Perkuat Stok Sekutu dan Tangkal Ancaman Armada Cina, Angkatan Laut AS Borong Rudal Murah Jarak Jauh RAACM-ER

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) resmi mengumumkan langkah pengadaan rudal jelajah berbiaya murah (low-cost cruise missile) guna memperkuat daya gempur presisi jarak jauh armadanya sekaligus menyuplai munisi untuk serangan maritim yang terjangkau bagi negara-negara sekutu.

Baca juga: L3Harris Luncurkan Wolf Pack Series: Rudal Jelajah Ringan Modular dengan Biaya Lebih Ekonomis

Keputusan ini ditandai dengan dibukanya kontrak program Coalition Heterogenous Affordable Offensive Strike (CHAOS) oleh Assistant Secretary of the Navy for Research, Development and Acquisition. Dalam skema ini, perusahaan pertahanan AS, CoAspire, berhasil mengamankan nilai kontrak awal senilai US$70 juta melalui otoritas khusus (Other Transaction Authority) untuk mengembangkan rudal jelajah inovatif dengan label RAACM-ER (Rapidly Adaptable Affordable Cruise Missile-Extended Range).

Rudal RAACM-ER yang dikembangkan CoAspire dirancang sangat fleksibel karena dapat diluncurkan dari berbagai platform—mulai dari peluncur darat, jet tempur di udara, hingga kapal perang permukaan—dengan kemampuan menghantam sasaran maritim hingga jarak fantastis mencapai 1.000 mil laut (sekitar 1.852 kilometer).

Khusus untuk operasional di armada laut, RAACM-ER difokuskan pada penggunaan peluncur tabung luar (deck-mounted canister launcher) di geladak kapal agar dapat diintegrasikan dengan cepat ke berbagai jenis kapal perang tanpa modifikasi rumit, di samping desain sayap lipatnya yang juga diperhitungkan agar kompatibel dengan sistem peluncur tegak Vertical Launch System (VLS) Mk 41 di masa depan.

Rudal jelajah murah ini sebelumnya juga telah dipesan oleh Angkatan Darat (US Army) dan Angkatan Udara AS (USAF) sebagai amunisi berdaya gempur masif yang fleksibel.

Langkah pemesanan masif oleh Pentagon ini berakar dari mendesaknya kebutuhan untuk mengisi kembali cadangan amunisi nasional yang terkuras, sekaligus memodernisasi postur misi gempuran jarak jauh guna mengimbangi pesatnya modernisasi armada maritim Angkatan Laut Cina di kawasan Indo-Pasifik.

Inisiatif ini selaras dengan program Coalition Affordable Maritime Strike (CAMS) yang dirancang memproduksi rudal maritim berharga sekitar US$1,5 juta per unit, mampu mengusung hulu ledak berat 500 pon (226 kg), serta memiliki jangkauan minimal 140 mil laut.

Dengan target kapasitas produksi antara 250 hingga 1.000 unit per tahun, rudal ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para mitra NATO dan sekutu strategis AS di Pasifik, seperti Taiwan dan Jepang, yang kerap menghadapi penundaan pengiriman (delay) rudal anti-kapal Harpoon dan Tomahawk akibat keterbatasan kapasitas produksi industri pertahanan konvensional era Perang Dingin. (Gilang Perdana)

Krisis Tomahawk AS Jadi Berkah, MBDA Tawarkan Rudal Jelajah 1.400 Km ke Eropa

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *