Perkuat Poros Peringatan Dini NATO, Belanda Resmi Lirik Pesawat Radar Saab GlobalEye

Langkah modernisasi armada pengawas udara di kawasan Eropa makin menunjukkan dominasi manufaktur asal Swedia. Pemerintah Belanda secara resmi menandatangani surat niat non-mengikat (non-binding letter of intent) untuk memboyong satu unit pesawat peringatan dini dan kontrol udara (Airborne Early Warning and Control/AEW&C) Saab GlobalEye.
Baca juga: Resmi! Gandeng Saab, Perancis Perkuat Mata Udara Lewat GlobalEye Gantikan Armada AWACS
Unit tersebut nantinya akan bergabung dan dioperasikan bersama armada milik Swedia yang sudah memiliki tiga unit pesawat sejenis. Kolaborasi bilateral ini membuka akses pelatihan terpadu bagi personel militer Belanda mulai tahun 2028, sebelum jadwal pengiriman penuh pesawat yang diproyeksikan terealisasi pada 2031 mendatang.
Langkah strategis Amsterdam ini secara tidak langsung mengukuhkan posisi Belanda sebagai calon pengguna ketiga pesawat radar canggih tersebut. Kehadiran GlobalEye sebelumnya telah dipesan dan dioperasikan oleh Uni Emirat Arab (UEA) sebagai pengguna perdana, serta Perancis yang mendahului pada akhir 2025 dengan komitmen pembelian dua unit untuk menggantikan armada veteran Boeing E-3F Sentry.
Integrasi pesawat bisnis jarak jauh Bombardier Global yang dimodifikasi khusus ini menjadi solusi instan bagi Belanda untuk menambal kekosongan kapabilitas pengawasan udara nasional sekaligus memperkuat armada komando udara di langit Eropa.
Netherlands signs letter of intent with Sweden to buy a Saab GlobalEye airborne surveillance aircraft. It will join a joint pool with Sweden’s three GlobalEyes. Delivery in 2031, access from 2028. Boosts European defence & NATO capabilities. 🇸🇪 🇳🇱 pic.twitter.com/kcKYwgw7MB
— Klaas Meijer (@klaasm67) September 10, 2026
Dari sudut pandang operasional dan pertahanan, hadirnya GlobalEye sangat krusial dalam mendukung agenda besar NATO yang tengah berupaya meremajakan jajaran pesawat AWACS aging di seluruh negara anggota. Dikembangkan di atas platform jet bisnis berperforma tinggi, GlobalEye dibekali sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA) Erieye ER (Extended Range) yang terpasang menonjol di atas badan pesawat.
Radar gelombang S-band ini menawarkan peningkatan jangkauan pemindaian yang sangat signifikan hingga melebihi 550 kilometer, memungkinkannya melacak target dengan penampang radar kecil (low-RCS) serta memetakan ribuan sasaran secara bersamaan di udara, laut, hingga permukaan darat dari jarak aman.
Spesial untuk Korea Selatan, Saab Tawarkan “WatchEye”: AEW&C dari Varian GlobalEye
Chief Executive Officer (CEO) Saab menyambut hangat kesepakatan ini sebagai dorongan besar bagi efisiensi pertahanan nasional Belanda maupun keandalan pertahanan kolektif blok NATO. Skema pengadaan bersama (joint procurement) serta berbagi pakai armada (fleet sharing) antara Swedia dan Belanda dinilai menjadi tolok ukur baru bagi negara-negara Eropa dalam mengoperasikan alutsista berteknologi tinggi secara efisien tanpa harus menanggung beban biaya perawatan mandiri yang membengkak.
Penguatan poros peringatan dini berbasis GlobalEye ini memastikan ruang udara sekutu tetap terpantau ketat di tengah dinamika geopolitik kawasan yang terus berkembang. (Bayu Pamungkas)
Related Posts
-
Tiga Negara AUKUS Sepakat Bangun ‘DARC’ – Radar Canggih Pelacak Objek di Luar Angkasa
No Comments | Dec 3, 2023 -
Labinbair TNI AL Tampilkan ODIS – Robot Pendeteksi Ranjau Laut
3 Comments | Dec 5, 2022
-
Indocertes Perkenalkan Simulator Ranpur M113 A1 dengan Teknologi Virtual Reality
2 Comments | Nov 28, 2018 -
K600 Korean Combat Engineering Vehicle (KCEV) – Alut Zeni Tempur Pelibas Medan Ranjau yang Dikirim Ke Ukraina
No Comments | Sep 19, 2023


