Rudal Hipersonik dari Kedalaman: Jepang Garap Kapal Selam Baru Berpeluncur VLS

Kementerian Pertahanan Jepang (JMOD) resmi melangkah ke era baru pertahanan bawah air dengan mengagendakan pengembangan rudal hipersonik yang diluncurkan dari kapal selam (submarine-launched hypersonic missile) pada tahun anggaran 2027. Dikembangkan bersama raksasa industri Mitsubishi Heavy Industries (MHI), proyek bernilai strategis tinggi ini dirancang untuk melengkapi doktrin Counterstrike Capabilities (kemampuan serangan balasan) Tokyo guna menghadapi dinamika keamanan yang kian memanas di kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga: Jepang Luncurkan Taigei Class, Kapal Selam Diesel Listrik Bertenaga Baterai Lithium Ion (Lagi)

Peluncuran rudal hipersonik berukuran besar ini membawa implikasi teknis yang signifikan terhadap armada pangkalan bawah air Jepang. Senjata kelas Hypersonic Glide Vehicle (HGV) membutuhkan pendorong (booster) masif dan diameter selongsong yang jauh melampaui kapasitas tabung torpedo standar 533 mm. Oleh karena itu, Angkatan Laut Jepang (JMSDF) mengonfirmasi tidak akan mengandalkan mekanisme peluncuran horizontal tradisional, melainkan beralih penuh ke sistem sel luncur vertikal atau Vertical Launch System (VLS) khusus bawah air.

Untuk memuluskan transisi teknologi ini, Jepang mengorbankan kapal selam JS Taigei (SS-513), yang pada awal 2024 diubah statusnya menjadi kapal selam uji coba (test submarine). Kapal perdana Taigei class ini diproyeksikan menjalani modifikasi perpanjangan struktur lambung (plug-in hull extension) di belakang menara (sail) untuk dipasangi modul VLS eksperimental. JS Taigei bertugas menjadi platform riset guna menguji coba integrasi peluncuran vertikal di kedalaman sebelum teknologi tersebut siap diproduksi secara massal.

Hasil pengujian pada JS Taigei tidak akan diterapkan ke seluruh unit Taigei class terdahulu, melainkan menjadi basis cetak biru (blueprint) bagi kapal selam serbu generasi terbaru (Next Generation Attack Submarine) pasca Taigei class. Rancangan kapal selam masa depan ini akan dibekali kompartemen VLS terintegrasi sejak awal pembuatannya di galangan. Dikombinasikan dengan izin akses uji coba aerodinamika rudal hipersonik di Australia serta jaringan satelit intelijen, armada kapal selam VLS Jepang siap menjadi aset penangkal (deterrent) yang sangat sulit dideteksi dan diintersepsi lawan.

Perdalam Kerja Sama Pertahanan, Jepang Bakal Uji Coba Rudal Hipersonik di Wilayah Australia

Langkah transformatif ini secara langsung menempatkan Jepang dalam jajaran elite kekuatan kapal selam pemukul berpresisi tinggi di kawasan, menyamai skema pengembangan KSS-III milik Korea Selatan maupun kapal selam rudal jelajah bertenaga nuklir milik Amerika Serikat dan Cina.

Di sisi lain, integrasi sistem peluncuran vertikal di bawah laut ini turut menuntut evolusi masif pada doktrin penginderaan intelijen pertahanan Jepang secara keseluruhan. Agar rudal hipersonik berjangkauan jauh tersebut dapat mengesekusi sasaran secara akurat, Jepang kini tengah mempercepat penggelaran konstelasi satelit pengintai orbital rendah (Low Earth Orbit) serta drone laut (unmanned maritime systems) untuk menyuplai data target secara real-time langsung ke komputer penembakan kapal selam tanpa perlu menampakkan diri ke permukaan. (Gilang Perdana)

Tinggalkan Doktrin Lama, Kapal Selam Jepang Bersiap Adopsi VLS dan Rudal Balistik

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *