengandalkan rudal Cakir yang memiliki spesifikasi teknis ideal untuk perang laut asimetris. Ditenagai mesin turbojet Kale Arge KTJ-1750, rudal jelajah subsonik ini sanggup mengejar sasaran hingga jarak melebihi 150 kilometer.
Dengan bobot sekitar 275 kg dan hulu ledak high-explosive/semi-armor-piercing seberat 70 kg, Cakir mampu melumpuhkan kapal perang permukaan ukuran sedang maupun target pesisir. Tingkat akurasi dan survivability-nya sangat tinggi berkat pemandu multimode (kombinasi INS/GPS kebal jamming, tercom, serta seeker IIR/Active RF) serta kemampuan terbang sea-skimming menyusuri gelombang laut untuk lolos dari sergap radar lawan.
🔵🇮🇩 Indonesia’s 🇹🇷ÇAKIR missile-equipped USV spotted
🔸The USV, produced by Indonesia-based shipyard PT Tesco Indomaritim, was reported to be equipped with ÇAKIR missiles.
🔸The ASELSAN Indonesia team visited the PT Tesco Indomaritim shipyard in recent months and inspected the… pic.twitter.com/uQpFmEekoP— Defence Turk English (@Defence_Turk_EN) September 27, 2026
Dipilihnya platform USV PT Tesco Indomaritim sebagai sarana pengusung membawa nilai strategis tersendiri. Menggunakan material marine-grade aluminum alloy yang ringan serta rancangan lambung berprofil low radar cross-section (RCS), kapal tanpa awak ini sulit dideteksi oleh radar musuh.
Dipadukan dengan sistem dorong waterjet berkinerja tinggi serta sistem kendali sensor terintegrasi dari Aselsan, USV Tesco mampu bergerak lincah dan melakukan serangan kejutan (surprise attack) di wilayah perairan dangkal maupun selat-selat sempit.
🇹🇷’ün Yeni Senfonisi: ÇAKIR! 🚀#ROKETSAN https://t.co/85rZKh6tRv pic.twitter.com/b7OX8F40cr
— KaraKulak (@KaraKulak__) August 28, 2026
Pemasangan empat canister rudal Cakir pada USV dalam negeri ini memperkuat komitmen Kementerian Pertahanan RI dalam mengadopsi teknologi alutsista Turki sekaligus mendorong transfer teknologi bagi industri pertahanan nasional.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan daya gentar (deterrence effect) armada TNI AL di kawasan strategis seperti Selat Malaka dan Laut Natuna Utara, tetapi juga membuktikan kapabilitas industri lokal dalam menguasai integrasi sistem senjata pada platform nirkawak modern.
Dari sudut pandang doktrin taktis, skema operasi swarming atau pengerahan USV secara bergelombang berpotensi mengubah lanskap pertahanan maritim Indonesia di masa depan. Dengan biaya produksi dan operasional yang jauh lebih efisien dibandingkan kapal tempur berawak berukuran besar, armada USV bermuatan rudal Cakir dapat disebar di titik-titik penyekatan (chokepoints) kepulauan untuk melancarkan serangan jenuh (saturation strike) ke arah kelompok kapal induk atau kapal kombatan utama lawan tanpa merisikokan nyawa personel TNI AL.
Keberhasilan integrasi fisikal ini diharapkan menjadi katalisator bagi akselerasi alih teknologi (transfer of technology) serta produksi bersama rudal Cakir di tanah air. Sinergi antara industri swasta nasional seperti PT Tesco Indomaritim, mitra strategis Turki seperti Roketsan dan Aselsan, serta kementerian terkait akan menjadi modal kuat dalam mewujudkan kemandirian alutsista Indonesia yang berdaya saing tinggi di panggung pertahanan global. (Gilang Perdana)
PT PAL dan Roketsan Garap Sistem Senjata Fregat Merah Putih dan Refurbishment Kapal Perang TNI AL


