Cina Pamer Pesawat AEW&C Xian KJ-600 Lepas Landas Gunakan Catapult Elektromagnetik di Darat

Industri pertahanan Cina kembali melakukan manuver strategis dengan secara resmi memamerkan untuk pertama kalinya fasilitas sistem ketapel elektromagnetik (Electromagnetic Aircraft Launch System / EMALS) berbasis darat secara penuh (full-scale). Berlokasi di pangkalan uji coba penerbangan Angkatan Laut Xingcheng, Provinsi Liaoning, rekaman visual terbaru mengonfirmasi keberhasilan uji lepas landas pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) berbasis kapal induk, KJ-600.
Uji coba ini menjadi tonggak sejarah krusial bagi Angkatan Laut Cina (PLAN) dalam menyempurnakan doktrin peluncuran pesawat sayap tetap berbobot berat dari geladak kapal induk generasi terbaru mereka, Type 003 Fujian.
Keberadaan fasilitas catapult elektromagnetik skala penuh di darat ini memegang peranan yang sangat mendasar dalam doktrin pengembangan kapal induk tipe CATOBAR (Catapult Assisted Take-Off But Arrested Recovery). Menguji teknologi peluncuran baru langsung di atas kapal induk yang sedang berlayar mengandung risiko teknis dan biaya yang sangat tinggi.
Pangkalan darat Xingcheng berfungsi sebagai laboratorium simulasi hidup untuk mereplikasi hentakan tenaga, pasokan daya listrik, serta kalibrasi sudut peluncuran secara presisi dalam lingkungan yang aman dan terkontrol. Di fasilitas ini pula, teknisi melakukan kalibrasi daya luncur EMALS untuk berbagai bobot pesawat—mulai dari drone ringan hingga pesawat angkut berat—sekaligus menjadi sarana wajib sertifikasi kualifikasi bagi para penerbang sebelum diizinkan beroperasi di atas geladak kapal induk Fujian.
China has officially revealed for the first time a full-scale land-based electromagnetic catapult system at the Xingcheng test base in Liaoning Province, where carrier aircraft conduct takeoff and landing trials.
The footage shows the KJ-600 airborne early warning (AEW) aircraft… pic.twitter.com/UnrJZRajd7
— China pulse 🇨🇳 (@Eng_china5) July 30, 2026
Didesain secara khusus sebagai penantang langsung bagi pesawat E-2D Advanced Hawkeye milik Angkatan Laut Amerika Serikat, KJ-600 membawa spesifikasi teknis dan keunggulan avionik yang sangat mumpuni. Pesawat buatan Xi’an Aircraft Company ini ditenagai oleh sepasang mesin turboprop bertenaga tinggi WJ-6C yang menggerakkan baling-baling lima bilah (five-blade propellers).
Konfigurasi fisiknya ditandai dengan desain ekor empat sirip (quad-fin tail) untuk menjaga stabilitas kendali udara, serta struktur badan pesawat (fuselage) yang memuat sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA) tipe dual-sided atau rotodome di bagian atasnya, sanggup mendeteksi target udara dan permukaan dalam radius hingga ratusan kilometer.
Keunggulan utama KJ-600 terletak pada perannya sebagai ‘mata dan telinga’ bagi gugus tempur kapal induk (Carrier Strike Group). Berbeda dengan helikopter AEW yang memiliki keterbatasan jangkauan dan ketinggian terbang, KJ-600 mampu berpatroli di ketinggian tinggi dengan ketahanan terbang (endurance) hingga berteng-jam.
Pesawat ini berfungsi sebagai node komando udara bergerak yang sanggup melacak jet tempur siluman musuh, mendeteksi rudal jelajah yang terbang rendah di atas permukaan laut (sea-skimming), serta mengarahkan rudal pembunuh kapal induk milik kapal perang sekutu secara presisi melalui integrasi data jaringan (cooperative engagement capability).
Keberhasilan validasi operasional KJ-600 menggunakan ketapel elektromagnetik darat menegaskan bahwa keterbelakangan teknologi kedirgantaraan AL Cina kini telah terungguli. Dengan memadukan kapal induk Type 003 Fujian, jet tempur siluman J-35, dan pesawat AEW&C KJ-600 yang dilatih secara intensif di fasilitas darat Xingcheng, PLAN kini telah memiliki kapabilitas proyeksi kekuatan udara lepas pantai yang komprehensif dan berpotensi mengimbangi dominasi armada kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik. (Bayu Pamungkas)
Lompatan Jaringan Tempur Laut Cina: KJ-600 di Kapal Induk Fujian Kini Dilengkapi Modul CEC


