Perkuat Arsenal Nuklir, Korea Utara Resmi Operasikan Destroyer Peluncur Rudal ‘Kang Kon’ (Choe Hyon Class)

Korea Utara secara resmi menugaskan kapal perusak (destroyer) berpemandu rudal berbobot 5.000 ton, Kang Kon (52)des, ke dalam jajaran armada angkatan lautnya dalam sebuah upacara megah di pantai timur negara tersebut. Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, hadir langsung menyampaikan pidato di hadapan para pelaut, menegasakan Kang Kon dirancang untuk melindungi kedaulatan maritim sekaligus berfungsi sebagai bagian integral dari sistem respons nuklir negara guna melakukan serangan balasan yang mematikan.
Baca juga: Korea Utara Resmi Operasikan Choe Hyon (51), Kapal Perusak Terbesar Berkemampuan Nuklir
Kapal perusak ini merupakan unit kedua dari Choe Hyon class yang ditugaskan untuk memperkuat Armada Laut Timur (Laut Jepang), menyulut perhatian global setelah melewati serangkaian uji coba rudal jelajah dan sistem tempur pasca-insiden teknis saat peluncurannya pada tahun 2025.
Sebagai kapal perang permukaan terbesar dan paling modern yang pernah dibangun oleh rezim Pyongyang, Kang Kon membawa lompatan teknologi yang signifikan bagi Angkatan Laut Rakyat Korea (KPN). Destroyer Choe Hyon class ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 140 meter dengan pendorong gabungan diesel atau turbin gas yang mumpuni untuk menunjang daya jelajah jarak jauh.
Lambung kapalnya menerapkan elemen desain stealth modern dengan sudut penampang radar rendah (Radar Cross Section/RCS) untuk meminimalkan deteksi musuh. Sistem sensor kapal ini ditopang oleh radar pencari udara dan permukaan multi-fungsi bertingkat, sistem kendali tembakan elektro-optik, serta sonar kedalaman bervariasi (variable depth sonar) untuk mengantisipasi ancaman kapal selam sekutu di kawasan Pasifik Barat.
🇰🇵 North Korea just pushed its nuclear threat out to sea.
Kim Jong Un attended the commissioning of a new destroyer on the east coast, and state media says the ship is now part of the country’s nuclear response system, able to deliver “annihilating retaliatory strikes” if the… pic.twitter.com/7LxuiY0fmy
— Mario Nawfal (@MarioNawfal) September 6, 2026
Dari persenjataan, Kang Kon dikonfigurasi secara khusus sebagai platform pemukul serbaguna berorientasi serangan jarak jauh. Fitur utamanya adalah susunan Tabung Peluncur Vertikal (Vertical Launch System/VLS) yang mampu menampung rudal jelajah strategis peluncur laut seri Hwasal-1 dan Hwasal-2, di mana keduanya dirancang mampu memboyong hulu ledak nuklir taktis Hwasan-31 untuk menghantam sasaran darat hingga radius lebih dari 1.500 km.
Selain itu, VLS kapal ini juga disiapkan untuk menembakkan rudal anti-kapal jarak jauh supersonik (Pyolgwang-series) serta rudal pertahanan udara (SAM) jarak menengah hingga jauh guna membendung ancaman serangan udara musuh.
NEW | North Korea has formally commissioned the 5,000-ton destroyer Kang Kon into its East Sea Fleet following a ceremony at Wonsan on September 6.
Kim Jong Un described the warship as part of North Korea’s “state nuclear counteraction system” and said it should be capable of… pic.twitter.com/enQOG9XWVm
— GeoInsider (@InsiderGeo) September 7, 2026
Untuk pertempuran jarak dekat dan pertahanan mandiri, Kang Kon dilengkapi dengan meriam utama berkaliber 100 mm atau 130 mm otomatis di bagian haluan, beberapa unit sistem senjata jarak dekat (CIWS) gatling 30 mm untuk meredam rudal anti-kapal yang mendekat, serta peluncur torpedo anti-kapal selam 533 mm.
Kapal perusak ini juga dilengkapi geladak helikopter (helipad) dan hanggar penampungan di bagian buritan untuk mengoperasikan helikopter anti-kapal selam (ASW). Komisioning Kang Kon menandai ambisi besar Pyongyang yang tengah mempercepat pembangunan beberapa unit kapal perusak tambahan sejenis, menggeser doktrin Angkatan Laut Korea Utara dari pasukan penjaga pantai (brown water navy) menjadi kekuatan pemukul lepas pantai (blue-water navy) yang ditopang oleh pencegahan nuklir maritim.
Peluncuran Kang Kon mempertegas eskalasi dinamika keamanan di Semenanjung Korea dan Pasifik Barat. Para analis militer menilai keberadaan Choe Hyon class dengan kemampuan peluncuran rudal bernuklir dari laut akan mempersulit kalkulasi pertahanan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang, mengingat armada permukaan Korea Utara kini memiliki daya jangkau yang jauh melampaui garis pantai tradisional mereka.
Langkah Pyongyang memodernisasi Angkatan Laut secara masif ini menjadi sinyal kuat bahwa rezim Kim Jong Un tidak hanya mengandalkan peluncur rudal berbasis darat dan kapal selam, tetapi juga secara aktif membangun kekuatan pemukul permukaan yang mampu memberikan ancaman konsekutif dalam skenario konflik terbuka. (Bayu Pamungkas)
Korea Utara Luncurkan Salvo 12 Rudal Jelajah dari Destroyer Terbaru ‘Kang Kon’ (Choe Hyon Class)


