Sempat Menganggur, Hindustan Aeronautics Limited Resmi Aktifkan Kembali Lini Produksi Sukhoi Su-30MKI

BUMN kedirgantaraan India, Hindustan Aeronautics Limited (HAL), secara resmi mengaktifkan kembali (restart) lini produksi jet tempur Sukhoi Su-30MKI di fasilitas pabrik Nashik, Maharashtra. Langkah ini diambil setelah kontrak pengadaan 12 unit Su-30MKI baru senilai total sekitar US$1,61 miliar akhirnya disepakati.
Sebelumnya lini manufaktur tersebut sempat terhenti dan menganggur (idle) akibat penundaan pesanan oleh Kementerian Pertahanan India. Fasilitas pabrik HAL di Nashik sebenarnya memiliki kapasitas produksi puncak (peak capacity) hingga 12 sampai 16 unit per tahun (sekitar 1 unit lebih per bulan). Namun, untuk pesanan 12 unit baru ini, laju manufaktur disesuaikan menjadi sekitar 3 hingga 4 unit per tahun agar penyelesaian dan penyerahan seluruh armada dapat bergulir secara bertahap hingga tahun 2029.
Pengadaan 12 unit Su-30MKI tambahan ini diplot khusus untuk menggantikan (attrition replacement) jajaran armada Flanker Angkatan Udara India (IAF) yang hilang akibat rentetan kecelakaan operasional dalam beberapa tahun terakhir. Setiap unit jet tempur baru ini diperkirakan menelan biaya sekitar US$134,8 juta (setara โน1.125 crore), dengan komitmen tingkat kandungan dalam negeri (indigenous content) yang sudah menembus lebih dari 50 persen.
Langkah pengaktifan kembali produksi ini juga menjadi pijakan penting bagi program modernisasi besar-besaran yang dikenal sebagai program “Super Sukhoi”. Salah satu tulang punggung modernisasi tersebut adalah integrasi radar AESA buatan lokal bernama Virupaksha, yang proses fabrikasinya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026. Radar Virupaksha dirancang untuk menggantikan radar NIIP N011M Bars PESA buatan Rusia, menghadirkan peningkatan signifikan dalam jangkauan deteksi, penjejak multi-sasaran, serta ketahanan terhadap gangguan perang elektronik (electronic warfare).
๐ฎ๐ณ ๐๐๐ ๐๐๐ฏ๐ข๐ฏ๐๐ฌ ๐๐ฎ-๐๐๐๐๐ ๐๐ซ๐จ๐๐ฎ๐๐ญ๐ข๐จ๐ง ๐๐ญ ๐๐๐ฌ๐ก๐ข๐ค
Hindustan Aeronautics Limited (HAL) is reviving production of Su-30MKI fighter jets at its Nashik facility, with 12 new aircraft scheduled for delivery by 2029.
Key Details:
โขThe Nashik facilityโฆ pic.twitter.com/6F9SLXfwiUโ South Asia IntelWire (@SouthAsiaIntel) August 11, 2026
Meski mengusung peningkatkan avionik dan radar yang tergolong radikal, program peremajaan Su-30MKI India ini tidak mencakup perombakan total pada struktur airframe. Analis pertahanan mencatat bahwa modernisasi ini belum menyentuh penggantian material komposit skala besar untuk reduksi bobot (weight reduction) maupun penggantian mesin ke varian baru seperti Saturn AL-41F1S. Pendekatan ini dipilih guna menjaga efisiensi anggaran serta mempercepat proses integrasi sistem di tingkat armada.
Dengan jajaran sekitar 260 unit Su-30MKI yang kini aktif memperkuat 13 skadron udara Angkatan Udara India, armada Flanker ini mutlak menjadi tulang punggung (backbone) utama pertahanan udara New Delhi. Reaktivasi produksi dan program Super Sukhoi ini menjadi kunci vital untuk memastikan jajaran jet tempur garis depan IAF tetap relevan dan memiliki daya gentar tinggi di kawasan hingga beberapa dekade mendatang. (Bayu Pamungkas)
Program “Super Sukhoi” India: Sukhoi Su-30MKI Akan Dipasangi Radar AESA Produksi Dalam Negeri


