Perdalam Kerja Sama Pertahanan, Jepang Bakal Uji Coba Rudal Hipersonik di Wilayah Australia

Jepang dan Australia resmi menyepakati kerja sama pertahanan strategis baru yang mengizinkan Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Forces/JSDF) untuk melakukan uji coba peluncuran rudal hipersonik dan amunisi standoff di wilayah Australia.

Baca juga: Ketar Ketir Akibat Tekanan Cina, Jepang Putuskan Ikut Bangun Rudal Hipersonik

Kesepakatan bersejarah itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dalam pertemuan bilateral di Canberra. Kesepakatan ini memberi jaminan akses jangka panjang bagi Jepang untuk memanfaatkan fasilitas uji coba rudal milik Australia selama satu dekade ke depan, sekaligus memperluas kolaborasi pertahanan kedua negara yang mencakup proyek pengembangan bersama sistem laser pengintai bernama proyek Boobook.

Jenis rudal utama yang diproyeksikan masuk dalam skema uji coba ini adalah Hyper Velocity Gliding Projectile (HVGP) dan Hypersonic Guided Missile (HCM). HVGP merupakan sistem rudal jelajah hipersonik jarak jauh peluncuran darat-ke-darat (surface-to-surface) maupun anti-kapal (surface-to-ship) yang dirancang untuk meluncur pada kecepatan melampaui Mach 5 dengan lintasan tak terprediksi guna menembus pertahanan udara lawan.

Mengingat varian awal HVGP diproyeksikan memiliki jangkauan hantam dari beberapa ratus kilometer hingga lebih dari 1.000 km pada varian lanjutan, pengujian jarak penuh (full-range test) membutuhkan area daratan yang sangat luas dan steril guna mengukur tingkat presisi serta performa pemandu hipersonik secara akurat.

Lokasi uji coba di Australia hampir dipastikan akan dipusatkan di Woomera Proving Ground yang terletak di Australia Selatan. Kompleks uji coba militer darat terbesar di dunia ini memiliki luas wilayah daratan steril melebihi luas negara Inggris, menjadikannya fasilitas paling ideal untuk meluncurkan rudal jelajah hipersonik tanpa risiko bahaya bagi permukiman warga maupun jalur penerbangan sipil. Fasilitas Woomera juga telah dilengkapi dengan jaringan pelacak telemetry radar, optik, dan sensor infra-merah berstandar tinggi yang mampu merekam data penerbangan proyektil berkecepatan ekstrem secara komprehensif.

Jepang Luncurkan Rudal Anti Kapal Mitsubishi Type 12 di Australia, Bikin Cina Penasaran

Motivasi utama Jepang untuk memboyong uji coba rudal berdaya jangkau jauh ini ke daratan Australia didasari oleh dua faktor utama, yaitu keterbatasan geografis domestik serta pertimbangan intelijen dan keamanan strategis. Secara geografis, wilayah kepulauan Jepang yang padat penduduk dan dikelilingi jalur pelayaran sipil sibuk sangat menyulitkan uji coba rudal jarak jauh tanpa memicu risiko keselamatan dan ketegangan politik.

Selain itu, melakukan uji pemaksa militer di dekat wilayah kandang sendiri membuat proses peluncuran sangat rentan terhadap pengawasan intelijen sinyal (SIGINT) dan pantauan radar pemantau dari Cina. Dengan menggeser lokasi pengujian ke pedalaman Australia yang terisolasi dan berada di bawah payung pengamanan ketat sekutu, Jepang dapat menjaga kerahasiaan parameter kinerja rudal hipersoniknya sekaligus memperoleh “kedalaman strategis” (strategic depth) yang aman dari intipan kapal intelijen maupun satelit militer Cina. (Gilang Perdana)

Wamenhan Jepang Bocorkan Desain Rudal Anti Kapal Hipersonik, Mimpi Buruk Buat Kapal Induk Cina di Masa Depan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *