Setelah Arrow 3, Jerman Bersiap Akuisisi Sistem Pertahanan Udara Iron Dome dari Israel

Jerman semakin mempertegas ketergantungannya pada teknologi pertahanan udara (air defense) buatan Israel untuk melindungi wilayahnya dari potensi ancaman militer Rusia. Setelah sebelumnya mengamankan kontrak raksasa pembelian sistem pertahanan rudal anti-balistik Arrow 3, Jerman kini mengambil langkah awal untuk mengakuisisi sistem penangkal roket dan amunisi presisi Iron Dome, buatan Rafael Advanced Defense Systems.
Penandatanganan surat minat (Letter of Intent) antara negara bagian Lower Saxony, Rafael Advanced Defense Systems, dan Aurelius Capital menjadi pijakan awal kemitraan strategis ini. Lewat kesepakatan tersebut, fasilitas pabrik Volkswagen di Osnabrück akan ditransformasikan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) untuk solusi keamanan dan pertahanan.
Skema ini memungkinkan transfer teknologi secara penuh serta manufaktur lokal baterai dan pencegat rudal (interceptor) Iron Dome di daratan Jerman untuk kebutuhan pertahanan dalam negeri dan kawasan Eropa.
Langkah pengadaan Iron Dome ini melengkapi doktrin pertahanan udara bertingkat (multi-layered air defense) yang tengah dibangun Berlin pasca-eskalasi konflik Rusia-Ukraina. Sebelumnya, Jerman telah menandatangani kontrak akuisisi Arrow 3 buatan Israel Aerospace Industries (IAI) senilai US$3,5 miliar pada akhir 2023, yang kemudian diperluas dengan kontrak lanjutan sebesar US$3,1 miliar untuk pengadaan amunisi pencegat tambahan.
JUST IN: 🇩🇪🇮🇱 Germany Is Bringing Israel’s Iron Dome To German Soil
Germany is now on the path to acquiring Israel’s Iron Dome air defense system, with a new agreement involving Rafael and Germany’s Lower Saxony marking a major step toward a potential procurement.
The former… pic.twitter.com/hMECM0XwjR
— War Radar (@War_Radar2) September 7, 2026
Jika Arrow 3 difungsikan khusus untuk mencegat rudal balistik ekso-atmosferik di luar angkasa, Iron Dome disiapkan untuk menutup celah ancaman jarak pendek hingga menengah, seperti roket artileri, amunisi berpemandu, hingga drone kamikaze.
Keterikatan strategis ini juga menempatkan Jerman sebagai simpul utama penyedia teknologi hanud Israel di Eropa. Manajemen Rafael menegaskan bahwa sistem yang dirancang di Osnabrück tidak hanya memperkuat perisai udara Jerman, tetapi juga berpotensi diproduksi untuk memenuhi kebutuhan negara-negara anggota NATO lainnya di Eropa Tengah dan Utara.
Tren adopsi alutsista hanud asal Israel kini kian meluas di benua biru, menyusul langkah Yunani melalui proyek Achilles Shield (David’s Sling, BARAK MX, SPYDER), Ceko (SPYDER), Slovakia (Barak MX), hingga rencana Estonia. (Bayu Pamungkas)
Manfaatkan Saham di Volkswagen, Qatar Jegal Rencana Produksi Komponen Iron Dome Israel di Jerman


